fhp

Persetujun Darmin Nasution Hujan Interupsi

Kamis, 29 July 2010
(0 votes, average: 0.0 out of 5)
PDF  Print  E-mail

Kamis (29/7), DPR menggelar rapat paripurna yang salah satu agendanya meminta persetujuan atas laporan pembahasan calon Gubernur BI. Sebagaimana diketahui, Presiden SBY hanya menyodorkan satu kandidat kepada DPR, yakni Darmin Nasution. Rapat paripurna dipimpin oleh Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR.

 

Dalam laporannya, Wakil Ketua Komisi XI Surahman Hidayat mengatakan Komisi XI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan selama dua hari, 21-22 Juli 2010. Hasilnya, setelah dibahas dalam rapat internal tanggal 22 Juli 2010, Komisi XI secara musyawarah mufakat menyepakati Darmin sebagai Gubernur BI.

 

Namun, persetujuan Komisi XI terhadap Darmin disertai catatan yakni sembilan komitmen yang harus dijalankan jika mantan Dirjen Pajak itu terpilih. Salah satu komitmen itu adalah Darmin harus siap mengundurkan diri jika nantinya berdasarkan keputusan hukum terbukti terlibat dalam kasus Bank Century. Nama Darmin memang tercantum dalam kesimpulan Pansus Hak Angket Bank Century sebagai salah pihak yang diduga terlibat.

 

Begitu laporan Komisi XI rampung dibacakan, hujan interupsi terjadi. Bambang Soesatyo tegas menolak pencalonan Darmin. Menurutnya, lembaga kredibel seperti BI yang sangat bergantung pada aspek kepercayaan, tidak seharusnya dipimpin oleh figur yang bermasalah secara hukum.

 

“Saya menyatakan menolak pencalonan saudara Darmin, dan meminta presiden untuk mengajukan nama lain yang bersih dan tidak ada masalah secara hukum,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

 

Lily Wahid dari Fraksi PKB mendukung Bambang Soesatyo. “Saya hanya mengingatkan, tidak ada negara di dunia ini yang pilih Gubernur Bank Sentralnya dari orang yang bermasalah. Ini bom waktu!” tandas salah satu penggagas hak angket Kasus Bank Century ini.

 

Selain penolakan, Darmin juga menuai dukungan. Achsanul Qosasi mengatakan Komisi XI juga tidak ingin kursi Gubernur BI diduduki orang yang bermasalah. Oleh karena itu, Komisi XI menggelar fit and proper test untuk memastikan apakah Darmin adalah kandidat yang layak atau tidak.

 

“Jangan asal tuduh, kalau bisa buktikan,” Achsanul menanggapi pernyataan Lily Wahid yang khawatir pemilihan Darmin akan dipersoalkan oleh publik dan dicurigai ada permainan seperti dalam pemilihan Deputi Gubernur Miranda Goeltom.

Penulis : Rzk Dibaca : 10
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.

Berita Terbaru

 Loading...