hukumonline
Senin, 31 Januari 2011
Ketua MK Masih Yakin Lembaganya Bebas Suap
Refly mempersoalkan keterangan JR Saragih yang kerap berubah-ubah.
ASh/Fat
Dibaca: 1023 Tanggapan: 0
Ketua MK Masih Yakin Lembaganya Bebas Suap
Ketua MK Moh Mahfud MD yakin lembaganya bebas suap. Foto: Sgp

Aroma kasus suap yang belakangan hinggap di Mahkamah Konstitusi (MK), dalam waktu dekat ini, akan memasuki episode akhir. Rencananya, 2 Februari nanti, masa kerja Majelis Kehormatan Hakim (MKH) akan rampung. Sesuai prosedurnya, MKH akan melaporkan hasil kerjanya kepada Ketua MK. Setelah itu, diumumkan ke publik.

 

"Kerja MKH akan selesai 2 Februari besok, jangan khawatir setelah MKH melaporkan, akan diumumkan ke publik,” kata Ketua MK Moh Mahfud MD di ruang kerjanya, Senin (31/1).

 

Meskipun MKH belum menghasilkan apa-apa, namun untuk kesekian kalinya, Mahfud menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya bersih dari suap. Mahfud merasa yakin karena sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa benar ada aliran uang ke hakim konstitusi.

 

"Persoalannya antara dia (Refly Harun, red.) dengan dia (JR Saragih, red.) saja. Itu yang akan terungkap,” ujarnya memperkirakan.

 

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa proses hukum yang tengah berjalan di KPK tidak akan serta merta mempengaruhi proses MKH. "Tidak akan ada efeknya kesini, 1000 persen percayalah tidak ada uang suap ke sini," ujarnya optimis.

 

Diberitakan sebelumnya, misteri apakah benar ada uang suap ke hakim konstitusi memang belum terkuak. Pasalnya, Refly dan Saragih masih menyodorkan keterangan yang berbeda. Refly bersikukuh menyebut ada ungkapan dari Saragih yang berniat menyuap seorang hakim konstitusi. Sementara, Saragih sebaliknya.

 

Pada kesempatan terpisah, Refly Harun menyiratkan harapan yang besar kepada KPK untuk membongkar kasus dugaan suap di MK. KPK diyakini akan mampu membongkar kasus yang berawal dari tulisan Refly di sebuah harian terkemuka di Indonesia. Untuk mengungkap kasus ini, menurut Refly, KPK harus memeriksa semua pihak terkait.

 

"Ya mudah-mudahan ada perkembangan, kita diminta keterangan lagi. ini yang kedua," ujar Refly ketika ditemui sejumlah wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin (1/2).

 

Refly menegaskan bahwa ia akan konsisten pada keterangan yang selama ini diberikan, baik itu kepada MK maupun KPK. Dia justru mempersoalkan JR Saragih yang kerap berubah-ubah keterangannya. Pada awalnya, kata Refly, Saragih tidak mengakui adanya pertemuan dengan dirinya, tetapi kemudian berubah.

 

Dia berharap semua pihak terkait dapat memberikan keterangan jujur dan konsisten. “Kita jelaskan apanya saja kan. Kan yang berubah-ubah kelihatan sendiri, yang reaktif kelihatan sendiri yang keterangannya berubah-ubah kan keliatan,” tukasnya lagi.

 

Membandingkan dengan mantan kliennya itu, Refly mengaku tidak memiliki kepentingan apa-apa dalam pengungkapan kasus dugaan suap ini. Untuk memperkuat argumennya, Refly pun mengaku memiliki alat bukti berupa rekaman pembicaraan antara Tim Investigasi dengan sekretaris JR Saragih. Alat bukti tersebut telah disampaikan kepada MKH dan KPK.

 

Kepentingannya apa kalau saya berbohong? Tapi kalau dia (Saragih) kan jelas kalau kepentingannya, dia sebagai bupati saat ini,” paparnya.

 

 

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.