hukumonline
Selasa, 25 Mei 2010
Dua Kubu KAI Laksanakan Pelantikan Advokat
Masing-masing mengaku paling sah.
IHW/Mys
Dibaca: 6632 Tanggapan: 23
Dua Kubu KAI Laksanakan Pelantikan Advokat
Suasana pengangakatan calon advokat PERADI 2010. Foto: Sgp

 Perpecahan internal di tubuh Kongres Advokat Indonesia (KAI) tak bisa ditutupi lagi. Ada dua kepengurusan yang masing-masing mengaku paling sah mengatasnamakan dan menjalankan tugas organisasi dalam melantik advokat baru.

 

Kubu pertama diwakili Presiden KAI Indra Sahnun Lubis dan pelaksana tugas Sekjen Abdul Rahim Hasibuan. Sedangkan kubu kedua terdiri dari empat pelaksana tugas Presiden KAI yaitu Eggi Sudjana, Zulkifli Nasution, Soehardi Soemomoeljono dan Ananthika Budiartika. Posisi Sekjen di kubu kedua ini diisi Roberto Hutagalung.

 

Diawali dengan pengumuman di website KAI, kubu Indra Sahnun Lubis membuat pengumuman tentang alamat resmi dan Panitia Nasional Ujian Calon Advokat dan DKPA (Diklat Khusus Profesi Advokat yang diakui secara resmi oleh kubu Indra. Selain itu, kubu ini mengumumkan bahwa pelantikan calon advokat KAI dilakukan pada 5 Juni 2010.

 

Kepengurusan Eggi Sudjana c.s tak mau kalah. Lewat harian Kompas tertanggal 8 Mei 2010, kubu ini mengumumkan rencana pelantikan advokat pada Sabtu 29 Juni 2010 mendatang di Wisma Bakti, Pancoran, Jakarta Selatan. Didaulat sebagai Ketua Panitia Pelantikan adalah Bahari Gultom.

 

Atas pengumuman itu, kepengurusan Indra Sahnun tak tinggal diam. Lewat media yang sama tertanggal 22 Mei 2010, kubu Indra memuat iklan yang berisi bantahan atas pengumuman kubu Eggi dkk. “DPP KAI dan PANNAS UCA (Panitia Nasional Ujian Calon Advokat) KAI hanya akan mengurus penyumpahan advokat yang dilantik oleh DPP pimpinan H. Indra Sahnun Lubis dan Ketua UCA Tommy Sihotang,” demikian penggalan isi pengumuman.

 

Dalam iklan pengumuman itu, kubu Indra Sahnun menyatakan akan segera melaporkan Eggi Sudjana dkk ke kepolisian atas dugaan penipuan karena menyelenggarakan pelantikan advokat tanpa hak.

 
Saling klaim

Kepada hukumonline, Bahari Gultom mengaku akan tetap melangsungkan pelantikan advokat KAI pada 29 Mei mendatang. Ia tak gentar terhadap ancaman kubu Indra Sahnun yang akan memperkarakan masalah ini ke kepolisian. “Kami akan tetap melakukan pelantikan, karena kami diangkat menjadi Panitia Pelantikan oleh pengurus DPP (Eggi Sudjana c.s) yang sah secara hukum,” kata Bahari, lewat telepon, Senin (24/5)

 

Bahari bahkan mengaku pihaknya telah menerima ratusan pendaftaran calon advokat. “Bahkan banyak juga yang dari luar jawa.”  

 

Dalam waktu dekat, lanjut Bahari, pihaknya akan mendatangi Pengadilan Tinggi Jakarta untuk memberitahukan rencana pelantikan advokat baru KAI ini. “Sekaligus memberitahu Pengadilan Tinggi untuk melakukan pengambilan sumpah.”

 

Sebaliknya, Tommy Sihotang menegaskan bahwa pihaknya yang paling sah secara hukum. Sebab, Eggi Sudjana dkk -termasuk Bahari Gultom- sudah dicopot dari jabatan dan keanggotaannya di KAI. “Jadi atas dasar apa mereka melakukan pelantikan? Mereka sama sekali tak punya hak melakukan itu,” ujarnya.

 

Selain mengklaim dirinya yang paling sah, masing-masing kubu mematok tarif berbeda untuk biaya pelantikan advokat baru. Kubu Indra Sahnun memasang biaya Rp2 juta untuk tiap calon advokat, sementara kubu Eggi Sudjana ‘hanya’ Rp800 ribu.

 
Nasib calon advokat

Perpecahan pengurus yang berujung pada terbelahnya prosesi pelantikan tentunya menyinggung nasib calon advokat yang akan dilantik. Kedua kubu pun punya pandangan berbeda menyikapi calon advokat yang akan dilantik oleh kubu lawan.

 

Pihak Eggi Sudjana c.s misalnya. “Kami tetap akan mengakui advokat yang dilantik oleh mereka (Indra Sahnun), karena KAI itu tetap satu,” aku Bahari.

 

Sedangkan pihak Indra Sahnun tegas menolak calon advokat yang bakal dilantik Eggi c.s. “Tidak akan kami akui dan tidak akan pernah kami bantu urus untuk masalah penyumpahannya nanti.”

 

Dua calon advokat KAI, kepada hukumonline, mengaku memilih mengikuti pelantikan kubu Indra Sahnun meski biayanya lebih mahal hampir tiga kali lipat. Salah satunya adalah Wira yang saat ini menetap di Surabaya. Ia berencana datang ke Jakarta untuk mengikuti pelantikan pada 5 Juni mendatang. “Karena kepengurusan yang paling sah adalah kepengurusan Indra Sahnun,” ujarnya.

 

Gray, calon advokat yang lain, sependapat dengan Wira. Menurut dia, berdasarkan logika organisasi, Indra Sahnun tetap menjadi pemimpin yang paling sah. “Sebab, Indra Sahnun diangkat lewat mekanisme kongres. Oleh karenanya, sebelum ada keputusan kongres yang memberhentikannya, ia tetap Presiden KAI yang sah.”

 
Share:
tanggapan
REVISI UU ADVOKATHasnan Manik, S.H. 28.03.11 11:50
Solusi praktis untuk menyelesaikan perdebatan tanpa solusi konkret dan final adalah revisi uu advokat, yang kembali dirumuskan secara lebih jelas tanpa memunculkn bias interpretasi. Advokat harus jaga kewibawaannya..
Kembalikan ke PTAchmad Bachrudin Bakrie 29.10.10 09:15
Keluarnya UU No. 18/2003 justru menjadikan polemik di dunia Advokad..Perpecahan Peradi - kAI....Perpecahan itu bukan substansial tetapi hanya eksistensialis advokad semata....justru semakin membingungkan para calon advokad baru......bahkan kabar terbaru Peradii mulai membuka anggota baru diluar Peradi ....Advokad KAI bisa masuk....semakin melegalkan semua cara.....Sekarang yang terbaik biarkan kedua organisasi itu berdiri....tetapi PT harus melantik calon advokad dari semua organisasi....Sebenarnya Trouble Makernya ada di PT.....
PT bukan trouble makerdonking 09.11.10 11:15
kalo boleh saya bicara perpecahan PERADI dan KAI adalah mengenai konflik kepentingan diantara sesama pengurus dan anggota. Advokat tidak mengerti mekanisme organisasi di mana ada beberapa pengurus atau anggota yang tidak puas dengan kepemimpinan pengurus, namun menggunakan cara yang bisa dikatakan kekanak-kanakan dengan mendirikan organisasi baru, PT tidak terkait dan di luar permasalahan, karena PT sebagai lembaga yudikatif melaksanakan pengambilan sumpah atas dasar amanat UU yang sangat jelas diatur dalam UU 18/2003. PT bersikap pasif. nah kalo misal presiden tidak bisa dilantik oleh MA, apakah bisa dikatakan trouble maker adalah MA...............???
ADVOKAT INDONESIAGUS SUPRIHATIN SH. 20.10.10 11:36
Sudah seharusnya advokat itu harus bisa mawas diri dan berbuat untuk kepentingan masarakat pencari keadilan , advokat itu berada di tengah2 masarakat seharusnya bisa menjadi contoh teladan serta memberikan bantuan kepadad masarak bukan malah ribut sediri berkutat sah dan tidak sah masalah keagotaanya masing2 organisasi, mari kita bersatuuntk maju advokat INDONESIA.
Permata, walaupun tersembunyi di dalam lumpur, tidak akan hilang kilaunya.Yulita Dyah Prabudiningrum 27.09.10 09:38
Saya hanya menekankan, jika ingin mendapatkan sesuatu yg berharga, maka diperlukan sebuah perjuangan. Peradi, walaupun diobok-obok, tetap menunjukkan jati diri yg sejati. Manusia itu yg dipegang adalah mulutnya. Klu para pemimpin sebuah organisasi aja mencla-mencle n tdk memberikan contoh yg baik, bagaimana organisasi tsb dpt berlanjut? Yg ada sebuah perpecahan. Ini fakta. Satu lagi, apk standar ukuran Peradi dlm menentukan ssorg yg akan menjadi advokat begitu sulitnya, shg para cln advokat lbh "memilih cara lain" utk mjd advokat? Bukankah hidup ini adl perjuangan tanpa henti? Klu semua ingin mudah n instan, apa jadinya negara ini? Bukankah suatu hal yg membanggakan apabila kita dpt meraih suatu hal yg sulit dgn usaha kita yg maksimal? Seperti wkt kuliah dulu, kita berlomba-lomba utk mdptkan IPK yg terbaik. Mengapa utk mjd advokat dgn standar tertentu saja menyebabkan ketidakmampuan n menempuh cara mudah? Tolong direnungkan lbh dalam. Dgn kualitas diri yg baik, mudah2an lancar dlm mencari rejeki. Buat Peradi, tetaplah bersinar seperti permata!
Setuju.Sri ediono 21.11.10 20:48
Saya sepakat dengan pendapat anda. Mengingat kedudukan profesi advokat sebagai penegak hukum, selayaknya kalau proses rekrumen seorang advokat melalui seleksi yang ketat. Hal demikian yang tercermin di organisasi PERADI. Bukankah dengan perbaikan kualitas seorang advokat, hulunya, masyarakat Indonesia yang diuntungkan. Semoga semuanya semakin membaik. Amin.
Tolong....aulia 19.09.10 16:19
kepada senior2 kai dan peradi tolong bersatu jgn rebutan lahan terus,ingat kita penegak hukum,bukan cuma organisasi ini aja tugas kita msh bnyak tugas kita yang lain dalam penegakan hukum,malu kita dilihat masyarakat indonesia,apa senior2 ini ga pernah jumpa ama masyarakat kecil?mereka tau para advokat lagi bertikai.gimana kita mau bela masyarakat kalau kita aja tidak bisa bersatu.malu kami yang didaerah2 ini gara2 ulah senior2..Tolong ego senoir2 dikesampingkan dulu demi tercapainya wadah tunggal advokat..khusus senoir2 kai.mohon bersatu agar permasalahan ini cepat selesai krn dengan perpecahan kai membuat masalah jadi tambah runyam.kami anggota kai MENYESALKAN perpecahan kai.mohon dimengerti krn kami lelah begini terus..terimakasih
Lembaga Advokat Jadikan Lembaga Hukum PemerintahanDrs.Benaso Harefa,SH.,MH 08.09.10 21:17
Polemik yang terjadi di 2 organisasi Advokat sepatutnya tidak perlukan diperebutkan siapa yang berhak dan tidak. Akan tetapi sesuai UU Nomor 18/2003 tentang Advokat, dimana Advokat adalah salah satu unsur Penegak Hukum. Maka dari itu saya usulkan kiranya organisasi Advokat dapat dijadikan suatu Lembaga Hukum di pemerintahan, supaya sederajat dengan Kepolisian,Kejaksaan dan Kehakiman.Artinya Advokat dapat ikut berperan sebagai Aparatur Penegak Hukum di Pemerintahan dan mendapatkan Hak layaknya aparatur Hukum lainnya.tq.Salam
Silahkan Publik MenilaiAndi Rohandi 29.05.10 22:19
Disaat KAI ISL& ES ribut saling mengklaim paling sah, paling legitimate, bahkan akan saling lapor Polisi, PERADI makin solid dan sukses melaksanakan MUNAS di Pontianak. Jadi silahkan Publik menilai mana organisasi yang layak menjadi wadah tunggal para Advokat. Peradi atau KAI?.. hmm...ck..ck..ck
pikir dulu sebelum ngomongzainal 04.10.10 10:41
ini persoalan aparatur organosasi bos... bukan masalah organisasi mana yang legal atau bukan. bukan berarti organisasi yang berkonflik itu tidak legal dan yang solid adalah organisasi sah.
Peradi Constituteyanto 28.05.10 13:26
KAI itu gak bener.. mereka hanya mempersulit kami para SH yang akan mencari nafkah.. Tolong pada pihak yang punya kepentingan, pikirkanlah anak cucu bumi indonesia yang sedang berjuang hidup. KAI harus BATAL DEMI HUKUM
KAI n Peradi Apa bedaNyaSUPRIADI, S.H 14.09.10 19:10
Jika demikian pemikiran saudara berariti itu justru mempersulit kami mencari nafka, sebagai lulusan KAI sy harap saudara hati2 berkomentar...ini demi penegakan hukum, mungkin yg perlu untuk di perbincangkan hx pada tataran kualitas calon advokat dari masing2 organisasi bukan malah meributkan organosasix.....trima kasih
Kembalikan wewenang di PTRoy 27.05.10 22:27
inilah dinamika dalam advokat indonesia, perpecahan dan ego mulai terlihat, dahulu peradi yang besar mengeluarkan ego dan eksclusive, kini KAI yang anggotanya mulai banyak mulai bertingkah, ya sudah revisi UU ADVOKAT dan kembalikan kewenangannya ke PT. biar gk ada yang ribut lagi
Semar sing Mesemsemar mesem 26.05.10 20:39
Hehehe....nek ngene aku sing wes dadi semar mesem....tambah mesam mesem....delok wongko gontok-gotok'an...sing digoleki kuwi opo to sakjane.....oaaaalllaahh ngger...ngger....
First Previous 1 2 3 Next Last

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.