Rabu, 12 Januari 2011
Ruhut Sitompul Digugat Terkait Pernyataan PKI
Gugatan ini sebenarnya menjadi upaya terakhir, sebelumnya Ruhut disomasi tetapi direspon dengan pernyataan “bahwa bagi pihak yang memberikan somasi kepada adalah kambing”.
CR-10
Dibaca: 3524 Tanggapan: 0
Ruhut Sitompul Digugat Terkait Pernyataan PKI
Ruhut Sitompul digugat terkait pernyataan PKI, Foto: Sgp

“Mulutmu Harimaumu”. Peribahasa ini sepertinya tepat untuk menggambarkan masalah yang tengah dihadapi politisi Ruhut Sitompul. Gara-gara pernyataannya, Anggota Komisi III itu digugat oleh empat orang yang terdiri dari Judilherry Justam, Chris Siner Key Timu, Muhammad Chozin Amirullah, dan Stefanus Asat Gusma.

 

Gugatan Judilherry dkk didaftarkan, Selasa (11/1), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Untuk memproses gugatan ini Judilherry memberi kuasa kepada sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Gugat Ruhut (TeGUR).

 

Judilherry dan kawan-kawan, menuding Ruhut telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait pernyataan advokat yang juga sempat menjadi artis sinetron itu sekitar bulan Oktober 2010. Ketika itu, Ruhut menyatakan “yang tak setuju Soeharto jadi pahlawan cuma anak PKI”. Pernyataan itu disampaikan Ruhut secara terbuka dan diliput oleh situs laman berita www.inilah.com.

 

Dalam salinan berkas gugatan yang diperoleh hukumonline, para penggugat mengklaim memiliki hubungan hukum dengan Ruhut yang berkisar pada pro kontra rencana pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden (alm) Soeharto. Para penggugat berada di posisi yang kontra, sedangkan Ruhut sebaliknya.

 

Penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto, disuarakan para penggugat melalui sejumlah media. Tidak hanya itu, salah seorang penggugat yakni Chris Siner Key Timu bahkan sempat mengajukan permohonan uji materi UU Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan ke Mahkamah Konstitusi, 25 Oktober 2010.

 

Selaku kubu yang kontra, Judilherry dan lainnya merasa pernyataan Ruhut mengarah kepada mereka. Menurut Judilherry, pernyataan Ruhut adalah upaya melanggengkan stigmatisasi negatif tentang PKI. Apalagi, berdasarkan catatan Judilherry dkk, ini bukan kali pertama Ruhut mengatakan sesuatu yang “tidak pantas”. Sebelumnya, politisi Partai Golkar yang kemudian menyeberang ke Partai Demokrat ini juga beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang bersifat rasialis.

 

Gugatan ini dkk sebenarnya menjadi upaya terakhir Judilherry dkk “menegur” Ruhut. Sebelumnya, Muhammad Chozin Amirullah telah melayangkan somasi dengan tuntutan agar Ruhut menyampaikan permintaan maaf. Alih-alih ditanggapi, Ruhut, disebutkan dalam gugatan, justru menyatakan “bahwa bagi pihak yang memberikan somasi kepada saya adalah kambing”.

 

Pernyataan-pernyataan Ruhut dianggap Judilherry sebagai bentuk penghinaan. Tidak hanya itu, Ruhut juga dituding telah berupaya menyerang nama baik dan kehormatan para penggugat. Makanya, Judilherry menyimpulkan bahwa Ruhut telah melakukan perbuatan melawan hukum.

 

Kepada majelis hakim, Judilherry dkk memohon agar Ruhut dihukum untuk membayar ganti kerugian materiil sebesar Rp1000 dan ganti kerugian immateriil sebesar Rp62.811.889.999. uniknya, nilai gugatan ganti kerugian immateriil disepadankan dengan nomor telepon seluler Ruhut.

 

“Nomor ponsel  tersebut yang digunakan untuk menelepon ke ponsel saya, dimana saya sedang di depan kader-kader, dan dia dengan jelas suaranya dalam speaker hp saya mengatakan kalian itu kambing,” ujar Muhammad Chozin Amirullah, ditemui para wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 

Upaya hukumonline menghubungi Ruhut hingga berita ini dilansir tidak membuahkan hasil. Nomor telepon selulernya dialihkan secara otomatis ke nomor lain, tetapi juga tidak tersambung.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.