Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM, Bambang Soesatyo, mengatakan, KPK kini menunjukkan keseriusannya untuk menyelesasikan kasus-kasus besar.
"Kita patut memberikan apresiasi. Dengan ditetapkannya Miranda Goeltom, Angelina Sondakh dan Wayan Koster sebagai tersangka, KPK telah memberikan harapan baru dan titik terang bagi kasus cek pelawat dan kasus Wisma Atlet," katanya melalui jejaring komunikasi, Jumat.
Bambang Soesatyo mengingatkan, tinggal satu lagi pekerjaan rumah KPK yang sangat ditunggu-tunggu publik, yakni kasus Bank Century.
Melalui pernyataan baru KPK bahwa kasus Bank Century terindikasi merugikan keuangan negara, maka tidak sulit bagi KPK untuk segera meningkatkan status Bank Century dari penyelidikan ke penyidikan," tandasnya.
Tentu, demikian Bambang Soesatyo, sekaligus menetapkan calon-calon tersangkanya.
"Sebab, dari sembilan temuan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), paling tidak dua pihak sudah bisa dijerat. Yakni, oknum Bank Indonesia (BI) dan oknum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," ujarnya.
Bambang mengatakan, BI dalam hal ini tidak tegas dan hati-hati menerapkan aturan akuisisi.
"Selain itu, BI tidak tegas atas pelanggaran Bank Century pada 2005-2008. Bahkan, BI diduga mengubah persyaratan CAR supaya Bank Century bisa memperoleh Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek," ungkapnya.
Di samping itu, menurutnya, keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan terkait penanganan Bank Century tidak berdasarkan data yang lengkap, mutakhir, dan terukur.
"Apalagi, kelembagaan Komite Koordinasi saat penyerahan Bank Century pada 21 November 2008 belum dibentuk berdasarkan undang-undang," katanya.
Bambang menduga, ada merekayasa peraturan supaya Bank Century memperoleh tambahan dana.
"Selama Bank Century dalam pengawasan khusus, ada penarikan dana Rp938,6 miliar yang melanggar aturan BI. Kemudian, dana talangan disalahgunakan oleh Robert Tantular (pemilik bank)," tuturnya.
Satu hal lagi, lanjutnya, pemegang saham, pengurus dan pihak terkait, diduga melakukan praktik perbankan tidak sehat.
"Saya juga mengimbau semua pihak untuk menjaga momentum saat ini. Kita semua setidaknya bisa melihat, bahwa KPK sudah mulai menunjukkan keberaniannya lagi. Saya percaya, momentum ini merupakan harapan seluruh rakyat, karena ternyata pisau hukum di tangan pimpinan KPK yang baru ini bisa juga tajam," kata Bambang Soesatyo.