hukumonline
Jumat, 08 Mei 2009
MA Tegaskan Sikap Terkait Kisruh Organisasi Advokat
Dibaca: 4463 Tanggapan: 63

Akhirnya, Mahkamah Agung menegaskan sikap terkait kisruh yang terjadi di tubuh organisasi advokat. Sebagaimana diketahui, saat ini terdapat dua organisasi yang mengklaim sebagai wadah tunggal organisasi advokat, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI). Kondisi ini sempat membingungkan kalangan advokat, khususnya advokat muda.

 

Kabiro Humas MA Nurhadi mengatakan MA telah menerbitkan Surat Ketua MA nomor 052/KMA/V/2009 perihal Sikap MA terhadap Organisasi Advokat tertanggal 1 Mei 2009. Surat ini menginstruksikan para ketua pengadilan tinggi untuk tidak menggelar pengambilan sumpah advokat baru. Instruksi ini berlaku hingga ada penyelesaian atas kisruh organisasi advokat. Sampai ada organisasi wadah tunggal sesuai UU advokat, Nurhadi menegaskan. 

 

Pasal 4 ayat (1) UU Advokat berbunyi Sebelum menjalankan profesinya, Advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya.

Share:
tanggapan
TanggapanSorenk 11.06.12 23:44
Sudah waktunya Negara mengambil alih dalam perdebatan wadah tunggal Advokat ini. jangan samapai darah tumpah sia-sia karena masalah klaim legalitas.
Bubarkan semua organisasi AdvokatDr. Haris, SH, MH 06.07.09 12:03
menjadi Advokat di Indonesia memang terlalu mudah apalagi pada organisasi yang baru sekarang(sah atau tidak saya tidak tau), saya punya teman di luar seorang lawyer.. untuk menjadi lawyer harus melewati banyak tahap..magang 5 tahun di pengadilan belum lagi awalnya harus memberikan jasa gratis, nah di indonesia soal ujian ssaja ga mutu, yang menyelanggarakan sama saja tidak ada mutu...bubar saya semua organisasi advokat..para senior advokat juga tidak punya otak..bisanya bikin ricuh demi kepentingan dan permintaaan beberapa pihak....
APA SIH BENANG MERAH DARI INI SEMUA ???Rudy Otoluwa, SH 12.06.09 22:38
Saya kira ini tidak hanya mengenai prosedur pembentukan suatu organisasi yang disyaratkan oleh undang-undang, dimana berdasarkan rumor yang berkembang adalah kisruh ini di sebabkan oleh egoisme, konflik interest, bahkan menyangkut masalah uang... inilah yang menjadikan tidak pernah dapat mencapai kata sepakat diantara mereka... Tapi kenapa kita (calon advocat) yang menjadi korban??? kenapa tidak kita desak saja mereka (para petinggi) untuk dapat melebur untuk kepentingan bersama, nasional dan untuk kepentingan hukum kedepan... Mari kita selaku calon advocat bersama-sama menyikapi ini juga dengan berfikir dan mencari mekanisme apa yang tepat untuk menyatukan para petinggi,, kalau perlu kita lengserkan mereka dan kita cari petinggi yang berjiwa besar dalam menerima perbedaan... terima kasih
jangan campuriwintarsa 23.05.09 10:38
jangan campuri urusan kami para advokat, kami organisasi mandiri tidak dapat dicampuri lebaga tinggi negara manapun, biarkan perpecahan kami menjadi sesuatu yang dapat kami(Para Advokat)selami dan ambil hikamhnya sendiri, HIDUP ADVOKAT INDONESIA
Yang buat SK lagi bingung...Indra J. Tirtakusuma 20.05.09 17:52
Forget it dengan SK MA No.052/KMA/V/2009...karena efektifitas sumpah bukan ditentukan oleh PT, kami bersumpah untuk diri sendiri dan bersumpah atas nama Tuhan Y.M.E. Jadi menurut saya SK MA itu tidak berarti apa2 dan tidak lebih dari sebuah produk yang dibuat oleh orang bingung dan agak mulai pikun.......
wah...mas sampeyan ndal merasakanharianto,smg 19.05.09 18:22
dari keci2 cita2 jd advocat...e...nunggu dilantik,....MA ne kputusan merugikan calon2 advocat...knapa yang kena getah kok malah yg ndak bersalah ..knpa yg gontok2 an di ats aja yg kena imbas keputusan MA
komentarkuTanto 19.05.09 20:51
Di dlm UU Advokat sdh sangat jelas bahwa Pengangkatan Advokat dilakukan oleh Organisasi Advokat.Organisasi Advokat bersifat bebas dan Mandiri. Pertanyaan saya: Dimana letak kebebasan dan kemandirian Organisasi Advokat kalau harus disumpah oleh Pengadilan Tinggi? Menurut saya seharusnya MA lebih teliti lagi mencermati isi Undang-Undang.
satu lagi lembaga yang menyiksa calon advokat indra 19.05.09 12:11
ini wujud intervensi MA terhadap advokat, seharusnya jika memang MA mau ambil bagian untuk penyelesaian kisruh organisasi advokat bukan malah mengintervensi begini kalau sikap MA begini bukan malah mengurangi penderitaan calon-calon advokat atau advokat- advokat muda malah, menambah penderitaan calon advokat dan advokat muda tersebut.
RINTIHAN CALON ADVOKATmuansyah 18.05.09 17:29
KEPADA BAPAK / IBU PENGURUS PERADI YAMG TERHORMAT, KAMI HANYA MENGUTARAKAN SATU PERTANYAAN SAJA, " BAGAIMANA NASIB DARI CALON ADVOKAT SETELAH KELUARMYA SK MA TENTANG LARANGAN PENGADILAN TINGGI DALAM PENGANGKATAN/PENGAMBILAN SUMPAH ADVOLAT BARU...? MOHON SEGERA DIJAWAB...!
Judeg..semar mesem 17.05.09 17:36
Ribut PERADI dan KAI tidak pernah menemukan titik temu yang elegan, semua podo ngototnya, sama-sama mengklain organisasinya adalah legal, amanah dst.. Sikap sama-sama ngotot para senior menurut saya menyebabkan distorsi-distorsi di sana-sini. Padahal ada tugas yang lebih besar bagi para advokat, yaitu penegakan hukum secara universal. Surat MA, bagi saya adalah tamparan yang sangat keras bagi 2 organisasi ini. Wong di suruh selesaikan sendiri masalahnya kok gak bisa. Ya sudah MA turun dengan membuat SEMA ini. Menurut saya cukup fair, agar kengototan 2 organisasi ini menjadi cair dan akhirnya menjadi 1 organisasi tunggal sesuai amanat undang-undang. Kalau masih ngotot gini, saya ya semakin Judeg..dan kasihan rekan-rekan advokat muda yang pingin jadi advokat beneran.....
First Previous 1 2 3 4 5 6 7 Next Last

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.