Mantan anggota Komisi IX DPR-RI periode 1999-2004 Agus Condro Prayitno dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai janggal pimpinan partai tersebut tak tahu penerimaan Traveller Cheque (TC). “Aneh, di PDIP tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari pimpinan,” terangnya ketika dihubungi, Selasa (9/3).
Pernyataan Agus Condro menanggapi pengakuan Tjahjo Kumolo yang mengatakan tak tahu menahu mengenai penerimaan TC terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Kala itu, calon dari PDIP, Miranda S Goeltom dipilih oleh 41 dari 52 anggota Komisi IX DPR-RI.
Penerimaan TC itu tengah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dengan terdakwa anggota F-PDIP Dudhie Makmun Murod. Agus Condro menduga Tjahjo sebagai unsur pimpinan dan pimpinan partai itu tahu penerimaan. “Kurang logis bila Tjahjo atau pimpinan PDIP lain menyatakan tidak menerima,” tegasnya.
Agus menyatakan, dia tak tahu asal TC yang dia terima. Dia hanya tahu, TC tersebut dibagikan di ruang Emir Moeis. “Ndak ada yang bertanya asal TC dari mana, hanya ada yang mengatakan dana sudah cair dan dapat diambil di ruang Emir Moeis. Ngertinya dari Miranda,” papar Agus Condro.
Dia menambahkan, anggota F-PDIP di Komisi Keuangan sebanyak 18 orang, Golkar ada 12 orang. Sisanya dari Fraksi Reformasi, yang merupakan gabungan dari Partai Persatuan Pembangunan, PKB, dan PBB.
Menurutnya, sebelum menerima, sudah ada rumor jika memilih Miranda akan ada uang. Agus Condro menuturkan sebelum pertemuan di Hotel Dharmawangsa, anggota Komisi IX dari F-PDIP dikumpulkan diberi arahan untuk memilih Miranda. “Kalau tak salah, Tjahjo kumolo mengatakan, Miranda berani 300, tapi kalau 500 tidak keberatan,” ujar Agus Condro. Dia lalu melanjutkan, 300 dan 500 itu berarti Rp300 juta dan Rp500 juta.