Dua pilot berpengalaman kembali menerbangkan pesawat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Demikian sambutan pelaksana tugas pimpinan KPK Mas Achmad Santosa saat melepas jabatannya di kantor komisi, Selasa (8/12).
Dia mengibaratkan, bersama Plt lain yaitu Waluyo, mereka menjadi pilot saat pesawat KPK menghadapi kondisi turbulensi. Beruntung, lanjut Ota, pesawat itu dapat mendarat di bandara transit.
Sesampainya mendarat, lanjut Ota, dua pilot berpengalaman kembali menerbangkan pesawat dalam situasi sama.
Ota lanjutkan, kini pesawat tersebut terbang tak hanya dengan dua pilot berpengalaman. "Ditambah tiga pilot lagi, pesawat yang canggih itu terbang untuk membawa harapan masyarakat."
Sedangkan Waluyo mengibaratkan saat dia masuk, KPK dalam kondisi krisis. Seharusnya kondisi tersebut menjadi titik balik bagi setiap orang untuk melakukan terbaik bagi penanganan korupsi.
Dia mengingatkan, setidaknya dalam dua bulan terakhir, banyak energi terbuang dari masing-masing pihak untuk berkonflik. "Bayangkan jika energi tersebut digunakan untuk memberantas korupsi," tukas Waluyo.
Pada kesempatan sama, Chandra mengatakan, saat ini kemarahan masyarakat bangkit terhadap koruptor telah bangkit. "Ini bagian dari perubahan kultural yang bangkit pada momentum beberapa bulan terakhir dan harus dijaga," paparnya.