Selasa, 14 Desember 2010
Garuda di Seragam Timnas PSSI Menuai Gugatan
PSSI yakin tidak melanggar aturan, karena Garuda dipakai sejak lama dan digunakan juga oleh cabang olahraga lain.
CR-10/Abdul Razak Asri
Dibaca: 10575 Tanggapan: 14
Garuda di Seragam Timnas PSSI Menuai Gugatan
Lambang Garuda diseragam Timnas PSSI Menuai gugatan. Foto: Sgp

Satu Desember 2010, Rabu malam, menerima umpan dari Firman Utina, Christian Gonzales membobol gawang Tim Nasional Malaysia di menit ke-33 babak pertama. Itulah gol perdana pemain dengan julukan El Loco ini untuk Tim Nasional Indonesia (Timnas) sejak resmi menyandang status warga negara Indonesia. Momen itu bersejarah bagi Christian, makanya dia terlihat sangat emosional merayakan gol itu. Sambil berlari menuju tribun penonton, Christian mencium dengan khidmat Lambang Garuda yang terletak di bagian dada kiri seragam yang dikenakannya.

 

Aksi Christian mencium Lambang Garuda mungkin tidak akan terjadi lagi di pertandingan-pertandingan berikutnya. Hal itu bisa terjadi jika gugatan warga negara atau citizen lawsuit yang dilayangkan David ML Tobing dikabulkan majelis hakim. Selasa (14/12), gugatan itu didaftarkan David ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 

Di berkas gugatan yang diperoleh hukumonline, tercantum lima pihak sebagai tergugat. Mereka adalah Pemerintah RI cq Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, dan PT Nike Indonesia.

 

Kelima tergugat dianggap David telah melakukan perbuatan melawan hukum karena menggunakan Lambang Garuda di seragam Timnas. Jika dicermati seragam Timnas, Lambang Garuda memang terpampang di dua tempat yakni di dada kiri dan bagian perut tepat di tengah. Penggunaan Lambang Garuda itu, menurut David, tidak sesuai dengan ketentuan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

 

“Itu melanggar undang-undang, dimana tidak diperbolehkan membuat dan mencantumkan lambang negara selain yang sudah diatur dalam UU Lambang Negara,” ujar David seusai mendaftarkan gugatan.

 

David menegaskan Garuda sebagai lambang negara itu harus dihormati dan dijunjung tinggi. Tidak seharusnya, lanjut David, lambang negara digunakan secara sembarangan, apalagi dibiarkan kotor. “Untuk penegakan hukum, kapanpun harus dilakukan meskipun orang bilang ­timing-nya tidak tepat,” tegasnya.

 

Mengutip UU Lambang Negara, David mengingatkan bahwa penggunaan lambang negara yang tidak sesuai ketentuan terancam sanksi pidana cukup berat. Pasal 69, misalnya, memberi ancaman sanksi satu tahun penjara paling lama atau denda paling banyak Rp100 juta bagi setiap orang yang dengan sengaja menggunakan lambang negara untuk keperluan selain yang diatur dalam UU Lambang Negara.

 

Namun begitu, David sepertinya menyadari bahwa tindakannya menggugat PSSI dkk bukan langkah populer di tengah-tengah euforia masyarakat Indonesia yang memuji penampilan ciamik Christian Gonzales dkk. Makanya, dia menyatakan siap menerima cercaan dari masyarakat, khususnya pendukung Timnas, gara-gara gugatan ini. “Tidak ada yang mensponsori saya, tapi semata-mata untuk penegakan hukum,” ujarnya menjawab kemungkinan munculnya kecurigaan orang-orang yang tidak berkenan atas gugatan tersebut.   

 

Dalam gugatan, David meminta majelis hakim memerintahkan Pemerintah RI cq Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Pemuda dan Olahraga untuk melakukan pelarangan dan pengawasan terhadap penggunaan lambang negara dalam setiap kegiatan olahraga. Majelis hakim juga diminta menghukum PSSI untuk menghentikan pemakaian lambang negara pada seluruh kostum Timnas.

 

Berikutnya, David ingin PSSI dan Nike dihukum untuk merevisi dan/atau mengakhiri perjanjian yang dibuat kedua pihak terkait pencantuman lambang negara di seragam Timnas. Khusus Nike, David ingin produsen peralatan olahraga itu menghentikan produksi dan menarik peredaran segala bentuk seragam  Timnas yang menggunakan lambang negara. Terakhir, David berharap majelis hakim menjatuhkan putusan yang dapat dijalankan terlebih dahulu.

 

“Dalam waktu dua hari ini sebelum semifinal, kaos ini harus diganti, supaya lambang negara kta dijunjung tinggi tidak semena-mena,” David berharap. Jika tuntutan ini dipenuhi, bisa jadi seragam Timnas pada pertandingan semifinal versus Filipina tanpa Lambang Garuda.

 

Dihubungi hukumonline, Direktur Hukum dan Peraturan PSSI Max Boboy menanggapi gugatan David dengan tenang. “Biarin aja dia gugat, itu kan hak dia sebagai warga negara,” tukasnya enteng. Menurut Max, PSSI berkeyakinan pencantuman Lambang Garuda tidak menyalahi aturan. Apalagi, Lambang Garuda sudah dipakai PSSI sejak puluhan tahun yang lalu. “Kenapa baru sekarang?” sergahnya.

 

Selain itu, Max mempertanyakan gugatan David yang hanya menyasar Timnas sepakbola. Menurutnya, Timnas cabang olahraga lain juga menggunakan Lambang Garuda. “Biar fair PBSI dan organisasi lain digugat juga dong,” tandasnya lagi. 

Yang Komentar Oon Semua...
 - Galuh
14.02.12 10:45
Coba deh liat semua kaos timnas di negara lain, mereka pake logo bendera dan LAMBANG "PSSI'nya mereka buat di seragam timnas, BUKAN LAMBANG NEGARA MEREKA... PLIS DEH!! BEGOOOOOOOOOOOO...!!!
DAVID MAU SETENAR GONZALES
 - R-Nie'Z
20.12.10 14:05
Mas David mau seTENAR Gonzales???? Buat Prestasi dong...... Jangan jadi pengacau semangat bangsa Hari geneeee..... masih ada orang juling menerima mana Garuda kebanggaan & mana Garuda Tatakan sampah.... Nggak Penting Dwech...!!! ama tuntutan situ!!!
Garuda didadaku
 - himayuri
18.12.10 10:05
mksdnya sih mgkn baik, tp seharusnya lbh dipahami lagi isi uu nya. sebelah mana salahnya sih pemasangan lambang didada kaos? kan sesuai dgn lagunya Netral "Garuda didadaku" harusnya qt bangga punya garuda makanya disertakan dikaos Timnas yg sdg berjuang buat negara. dan liat sendiri perlakuan anak2 Timnas thdp lambang tsg, El Loco aja mencium lambang tsb ketika dia membuat GOL. dgn demikian qt bs lihat bahwa anak2 timnas sgt mengagungkan lambang tsb, jd apa salahnya?
repot
 - HERU
18.12.10 08:17
berjuang repot, tidak berjuang repot, bergerak repot, diam repot......yah negeri serba repot.........team nas repot, pssi repot,suporter repot....yah...negri serba repot
Garuda di dada ku
 - Nonsense Tobing
17.12.10 15:55
Bendera, Lambang, Bahasa dan Lagu kebangsaan semua ada dalam pertandingan internasional. Sebelum dimulai pertandingan lagu kebangsaan dinyanyikan dengan bahasa masing2. Di kaos pemain terdapat bendera dan/ lambang negara yang digunakan sebagai identitas tim sebuah negara. Mereka semua adalah simbol sebuah negara dan letaknya di sebelah kiri karena secara simbol berada dekat dengan posisi jantung yang juga bisa diartikan nyawa. jika perlu mati demi negara. Sebagai sebuah simbol tentu harus di junjung tinggi dan dihormati. menicum simbol tersebut adalah ekspresi positif dan bukan negatif seperti menginjak2 atau meludahi dll reaksi. Jadi bung David, kalo mau nuntut, tuntutlah FIFA yang mengharuskan setiap tim nasional menyanyikan lagu, menggunakan lambang dan bendera negara pada kostumnya.
Gugat
 - riez
17.12.10 15:30
Lae,kalau yu emang benar membela publik,gugat tuh para koruptor,gugat Nurdin Halid,berani gak!
David Tobing Top....
 - Ilmiawan
17.12.10 15:17
Bravo David. sekalipun banyak orang yang tidak sependapat dengan gugatannya tapi saya adalah orang yang paling mendukung gugatan itu. Komentar miring tentang gugatan tersebut sangatlah bervariasi dan sekalipun rata-rata menghujat tapi toh ada ada juga yang mau mengerti tentang kedudukan hukum gugatannya. Sekarang bukan lagi saatnya kita mendewakan kebiasaan penggunaan lambang Garuda seperti yang diklaim PSSI atau instansi lainnya. Kalau itu yang dijadikan alasan maka betapa nistanya badan tersebut karena baru tahun ini saja prilaku suporter kita terpuji, sedang sebelumnya ampun-ampunan. Bayangkan jika Lambang Garuda yang jelas diatur oleh undang-undang cara penggunaannya itu dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk diapakai sebagai kain pel, dijadikan tatakan kencing di Gelora Bung Karno dan lain-lain siapa yang mau perduli ? Pernahkah PSSI melek mata melihat perilaku suporter kita? Tolong deh lihat kelakukan mereka sebelumnya yang sering menggunakan kaos (untung gambar perkutut) untuk membungkus batu sebagai alat pelempar untuk menyerang suporter lawan ? Bagaimana jika gambar yang ada di kaos tersebut bukanlah gambar burung perkutut tapi Garuda ? Seharusnya bukan cuma penggunaan lambang Garuda yang harus digugat tapi juga penggunaan bendera agar tampak jelas mana Garuda mana perkutut mana bendera dan mana kain pembalut ? Bukan mustahil tak lama lagi juga akan ada yang akan menggungat penggunaan bendera kita. Maju terus David ....
Garuda ku
 - vie
16.12.10 16:04
maaf ya bang,, kok bru2 iini sieh?? kemarin2 kemana aja?? apa gak keliatan y lambnag garudanya,, justru kita bangga kok pake lambang garuda kan itu lambang negara kita,, lah wong negara lain juga bangga ama lambang negaranya sendiri,, kok kita enggak. kalo gak pake lambnag negara lalu apa dong yang harus dipake buat bkin ciri klo itu dri timnas kita?? pa hrus lambang partai politik?
Taat kpd Undang-Undang
 - Dahlan Tobing
16.12.10 02:39
UU dibuat ya untuk ditaati donk. Kalau memang tetap ingin pakai lambang garuda di kaos pemain timnas, rubah saja UU nya. Gitu aja kok repot.. Maju terus appara..
garuda kebanggaanku......
 - dewi ivana amalia
15.12.10 20:54
bang david kalo cari sensasi liat2 donk???? cari aja kasus yg lebih menarik,la wong timnas lg berjuang mengharumkan bangsa knp bang david menyibukkan diri menggugat hal yg tidak penting....dari segi mana timnas kita melecehkan lambang bangsa kita???? ya justru bang david lah yg mempermalukan bangsa sendiri,dgn cari2 masalah yg gak jelas...timnas negara lain aja pake lambang negara masing2 gak bermasalah kok timnas kita jd masalah,knp baru sekarang bang davidddddd......emang baru turun gunung yah???? atau gak pernah dapet kasus yg ok???? kasian pengacara kayak anda???? pengacara publik????? publik yang mana???? di byar brp bang dr publik yg gak jelas itu???? kasian tuch publik gak ada kerjaan....
First Previous 1 2 Next Last
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.