hukumonline
Senin, 28 November 2011
Hakim Termuda Cetak Rekor Dunia
Guinness Book of World Records juga mencatat rekor hakim termuda di bidang hukum perdata, hakim tertua yang masih aktif dan hakim tertua yang pernah menjabat.
Rzk
Dibaca: 2644 Tanggapan: 0
PDF  Print  E-mail

Apa yang anda lakukan ketika berusia 17-18 tahun? Main ke mal, nonton konser band favorit, atau sekedar nongkrong bersama teman-teman? Tidak ada yang salah dari daftar kegiatan itu. Kodratnya, kegiatan seorang remaja berusia segitu memang diisi dengan hal-hal yang bersifat senang-senang, selain sekolah tentunya. Tetapi, apa yang dilakukan Marc L Griffin dan John Payton ketika remaja 180 derajat berbeda dengan rekan-rekan sebayanya.

 

Griffin dan Payton remaja telah menyandang status hakim, istilah tepatnya “justice of the peace”. Ini memang bukan hakim ‘sebenarnya’ dalam konteks dunia peradilan Indonesia. Justice of the peace lebih dikenal dalam sistem common law (anglo saxon). Diuraikan dalam laman Wikipedia, justice of the peace adalah warga negara setempat yang dipilih atau ditunjuk untuk menjadi petugas pengadilan level bawah.

 

Berdasarkan laman Wikipedia, justice of the peace dikenal di beberapa negara penganut sistem common law seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Malaysia, Belgia, New Zealand, India, Hong Kong, Kanada dan Irlandia. Kriteria orang yang layak diangkat sebagai justice of the peace berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain, tetapi umumnya justice of the peace tidak harus bergelar sarjana hukum.

 

Tugas seorang justice of the peace juga beragam di setiap wilayah. Untuk Payton, misalnya, yang berdomisili di Texas, dia menangani kasus-kasus ringan seperti kasus pelajar yang bolos sekolah. Sementara, Griffin di wilayah Indiana, menangani kasus pidana dan perdata serta menikahkan orang. “Saya pernah menikahkan orang, memenjarakan orang, dan mendenda orang,” ujar Griffin.

 

Dilihat dari gajinya, profesi justice of the peace ternyata cukup menggiurkan. Payton mengaku bergaji AS$94,752 plus AS$50 untuk setiap pernikahan. Jumlah ini bahkan melebihi gaji seorang pengacara pemula. Makanya, Payton sepertinya menikmati pekerjaan ini. “Ini menjadi pekerjaan yang sangat menarik,” ujarnya kepada the Dallas Morning News.

 

Apapun definisinya, yang jelas Griffin dan Payton tetap dikualikasi sebagai hakim di negara asalnya. Keduanya bahkan telah mencetak rekor dunia sebagai hakim termuda. Menariknya, soal rekor dunia ini menjadi ‘rebutan’ antara Griffin dan Payton. Awalnya, Payton yang mengklaim sebagai hakim termuda di dunia. Dia mengaku sudah menyandang justice of the peace di Texas, Amerika Serikat, saat berumur 18 tahun. Atas dasar itu, Guinness Book of World Records sempat mencatat Payton sebagai “the world’s youngest judge”.

 

Rekor ini lalu dipatahkan oleh Griffin. Dia mengaku setahun lebih muda dari Payton ketika ditunjuk menjadi justice of the peace di White River Township, Johnson County, Indiana. Griffin kini berpraktik sebagai pengacara di Indiana, Amerika Serikat. Peristiwanya 37 tahun silam, ketika itu Griffin yang masih berusia 17 tahun ditunjuk sebagai justice of the peace. Berdasarkan data Guinness Book of World Records, usia Griffin tepatnya 17 tahun, delapan bulan.

 

Kisah Griffin memperoleh jabatan justice of the peace sendiri cukup unik. Ketika itu, di White River Township, tidak ada justice of the peace. Orang terakhir yang memegang jabatan itu telah wafat 50 tahun silam. Karena tak pernah ada penggantinya, kasus-kasus di White River ditangani oleh justice of the peace di wilayah lain. Ketika ditawari posisi justice of the peace, Griffin langsung menerimanya karena dia mengaku tertarik dengan bidang hukum sejak SMA.

 

“Saya biasa duduk sambil membaca peraturan. Ketika orang membaca novel, majalah olahraga. Saya lebih memilih membaca peraturan Indiana,” ujar Griffin menggambarkan ketertarikannya.

 

Rekor hakim lain

Di laman Guinness Book of World Records, rekor dunia terkait profesi hakim sebenarnya ada beberapa. Selain hakim termuda, Guinness Book of World Records juga mencatat rekor dunia untuk hakim termuda di bidang hukum perdata. Rekor ini dipegang oleh Muhammad Ilyas, hakim asal Pakistan. Ilyas tercatat berumur 20 tahun 9 bulan ketika lulus ujian untuk menjadi hakim bidang hukum perdata, pada tahun 1952.

 

Lalu ada juga rekor dunia untuk hakim tertua yang masih aktif dan hakim tertua yang pernah menjabat. Rekor pertama dipegang oleh Wesley E Brown. Hakim federal di Kansas, Amerika Serikat itu kelahiran 22 Juni 1907 yang artinya Brown berusia 103 ketika rekor ini resmi tercatat tahun 2010. Menurut Konstitusi Amerika Serikat, seorang hakim federal memang diperkenan terus menjabat selama dia mau.

 

Rekor kedua, dipegang oleh Albert R Alexander. Hakim di Clinton County ini lahir tahun 1859, dan wafat 1966. Ketika pensiun pada 9 Juli 1965, Alexander berarti telah berusia 105 tahun delapan bulan.

 

Sumber:

www.dallasnews.com

www.abajournal.com

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.