Sri Mulyani mengakui Fakultas Ekonomi UI memberikan kontribusi signifikan dalam memperkenalkan nilai-nilai yang membentuk karakternya seperti sekarang ini.

Sri Mulyani, sang Champion telah terbang ke negeri Paman Sam. Menanggalkan jabatan prestisius, pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menjadi hidangan rutin media sepanjang awal Mei lalu. Ada pro dan kontra.
Ada yang memaklumi, tetapi ada yang juga berspekulasi seputar alasan perempuan kelahiran Bandar Lampung 48 tahun ini mengundurkan diri. Ada yang (mungkin) senang, tetapi tidak sedikit juga yang menitikkan air mata.
Bagaimana perasaan Sri Mulyani sendiri? 19 Mei lalu, dalam sebuah acara di Kampus UI Salemba, raut muka mantan Kepala Bappenas itu justru terlihat senang. Dalam acara yang disesaki oleh para civitas academia dan alumni Fakultas Ekonomi UI itu, Sri Mulyani memang tampak plong.
Yang tampak di wajahnya tidak lagi hanya senyum kecil khasnya yang kerap terekam di kamera para jurnalis foto. Tanpa sungkan, Sri Mulyani berulang kali tertawa lepas menimpali celotehan para koleganya.
“Mungkin selama enam tahun, baru kali ini saya tertawa sangat lepas,” ibu tiga anak itu menggambarkan perasaannya.
Seorang mahasiswa program Magister Management bernama Haryono melengkapi suasana ceria malam itu dengan menceritakan sebuah lakon wayang orang. Alkisah, tutur Haryono, ada seorang tokoh pahlawan wanita bernama Srikandi. Lalu, ada juga tokoh Cakil yang digambarkan sebagai orang yang pintar menari, melempar keris dan bermain di panggung.
“Kalau Cakil harus pinter, bagaimana Srikandi waktu itu? Srikandi minggir ke Washington ya?” kelakar Haryono yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.
Kedua tokoh itu lalu bertarung. Kepada Srikandi, Haryono berpesan, “kalau Cakil mutar-mutar, cabut saja panahnya, dan panahkan kepada Cakil. Karena Srikandi ahli dalam memanah.”
Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali mencoba memancing Haryono siapa itu Cakil sebenarnya. Dengan sedikit tertawa, Haryono hanya menjawab, “saya takut Sekber.” Gelak tawa kembali membahana.
Malam itu, Sri Mulyani memang ibarat pulang ke rumahnya sendiri. Ia sendiri mengakui Fakultas Ekonomi UI memberikan kontribusi signifikan dalam memperkenalkan nilai-nilai yang membentuk karakternya seperti sekarang ini. “Dengan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari, kita terpanggil dan dipanggil untuk bertanggung jawab secara sosial,” tukasnya mengenang.
Dalam acara tersebut, Deputi Senior Bank Indonesia Muliaman Hadad mengakui bahwa Sri Mulyani adalah karakter yang luar biasa. Muliaman memuji ketabahan Sri Mulyani saat pengambilan keputusan Bank Century yang bersamaan dengan meninggalnya sang ibunda. “Kita bangga, karena banyak persoalan yang dijalaninya dengan baik dan tabah,” ungkapnya.
Kolega Muliaman, Miranda Goeltom turut melontarkan pujian. Mengaku mengenal Sri Mulyani lebih dari 25 tahun, Miranda menilai pemegang gelar PhD dari University of lllinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat itu memang figur yang berintegritas tinggi.
Satu kejadian yang dikenang Miranda adalah Sri Mulyani baru menyelesaikan PhD di Amerika Serikat langsung mendapat tawaran bekerja dengan gaji besar. Tawaran itu ditampiknya dan Sri Mulyani memilih bertahan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI.
“Artinya bukan uang yang nomor satu untuknya. Dan Ia membuktikan sampai sekarang, menjadi Menkeu terbaik selama ini,” puji Miranda.