hukumonline
Sabtu, 28 Oktober 2006
Menilik Kontroversi Perkawinan Sejenis
UU Perkawinan menegaskan bahwa pernikahan adalah antara pria dan wanita. Lalu bagaimana hukum mengatur perkawinan sejenis?
M-1/Lut
Dibaca: 3115 Tanggapan: 12

Keinginan mendapat pengakuan negara terhadap perkawinan sejenis terus disuarakan oleh sejumlah kalangan. Salah satunya Arus Pelangi yang merupakan badan hukum yang  memperjuangkan hak-hak lesbian, gay, biseksual, transeksual dan transgender (LGBT).

 

Direktur Arus Pelangi Rido Triawan menyatakan bahwa dalam soal perkawinan, masih banyak sekali diskriminasi-diskriminasi terhadap kelompok minoritas LGBT. Rido berharap LGBT diakomodasi dalam UU Perkawinan. Kami tidak menginginkan kelompok LGBT ini menjadi kelompok yang liberal, tidak terakomodir dalam hukum negara Indonesia sehingga kami melihat adanya urgensi agar UU Perkawinan ini direvisi, tutur Rido yang ditemui di Markas Arus Pelangi di kawasan Blora, Jakarta, Rabu (17/10).

 

Rido sadar bahwa revisi UU No. 1 Tahun 1974 tersebut akan sangat riskan serangan dari semua kalangan, terutama yang menentang keberadaan LGBT. Meski perkawinan sejenis tidak diakui oleh agama manapun, Rido justru berpendapat bahwa perkawinan bukanlah sebuah institusi agama, tetapi sebuah institusi negara. Karena imbas dari perkawinan itu bukan pada agama tetapi kepada negara seperti adanya hak anak, asuransi, pendidikan, pembagian waris dan sebagainya. Itu semua berhubungan dengan lembaga kenegaraan, bukan lembaga agama, ungkap Rido.

 

Menurut Rido, praktek selama ini yang dilakukan oleh LGBT dalam mengakomodasi komunitasnya yang ingin melakukan perkawinan sejenis adalah dengan memfasilitasi dua orang dari kelompok LGBT untuk membuat sebuah perjanjian kerjasama dan perjanjian ini yang nantinya disahkan di hadapan notaris. Kami tidak menggunakan kata-kata perkawinan atau pun tidak menggunakan akte nikah. Kami tidak bisa mengeluarkan akte nikah karena kami bukan institusi negara, kata Rido.

 

Menurut Rido, perjanjian tersebut sama sekali tidak mengikat seperti halnya sebuah pernikahan karena hanya sebuah perjanjian secara perdata saja. Perjanjian tersebut, urai Rido, untuk mengantisipasi jika ada pasangan gay yang telah mencampurkan hartanya kemudian berpisah, dapat segera diselesaikan khususnya mengenai pembagian harta gono gini.

 

Ke depan, Rido mengungkapkan bahwa LGBT akan memperjuangkan hak-haknya melalui RUU Anti Diskriminasi yang tengah dibahas di DPR dengan memasukkan semua persoalan lewat Daftar Investarisasi masalah (DIM). Fokus kita bahwa LGBT ini harus menjadi bahan pokok diskusi di kalangan anggota DPR, tandas Rido.

 

Fatwa Pakar

Ditemui secara terpisah, Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin dengan tegas menyatakan bahwa pernikahan sejenis adalah haram. Masak laki-laki sama laki-laki atau perempuan sama perempuan. Itu kan kaumnya Nabi Luth. Perbuatan ini jelas lebih buruk daripada zina, ujar Ma'ruf.

 

Ma'ruf tidak sepakat jika perkawinan sejenis dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia dan nilai-nilai demokrasi. Ini orang-orang yang memutar balikkan. Orang-orang yang kawin sejenis adalah orang yang sakit, tandas Ma'ruf.

 

Penolakan terhadap perkawinan sejenis juga dinyatakan oleh pengajar hukum Islam Universitas Indonesia, Farida Prihatini. Itu tidak boleh. Dalam Al Quran jelas perkawinan itu antara laki-laki dan perempuan.

 

Menurut Farida, keharaman perkawinan sejenis sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Farida berharap agar mereka yang melakukan perkawinan sejenis disadarkan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan.

 

Di luar negeri seperti Belanda, perkawinan sejenis memang dibenarkan. Bahkan pernah ada pria warga negara Indonesia menikah dengan pria Negeri Kincir Angin itu. Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian juga menganut prinsip yang sama. Lembaga-lembaga yang memperjuangkan hak-hak gay dan lesbian tumbuh. Lembaga seperti American Civil Liberties Union banyak memperjuangkan hak-hak kaum gay dan lesbian.

 

Share:
tanggapan
sebuah catatan,,dulaz 22.03.13 02:09
sebuah catatan,, 1.bayi terlahir hanya memiliki identitas laki2 dan perempuan,,tdk ada identitas homo atau lesbi. 2.manusia terlahir tdk mengenal agama,,dia mengenal agama seiring tumbuh akal fikiran beserta keyakinan setelah dewasa. 3.peradaban berjalan krn adanya proses regenerasi,,seandainya dunia ini di isi pasangan sejenis mungkin peradaban manusia sdh benhenti 1000 abad yg lalu krn tdk adanya regenerasi. 4.tubuh memiliki hak atas fungsinya sendiri2,mata utk melihat,tangan utk mengambil,rahim utk mengandung janin,begitu juga vagina dan penis,,letakkan mrk pd fungsinya masing2. Alam dan segala isinya telah memiliki keteraturan, terkadang manusialah yg sering membuat semuanya tdk teratur dg berbagai alasan yg tumbuh dr persepsi fikiran dan akalnya,,Agama hanyalah mempermudah bagi mereka yg mencari Tuhan,,dan bagi yang tdk percaya agama mungkin mrk sedang mencari jawaban tentang perannya di hadapan alam. jk ada yg berkata "jiwa kami terjebak pd tubuh yg salah' saya berpendapat Tubuh tdk pernah salah krn itu takdir alam,,yg salah adl penempatan jiwanya,,apakah kita sdh menempatkan di tempat yg sudah benar atau belum? kalau kita berbicara HAM kita terlalu jauh membela diri kita melampaui hak2 tubuh kita yg di ciptakan alam,,, semua hal itu benar krn kita terus membenarkan,,dan semua hal akan menjadi salah,,krn kita terus menyalahkan,,
smilepikacu 08.05.09 15:56
saya bangga pada anda karna anda berani mengekspresikan apa yang ada dalam hati anda,karena pada hakikatx tiap manusai memiliki kecenderungan yang berbeda2 dan itupun sah2 saja,
matilah kau ajo 14.02.07 18:28
salah satu ciri kehancuran umat manusia adalah berperilaku seperti binatang.kehancuran umat ini sudah digambarkan ALLAH dalam AL-QURAN lebih dari empat belas abad yang lalu. apa kita mau negara Indonesiakita yang tercinta ini di hapuskan dari peta dunia karena azab ALLAH seperti umat terdahulu? gak mau la yau. makanya cepatlah kau bertobat sebelum Yang Maha Kuasa menjatuhkan azab kepada negeri yang tercint a ini..............
takut mati la....coi...jane 14.02.07 18:22
gak tau ni knp kejadian, yg jelas ni uda gak betul lagi, masak sama, gak ada enak-enaknya lagi, jadi kembalilah kejalan yang benar. kalo gak bisa juga cepat bertobat sebelum dapat azab dari ALLAH SWT.
religius apanya?bekti 27.03.07 18:21
kalo bisa dihitung dalam sehari berapa ayat dalam alqur'an yang kalian langgar? berapa raka'at solat yang kalian dustai heh? itu juga kalo kalian ngerti kata2 yang kalian ucapkan dalam solat. intinya.. hidup nggak semudah itu coy. sadarkah kalian dengan tekanan sedimikan hebatnya gak ada seseorang pun yang mau jadi homo. it's just is. we are what we are. kami sadar kami gak sempurna, dan kalian juga. Jadi jangan sok menghakimi benar atau salah. keluarlah dari kepicikan kalian.
Hmmm....Tyas 21.04.08 06:27
Saya setuju dengan apa yang diungkap oleh Mas Rido. Pernikahan itu bukan permasalahan. Entah itu terjadi antara kaum hetero, homo, atau trans sekalipun.... Pernikahan lebih mengikat komitmen antara kedua belah pihak. Seharusnya kalian-kalian atau orang yang disebut PAKAR sekalipun, tidak berhak memberikan judgement 'sakit' atau 'kelainan', berarti mereka tidak tahu menahu tentang apa itu hetero, homo, atau trans sekalipun. Dengan mengatasnamakan agama, kalian mendeskriminasikan kaum homo atau trans. Mereka juga sama manusia, mereka juga punya hak untuk mencintai dan dicintai. Di sini menuntut kita untuk memahami perbedaan yang terjadi di antara kita, sesama manusia. Apakah kalian pikir, dengan menyandang orientasi seksual hetero, itu lebih bagus daripada homo atau trans? Menurut saya tidak! Banyak... bahkan lebih banyak di antara kalian yang hetero, yang merasa dirinya lebih baik dari kaum manapun, melakukan tindakan yang lebih bejat dari LGT (dalam hal ini saya tidak menyebut biseksual, karena mereka cenderung tidak terlihat dan dapat menyembunyikan identitas seksualnya).... Coba kalian pikir, banyak ulama2 kita yang SOK AGAMIS melakukan hubunga seksual di luar nikah, apa itu bukan namanya zina? Banyak Cowok2 yang tidak bertanggung jawab atas lahirnya anak mereka, karena alasan mereka tidak siap menanggung beban dari keluarga yang dialamatkan kepadanya, karena menghamili kekasihnya...Berapa banyak anak yang dilahirkan tanpa orang tua karena perbuatan BEJAT kaum hetero??!! Sok dipikir... berhati-hatilah ketika mengucap kata KELAINAN atau SAKIT.... bahwasanya orang-orang yang berkata demikianlah yang tidak memiliki empati yang cukup mendalam tentang perbedaan yang ada di muka bumi ini. Tuhan saja masih mau menerima kok, kalian saja yang merasa dirinya paling WARAS, yang sebenarnya PAYAH.... Hehehe
catatanSebuah Arti 07.06.13 09:13
PEMBUKTIAN NYA ADALAH DI AKHIRAT KELAK, ALLAH TELAH MENGUTUS ROSSUL NYA UNTUK MENJADI KAN ALAM INI SEIMBANG DALAM RAHMAT NYA, KALO ANDA BERPIKIRAN TUHAN MENERIMA PERILAKU ANDA MAKA ANDA SALAH BESAR, TUHAN SAYANG TERHADAP UMATNYA KALO MEREKA BENAR-BENAR MENJALANKAN FUNGSI DAN TUJUAN MANUSIA ITU SENDIRI BERDASARKAN ATURAN TUHAN, SEKARANG ATURAN TUHAN MANA YANG MENGIJINKAN PRILAKU SEPERTI ITU, DENGAN NYATA TUHAN TIDAK MENERIMA NYA DENGAN BUKTI PENGHANCURAN UMAT NAB LUTH DI MUKA BUMI, APAKAH ANDA INGN MERASAKAN PENGHANCURAN ITU TERULANG KEMBALI. APAKAH ANDA MEMPERTANYAKAN KEKUASAAN TUHAN? APAKAH BELUM JELAS BUKTI TUHAN YANG SUDAH ADA DIDEPAN MATA ANDA, ATAU MEMANG ANDA TIDAK MENYADARI HAL ITU, SUNGGUH IRONI DENGAN PERNYATAAN ANDA TENTANG ANTARA BENAR DAN SALAH, JIKA ANDA MEMILIKI AGAMA APA YANG SUDAH ANDA PELAJARI TENTANG AGAMA ANDA, DAN APA YANG TELAH AGAMA ANDA AJARKAN TERHADAP ANDA TENTANG KEBENARAN, KALO ANDA INGIN MEMBENARKAN PERNYATAAN ANDA MAKA JANGAN SEKALI-KALI JANGAN BAWA NAMA TUHAN, KARENA SIFAT TUHAN TIDAK SEANGKUH PEMIKIRAN MANUSIA. SARAN SAYA COBA TANYA PADA HATI NURANI ANDA APAKAH PERILAKU ANDA DAN LGBT ITU SALAH ATAU BENAR. TERIMA KASIH
orang yang sakit..hedi 31.10.06 13:41
Saya sangat setuju dengan pernyataan Ketua MUI yang menyatakan bahwa mereka yang menikah sejenis adalah orang-orang yang sakit. Mungkin tidak sakit secara lahiriah, tetapi sakit secara kejiwaan. Bagaimana mereka bisa berpikir bahwa pasangan mereka adalah dari jenis mereka sendiri. Tuhan telah menciptakan (jika mereka percaya keberadaan Tuhan) perempuan dan laki-laki sebagai pasanganya. Dari segi bentuk fisik tubuh pun, secara naluri memang pasangan laki-laki adalah perempuan. Hukum alam pun menyatakan bahwa seorang bayi lahir karena ada laki-laki dan perempuan. Tidak mungkin perempuan-perempuan bisa hamil tanpa ada peranan laki-laki. Sebenarnya dalil apalagi yang mereka usung untuk membela hak mereka? Lah wong mereka berangkat dari pemikiran yang sakit, kok. Ada juga pemikiran mereka yang menyatakan bahwa mereka adalah wanita yang terjebak dalam tubuh pria atau pun sebaliknya. Yang menjadi pertanyaan, apakah Tuhan telah memasukkan ruh ke dalam Tubuh yang salah? Sekali lagi jika mereka percaya Tuhan, pastilah mereka sadar. Dengan kerendahan hati, sebelum terlalu jauh berjuang atas nama HAM dan ingin mendapatkan legitimasi, BEROBATLAH, SADAR DAN BERTOBATLAH!! Semoga Tuhan mengampuni kita semua. Wallahu'alam.
Permintaan yang tidak memiliki dasar hukumCipta 30.10.06 11:17
Jelas terlihat bahwa artikel ini tidak memiliki konteks hukum sama sekali. hak asasi manusia maupun liberalisme dan kebebasan yang disuarakan hanyalah dalih demi popularitas. Indonesia memiliki dasarnegara pancasila yang menjadi sumber dari segala sumber hukum.dan sila pertama yg juga menjiwai sila lainnya adalah ketuhanan. selama agama yang diakui oleh negara tidak mengenal perkawainan sejenis, buat apa memikirkan ide tersebut? (kecuali untuk melakukan pembodohan publik...)
ruwetsaint seiya 30.01.07 14:30
Udah boom aja kali
manusia diciptakan laki-laki dan perempuanjanis edhiwibowo,s.h. 21.10.06 22:21
Itulah salah satu tanda-tanda kiamat semakin dekat. Apakah kita bangsa yang religius akan meniru dengan mensahkan UU yang akan melegetimasi perkawinan sejenis? hanya orang-orang yang berpikiran waras atau normal sajalah yang menolak perkawinan sejenis. Sebab Allah SWT menciptakan manusia Laki-laki dan perempuan.
First Previous 1 2 Next Last

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.