Selasa, 09 February 2010
Hakim Tolak Praperadilan Aan
Rfq
1

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan Susandhi bin Sukatman alias Aan, Selasa (9/2). Hakim tunggal Mustari menilai penangkapan yang dilakukan terhadap Aan sudah memenuhi rumusan Pasal 17 KUHAP, yaitu dilakukan berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup.

 

Pada bagian lain putusannya, hakim menilai tindakan penggeledahan dan penyiksaan yang dilakukan kepolisian tidak termasuk dalam ruang lingkup praperadilan. Pasal 77 KUHAP sudah mengatur secara terbatas apa saja yang termasuk dalam obyek praperadilan, yaitu pada sah tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, penghentian penuntutan, serta permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarga atau pihak lain.

 

 

kemana harus mengadu
 - fanny anggrainy
10.02.10 14:35
itulah susahnya pra peradilan, sangat sempit wilayah pemeriksaan yg dilakukan, klo seseorang mengalami penyiksaan, kemana harus mengadu, klo bukan pada hakim? klo ke kompolnas atau unit P3D, waw..impossible banget, masak sih hakim hanya menjadi "corong undang-undang" tdk mempertimbangkan kerugian seseorang yg 'disiksa oleh polisi? trus kemana dong mengadunya klo bgt, pake UU KIP ? apa iya bs... soalnya pasti ga ada saksi yg lhat penyiksaan itu krn biasanya dilakukan pd mlm hari, atau dilakukan bukan oleh penyidik tanpa menggunakan identitas, shg ga ada saksi... so.. apa dibiarkan sj org disiksa pak hakim ???? pdh neg Ind sdh meratifikasi UU antipenyiksaan terhadap tahanan lho!!!!!
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.