hukumonline
Selasa, 05 Mei 2009
KPK Ungkap Kasus Korupsi di PLN Jawa Timur
Dibaca: 2304 Tanggapan: 4

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan tekadnya untuk terus memberantas korupsi. Kali ini KPK membongkar kasus dugaan korupsi dalam pengadaan outsourcing pengelolaan sistem manajemen berbasis teknologi informasi alias Content Management System (CMS) di PLN distribusi Jawa Timur.

 

Bahkan KPK sudah menetapkan mantan General Manager PLN Jawa Timur, Hariadi Sadono, sebagai tersangka dalam kasus ini. Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/4).

 

Hariadi Sadono, lanjut Chandra, diduga melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "PLN membuat software atau aplikasi untuk pelanggan Jawa Timur dan kita duga dalam proses pengadaan tersebut melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 3," terang Cahndra

 

Untuk sementara nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 80 miliar. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini, imbuh Chandra. 

 

Untuk mengembangkan kasus ini, pada hari yang sama KPK melakukan penggeledahan di kantor salah satu rekanan PLN Jawa Timur di bilangan Jakarta Selatan.
Share:
tanggapan
tanggapanbambang setiadi 13.05.09 10:54
bukankah pengadaan sistem online itu demi kemudahan pembayaran listrik pelanggan di jawa timur? kok malah dijadikan tersangka korupsi? tolong ya, investigasi yang menyeluruh & teliti. jangan asal tuduh saja. apalagi main hukum mati. emang mbah mu presiden? uenak tenan...
korupsi dan korupsiharyadi 26.03.13 21:08
dimana -mana korupsi sampai kiamatpun tetap ada korupsi .yang tidak mau korupsi adalah orang sakit stroke dan kencing manis yang menahun.klo masih bisa jalan melekat tetap ingin korup dan nambah bini lagi itulah namanaya manusia yng tiada puas
hukumbalancing 06.05.09 19:44
Hukum Mati aja tuh Harijadi Sadono
Melihat secara Jernih Kasus CMS di PLN Jawa TimurAgung Hendradi Kuswardjanto 04.06.09 13:50
Membaca berita di media dimana HS di tetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi CMS di PLN Jawa Timu, perlu dilihat beberapa hal sebagai berikut : 1. KPK yang menjadi lembaga penegakan hukum di bidang korupsi sudah mengabaikan asas praduga tak bersalah, terbukti bahwa tidak adanya bukti yang konkret atas tuduhan tersebut serta kasus tersebut baru menjadi dugaan saja, seseorang dapat dijadikan tersangka setelah melalui proses penyidikan dan didukung oleh bukti-bukti yang akurat. 2. Sebaiknya KPK melihat kasus ini secara lebih jernih, jangan hanya melihat karena ada unsur muatan politis dari internal PLN. bila KPK lebih jeli sesungguhnya kasus CIS-RSI yang terjadi di wilayah Jakarta-Tangerang lebih kental nuansa Korupsinya,proyek ini pernah akan diselidiki dan dibongkar pada masa kepemimpinan Bp. Edi Widiono atas permintaan Meneg BUMN, namun beliau disibukkan dengan kasus borang sebagai pengalih perhatian, tidak berhasil dengan beliau, Ali Herman Ibrahim yang menjadi tumbalnya. 3. HS terkenal sebagai pekerja keras dan tidak neko-neko, baik semenjak di Banjarmasin, semarang, Lampung, Jatim sampai dengan posisinya sekarang, beliau adalah profesional yang berprestasi di wilayah binaannya, satu contoh keberhasilan meningkatkan penerimaan pendapatan dan menekan pencurian listrik selama menjabat sebagai GM jawa Timur. peningkatan pendapatan PLN Jawa Timur didapat melalui program CMS. 4. Apabila KPK jeli, seharusnya yang menjadi tersangka kuat adalah Fahmi Mochtar, karena kasus CMS ini sudah pernah masuk penyidikan dan terbukti tidak di temukan asas korupsi, pada masa itu Kejati-nya adalah Bp. Marwan Efendi. Saran saya, lihatlah kasus ini secara proporsional dengan meniadakan kepentingan politik dibelakang ini semua.Sukses selalu KPK, semoga berhasil memberantas Korupsi di Indonesia
Adili kasus korupsi mulai dari akarnyaAnton 17.01.12 15:48
Semoga para pimpinan kita saat ini bisa berusaha berlaku adil dalam memutuskan perkara. Kalau tidak, maka masalah tak terpecahkan, dan rakyat menjadi terdholimi. Beajar dari negara-nagar lain seperti Libya, Iraq, dan banyak lagi yang lain. Apabila rakyat merasa didholimi, maka dazzal akan turun berupa peperangan, bencana alam, seperti tsunami dsb.... bahkan bisa berwujud pemusnahan suatu bangsa, kelompok, keluarga (contoh klg Kadafhi, klg Saddam dsb) habis dimusnahkan oleh kekuatan dazzal sekutu atau oleh kekuatan lain. Atau tuh contoh lain, krn salah mengadili orang sekarang malah mendapat kisas kena batunya sendiri. Kita sebagai anak bangsa semua harus sadar akan hal ini.... bangun-bangun negara ini dengan sejujurnya dan seadil-adilnya .....
tanggapansutomo 10.05.09 07:41
masih banyak sih korupsi lain contoh baca meter yang diborongkan senilai 1.300 - 1.500 / pelanggan. padahal yang dibayarkan ke petugas baca meter 40.000 / 100 plg. jadi ke baca meter hanya terimah 400 / plg. selisihnya 900 dikali 7 juta plg listrik jatim, berapa yah...630.000.0000 / bulan.

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.