hukumonline
Kamis, 24 Juni 2010
Peradi-KAI Damai, Ketua MA Perintahkan KPT Ambil Sumpah Advokat Baru
Meski berdamai, kedua kubu punya pandangan berbeda soal nama wadah tunggal.
ASh
Dibaca: 7343 Tanggapan: 16
Peradi-KAI Damai, Ketua MA Perintahkan KPT Ambil Sumpah Advokat Baru
Ketua MA, Harifin A. Tumpa. Foto: Sgp

Kisruh organisasi advokat antara Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) secara de jure berakhir. Pasalnya, kedua organisasi itu telah menandatangani naskah kesepahaman bersama (MoU) di hadapan Ketua Mahkamah Agung, Kamis (24/6).

 

Kubu Peradi diwakili ketua umumnya, Otto Hasibuan. Sementara kubu KAI diwakili presidennya Indra Sahnun Lubis. Acara penandatangan itu pun disaksikan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, perwakilan pejabat kepolisian dan kejaksaan serta Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) se-Indonesia.

 

Dalam sambutannya Harifin bersyukur bisa menyaksikan bersatunya kembali Peradi dan KAI. Hal itu tak terlepas dari peran kedua pimpinan organisasi itu yang telah berjiwa besar untuk menyelesaikan kemelut yang cukup menyita waktu. “Agar ada satu asosiasi advokat, seperti di Amerika dan Jepang yang begitu kuat bar association-nya, sesuai amanat UU Advokat bertujuan untuk memperkuat lembaga advokat itu sendiri,” ujar Harifin.

 

Harifin menegaskan, MA akan tetap berpendirian bahwa organisasi advokat hanya ada satu. “Sehubungan dengan kewajiban Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) untuk mengambil sumpah advokat. Karena itu, kepada para KPT saya instrusikan segera mengambil sumpah advokat yang dinyatakan lulus dan diusulkan organisasi advokat yang sah yaitu Peradi,” perintah Harifin.

 

Karenanya, Harifin mengimbau masyarakat agar tak terpancing untuk mengikuti ujian advokat yang diselenggarakan organisasi advokat yang tak diakui pemerintah.

 

Ricuh

Sebelum acara penandatangan MoU itu, sempat terjadi kericuhan antara kedua kubu. Sejumlah pengurus dari kedua kubu maju ke depan, bergumul seolah-olah tak jelas apa yang dipersoalkan dan ada sebagian berteriak agar MoU tak diubah.

 

Ternyata kericuhan itu disebabkan sebagian pengurus KAI tak sepakat dengan nama Peradi sebagai organisasi tunggal sebagaimana tertuang dalam MoU. Menurutnya perubahan klausul soal munculnya nama Peradi dalam MoU seolah-olah KAI melebur ke dalam Peradi.

 

Padahal, penentuan nama dan pengurus baru akan ditentukan lewat Munas Bersama Advokat Indonesia paling lambat 2012. Hal ini sesuai rekomendasi Tim Perumus Kesepakatan Bersama dalam Rangka Penyatuan Organisasi Advokat tertanggal 16 April 2010.

 

Wakil Presiden KAI Tommy Sihotang menjelaskan naskah MoU yang sudah ditandatangani nama Peradi sudah dicoret, tetapi protokolnya tak menginformasikan ke Ketua MA. “Pencoretan nama baru saja diatas meja tadi, sudah dicoret, direnvoi dan sudah ditanda tangan tetapi kurang diinformasikan ke Ketua MA. Kita juga tak mau kalau namanya Peradi,” ujar Tommy usai acara penandatanganan.

 

Menurutnya nama wadah tunggal organisasi dan pengurusnya ditentukan lewat Munas paling lambat 2012. “Apa namanya, siapa yang terpilih nanti ditentukan lewat Munas,” tegasnya.

 

Soal advokat yang boleh disumpah advokat dari Peradi, Tommy mengatakan sebelum terbentuknya wadah tunggal itu lewat Munas, semua advokat akan disumpah. “Kalau yang boleh disumpah advokat Peradi saja, nggak bener itu, mungkin Anda salah dengar,” katanya berkelit.

 

Lain halnya dengan Otto. Ia mengaku telah menyepakati satu-satunya organisasi advokat Indonesia adalah Peradi. “Makanya tadi Ketua MA mengatakan advokat yang berhak diusulkan adalah advokat dari Peradi,” kata Otto mengutip pernyataan Ketua MA. “Tak ada peleburan, yang ada pengakuan KAI menyepakati Peradi sebagai organisasi tunggal. Jadi bukan islah, melainkan bentuk pengakuan.”

 

Otto pun membantah soal dicoretnya nama Peradi dalam naskah MoU yang sudah ditandatangani bersama. “Nggak dicoret. Ada di dalam naskah, nanti naskahnya minta saja ke MA. Saat dicoret, saya tulis ulang dan sebenarnya dalam pertemuan tertutup sudah diteken (disepakati, red) lagi. Masak mau dikosongin, jadi kita ikuti saja pernyataan Ketua MA,” katanya. 

Share:
tanggapan
nasib advokat kai verifikasi peradimuliana budiman halim 29.03.13 12:41
verifikasi LOLOS, ujian khusus LULUS tetapi sudah lebih dari 1 tahun tidak dilantik, mohon panitia ujian dan ketua peradi perhatikan kami-kami yang taat pada peraturan ini.
PERADI VS KAILA KARO 27.02.13 14:06
MELIHAT KENYATAAN YANG ADA PERADI ITU ORGANISASI YANG CUMAN CARI UANG DENGAN CARA MENGADAKAN PENDIDIKAN ADVOKAT, SEDERHANANYA PERADI ITU BELUM BERAK UDA CEBOK, SOALNYA ORANG YANG BELUM JADI ADVOKAT UDA DISURU IKUT PENDIDIKAN ADVOKANT, MESTINYAKAN LULUS DULU BARU IKUT PENDIDIKAN, CONTOH PENDIKAN POLISI, TENTARA LULUS DULU BARU BISA IKUT PENDIDIKAN. AKU ORANG PERADI YANG BENCI SISTIM PERADI. BERBABUNG BERSALAM KAI SAMA DENGAN BERJUANG MELAWAN KEDIKTATORAN
Hukum adalah payung dan bukan sandal jepitShadi 16.08.12 13:13
Ada MA, MK, Peradi, KAI dan untuk semuanya saja bahwa ada yang harus di ingat, hukum itu laksana payung yang harus difungsikan sesuai dengan posisinya agar negara ini menjadi leih baik. Keributan soal intregasi KAI dan Peradi seolah terkesan bahwa semua yang berkompeten dalam menentukan kebijakan, mulai dari Eksekutif, Legislatif, Judikatif tidak ada perhatiannya. Kalau anak kita melakukan kesalahan mestinya harus dijelaskan dengan baik oleh semua pihak dari tingkatan yang paling bawah hingga yang tertinggi dalam hal ini presiden. Sedih jika kita melihat kenyataan persoalan yang se-urgent ini tidak menjadi attention nasional yang harus diutamakan. Jangan salah jika rakyat berasumsi bahwa penegakan hukum di Indonesia masih terbelenggu dalam lingkaran syaithonirrojiim yang akan selalu menyesatkan. Sepertinya sudah pada lupa bahwa kelak jika kita mati semua perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan. Subchanallah........
organisasi dibuat oleh para pesertanyayuliana surya galih 29.06.10 21:03
secara rasional organisasi terbentuk karena atas dasar adanya kesamaan, prosesi yang kemudian sepakat diantara mereka untuk membentuk suatu organisasi, KAI dibentuk karena adanya keinginan dari advokat sehingga dibentuklah organisasi tersebut, bukan karena keinginan dari para organisasi yang dituangkan didalam akta notaris, kalau begitu apa bedanya dengan perusahaan, saya sebagai advokat berdasarkan pengangkatan SK PT, bukan oleh organisasi. tepi saya termasuk perwakilan KAI dari kota banjar.
ke egoisan organisasianang 29.06.10 17:18
kalau saja tiba-tiba KAI dihilangkan, padahal baru saja ada pelantikan advokat KAI baru-baru ini, lalu nasib mereka bagaimana?, padahal mereka semua juga telah melalui jalur yang semestinya untuk menjadi seorang advokat. kalau saja itu semua lalu di anggap tidak pernah ada dan harus mengulang semua dari awal hanya karena ke'egoisan organisasi, bukankah itu diskriminatif..
Beta Pusinghammy sarifah 28.06.10 18:45
kasihan benar mereka yang tidak Lulus di peradi Ambil KAI supaya cepat Lulus, mengharapkan untuk di akui sebagai organisasi advokat, ternyata harus ujian lagi ..Pusing dech kalau begini bete..pusing..beta
BERSATULAH ADVOKAT INDONESIARd. Vishnu Kusumawardhana 28.06.10 12:32
Semoga saja perdamaian ini bukan merupakan ajang sensasi belaka, sebab selama ini KAI & PERADI selalu merasa paling pintar dalam soal Hukum. Seandainya KAI & PERADI bersatu, bukankah akan tercipta Para Advokat CERDAS. Sebaiknya buat nama baru untuk pembentukan wadah Advokat yang bersifat tunggal, sebab apabila menggunakan nama yang sudah ada, akan membuat salah satu pihak tidak sepakat (Mungkin karena masing2 merasa pintar beropini soal Hukum).....Saya dukung selalu penggabungan wadah tunggal Advokat Indonesia.....!!!
Jangan Bikin Orang Papua BingungDave Matts 27.06.10 18:45
Sebenarnya maunya orang di Jakarta itu apa sih? Kami di Papua sudah bosan menunggu untuk dilantik. Tolong Peradi itu komit dengan waktu yang ditetapkan. Orang Papua butuh Advokat karena disini banyak terjadi pelanggaran HAM.
Ganti Nama "PERADI" Menjadi Federasi Advokat IndonTeguh Indah Manurung & Associates 27.06.10 16:52
Ganti "PERADI" Menjadi Federasi Advokat Indonesia Itu Lebih Bijak.. Tidak ada Advokat Muda yang Dikorbankan. Contohlah Kantor kami Saya KAI Partners Semua PERADI...
KAI tidak akan dilantikazmara dhana 28.06.10 09:48
yang KAI ngambeg tuuuh.... udah enak gampang lulus ujian, ga jadi dilantik... kasian deh lu...
Saling hormat dan menghormati antar sesama penegak hukum apalagi sesama para advokat.rangkuti 12.12.12 07:22
kita tidak perlu menyudutkan salah satu organisasi advokat, seperti bahasa anda.. kalo saya melihat sesama para advokat saja masih ada saling jegal dan saling manjatuhkan..! padahal sama2 mencari sejengkal perutnya, seharusnya para advokat itu harus berwawasan luas dan tidak picik, hormati rekan sejawat dan tidak berbeda ketika organisasi advokat berbeda. salam kepada para advokat pejuang, maju terus para advokat guna menuju jati diri yang sebenarnya..!
First Previous 1 2 Next Last

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.