hukumonline
Kamis, 30 Juni 2011
Kejagung Ungkap Identitas Tersangka Kasus MK
Rfq/Nov
Dibaca: 1731 Tanggapan: 1

Mantan juru panggil Mahkamah Konstitusi (MK) Masyhuri Hasan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebenarnya telah dikirimkan ke Kejaksaan Agung beberapa hari lalu, namun pihak Polri masih enggan menyebutkan nama tersangka.

 

"Tersangkanya, maaf kalau saya tidak sebut dulu. Nggak usah tanya berapalah, pokoknya ada," ujar Wakabreskrim Mabes Polri Mathius Salempang, Kamis (30/6), kembali menegaskan sikap Polri.

 

Menurutnya, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Bareskrim memeriksa sejumlah pihak dari MK. Meski enggan menyebutkan nama, Mathius tidak keberatan menyebut asal instansi tersangka itu, yakni MK.

 

Berbeda sikap, Kejaksaan Agung yang menerima SPDP justru berkenan menyebutkan identitas tersangka, meskipun hanya inisial yakni “MH”. Wakil Jaksa Agung Darmono berdalih SPDP tidak menyebutkan identitas lengkap tersangka.

 

Melengkapi keterangan Wakil Jaksa Agung, Kapuspenkum Noor Rachmad mengungkapkan MH yang dimaksud adalah Masyhuri Hasan.

Share:
tanggapan
Transparan vs Buka untuk Umumagustinus dawarja 01.07.11 09:39
Saya selalu heran kok dalam proses di kejaksaan disebutkan nama. Asas terbuka untuk umum itu di Pengadilan. Transpara dan terbuka untuk umum itu sangat berbeda dan tidak sama. Kok berani itu Kejaksaan sebut nama? Media pun seharusnya nggak boleh jika mencantumkan nama lengkap. Kalau di Pengadilan silahkan saja karena prinsip terbuka untuk umum

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.