hukumonline
Selasa, 15 Januari 2008
Bee Movie: Tatkala Lebah Menuntut Manusia
Di pengadilan, lebah menghadirkan penyanyi Sting sebagai saksi.
YCB
Dibaca: 1464 Tanggapan: 0
Bee Movie: Tatkala Lebah Menuntut Manusia
Foto: www.jetsetstudio.com

Ingin bermanfaat bagi semua? Contohlah lebah si pemanen sari bunga. Madu yang diproduksi lebah bisa dinikmati oleh siapa saja -termasuk manusia. Namun, apa jadinya jika binatang bersengat ini tak terima, hasil jerih payahnya diserobot manusia? Nikmati saja sengitnya perang di meja hijau dua spesies ini dalam film animasi “Bee Movie”. Dijamin lucu plus menyentak alam pikir kita.

Bekerja tanpa henti dari lahir hingga mati. Itulah takdir Apis mellifera alias lebah madu. Sejak keberadaannya di muka bumi 27 juta tahun silam, pekerjaan serangga berlarik hitam-kuning ini cuma satu: memanen madu.

Kata Nabi Muhammad, dan berbagai ahli kesehatan, madu dapat menjadi penyembuh beragam penyakit. Walhasil, manusia musti tahu betul manfaat cairan manis itu. Jadi, selama ini, lebah hanya diperas tenaganya demi melayani manusia? Nah, kaum lebah berhak menuntut manusia di meja hijau, kan?

Pertanyaan nakal, tepatnya gugatan, inilah yang berkecamuk dalam batok kepala komedian Jerry Seinfeld. Penyabet Golden Globe dan Emmy Award ini memproduksi film animasi Bee Movie. Sekaligus, Jerry melakoni tokoh utama -tepatnya pengisi suara (dubber), Barry Bee.

Barry merupakan lebah remaja yang merasa bosan. Dia berpikir kehidupan bangsa serangga ini ajek alias itu-itu saja. Hanya mengambil madu hingga akhir hayat. Satu saat Barry kepincut pada pasukan elit pencari madu (Bee Brigade). Barry turut serta keluar sarang dan menikmati serunya mengail madu di dunia luar.

Bercengkrama dengan alam di luar sarang, Barry selanjutnya bertemu dengan seorang wanita penjual bunga (florist) yang bernama Vanessa (diperankan oleh Renee Zellweger). Keduanya berkawan. Namun, Ken, kekasih Vanessa, selalu ingin melenyapkan Barry.

Berawal dari situlah, Barry tersentak. Ternyata manusia sangat kejam terhadap lebah. Selain ingin memusnahkan lebah yang nyasar ke dalam rumah mereka, manusia juga selalu mengeduk madu dalam jumlah besar-besaran.

Barry merasa kaumnya hanya jadi bulan-bulanan manusia. Kaum manusia dengan gas dan pakaian antisengat melumpuhkan sarang lebah untuk mengambil madu. Karena itulah, Barry segera melayangkan gugatan. Peradilan itu dipimpin oleh Hakim Bumbleden (Oprah Winfrey).

Film ini mengandung kritik tajam. Perusahaan kakap yang sempat tersandung skandal keuangan, Enron, dipelesetkan menjadi Honron (dari kata honey, yang artinya madu). Film ini juga menyinggung tokoh kartun tenar, Winnie The Pooh dan Piglet. Winnie si beruang madu, tokoh keluaran Walt Disney, di balik wajah manisnya tersimpan rasa tega menjarah madu dari sarang lebah.

Kaum lebah juga menyinggung, golongan selebritis pun mendompleng mereka. Barry menghadirkan pemusik kawakan Sting ke pengadilan. Barry menuding Sting, yang bernama asli Gordon Matthew Thommas Sumner, menuai popularitas dengan mengambil nama dari bagian tubuh lebah (sting artinya sengat).

Barry juga menuntut ditariknya produk madu yang memajang wajah aktor Ray Liotta. Ray dituding memanfaatkan ketenarannya demi menyedot omzet sebuah perusahaan penghasil madu. Ray dibuat naik pitam di ruang pengadilan. Ray hendak menindas Barry dengan piala Emmy Award yang pernah dia raih. Hal ini dimanfaatkan oleh Barry si lebah untuk memancing simpati dari hakim dan juri.

Walhasil, hakim dan juri memenangkan Barry. Produk Ray harus ditarik dari pasaran. Perusahaan madu bangkrut total. Semua madu harus dikembalikan ke sarang lebah. Kaum lebah mencapai kemenangan di meja hijau. Kemenangan yang manis!

Namun, putusan ini juga punya dampak besar. Lebah yang menikmati limpahan madu tak mau lagi bekerja. Mereka duduk manis saja di dalam sarang. Akibatnya, benang sari bunga (sel jantan) yang seringkali menempel pada kaki lebah tak lagi pernah membuahi putik (sel betina). Bunga-bunga layu. Bisnis Vanessa jeblok.

Lebih jauh dari itu, nganggurnya kaum lebah bisa mengancam keberadaan semua makhluk di dunia. Pohon dan buah tak mau lagi tumbuh. Punahnya bunga berarti hilangnya madu. Barry bersama Vanessa harus segera memulihkan kembali kondisi ini.

Film Sukses
Film yang dibandari oleh Paramount Picture dan Dream Work ini turut disemarakkan oleh pesohor kelas wahid. Sebut saja Larry King, ratu talkshow Oprah Winfrey, si jelita Renee Zellweger, dan tukang ngocol Chris Rock. Dus, ada kameo (pemeran diri sendiri) pentolan band Police, Sting, serta peraih Emmy Award Ray Liotta. Sekadar info tambahan, Anda bisa juga melihat aksi konyol Ray dalam film The Wild Hogs (John Travolta dan Martin Lawrence).

Tak ayal layar lebar seantero dunia menyambut manis film ini. Film yang dilempar pada November silam ini menggembol pendapatan level box office. Dari bujet belanja AS$150 juta, film ini memanen pemasukan AS$257,27 juta.  Dari segi omzet bioskop sedunia, film ini bertengger di ranking 26 besar, pada posisi awal Januari 2008 lalu.

Film yang masih gres ini cocok sebagai hiburan di ruang keluarga. Hikmahnya, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dengan karunia akal, jangan terlalu kemaruk mengeruk kekayaan alam. Kita harus berbagi dengan ciptaan Tuhan lainnya. Serta, jangan pernah lari dari pakem takdir kita. Nah, wahai para lebah, nikmatilah peran kalian sebagai penambang madu.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.