Kamis, 23 February 2012
Putusan MK ‘Bikin Repot’ Pembagian Waris
Perseteruan anak sah versus anak luar kawin di pengadilan diprediksi akan meningkat.
Ali
Dibaca: 12929 Tanggapan: 4
Putusan MK ‘Bikin Repot’ Pembagian Waris
Notaris Irma Devita Purnamasari. Foto: SGP

 

Palu Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah diketuk. Perubahan besar dalam sistem hukum perdata pun akhirnya tak bisa dihindari. MK telah menyatakan anak yang lahir di luar kawin mempunyai hubungan hukum dengan ayah biologis, tak lagi hanya kepada ibu dan keluarga ibu. Sayangnya, Mahkamah dalam putusannya tak menyinggung dampak lain putusanini.Misalnyaterkait hukum waris.

 

Notaris Irma Devita Purnamasari mengatakan putusan MK ini menjadi perbincangan yang hangat di grup atau komunitas notaris. “Masalahnya ini berdampak kepada penghitungan waris. Selama ini, anak luar kawin yang mendapat warisan adalah yang telah diakui dan disahkan. Jadi, tak semua anak luar kawin mendapat warisan,” ujarnya kepada hukumonline, Rabu (22/2).

 

Dengan adanya putusan MK ini, lanjutnya, maka keadaan itu semua berubah. Diakuinya anak luar kawin (hasil biologis) sebagai anak yang sah berarti akan mempunyai hubungan waris dengan bapak biologisnya. “MK bilang ada hubungan hukum, berarti juga adanya hubungan waris. Jadi, dia berhak atas warisan ayahnya tersebut,” tuturnya dari ujung telepon.

 

Ini tentu saja merepotkan pembagian warisan yang dilakukan oleh notaris. Irma menjelaskan kondisi bila warisan sudah terlanjur dibagikan kepada anak yang sah dari perkawinan. Lalu tiba-tiba muncul anak luar kawin yang mengklaim dan membawa bukti bahwa dia juga anak biologis dari pewaris. “Ini merepotkan para praktisi,” tukasnya.

 

Itu baru mengenai pembagian waris secara langsung. Irma menjelaskan ini juga berdampak kepada jual beli harta warisan, misalnya berupa tanah. “Kekhawatiran lain misalnya suatu waktu bikin Akta Jual Beli, tapi tiba-tiba datang anak luar kawin yang menuntut karena merasa mempunyai hak waris. Ini kan bisa jadi masalah,” tuturnya.

 

Meski begitu, Irma akan tetap mematuhi putusan MK ini. “Kami bekerja berdasarkan peraturan perundang-undangan, dan juga putusan MK ini,” jelasnya. Irma menjelaskan yang bisa dilakukan oleh notaris ketika melaksanakan pembagian waris hanya dengan memaksimalkan ‘klausula bemper’ yang selama ini tercantum dalam akta pembagian waris.

 

Klausula bemper itu biasanya berbunyi ‘para ahli waris itu menjamin bahwa tak ada ahli waris lain selain mereka. Dan bila ada orang lain yang mengaku sebagai ahli waris (di kemudian hari) itu adalah tanggung jawab mereka dan melepaskan notaris bila ada gugatan dan sebagainya.’

 

Adanya putusan MK ini, lanjut Irma, tentu akan menjadi angin segar bagi anak luar kawin bila harus bertarung di pengadilan. Kedudukan anak luar kawin dalam pembagian waris semakin kuat. “Ini bakalan banyak. Kasihan mereka nanti kalau harus bersengketa ke pengadilan,” tuturnya.

 

“Kalau putusan ini dijadikan dasar hukum maka akan merepotkan sekali. Ini bisa mengganggu sistem hukum perdata. Hukum waris itu apalagi ada macam-macam, hukum waris Islam dan hukum waris perdata barat,” ujar notaris yang rajin menulis buku panduan praktis hukum ini.

 

Terpisah, Anggota Komisi VIII DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim mengatakan setiap pihak harus menghormati putusan MK karena lembaga ini memang berwenang menguji atau menafsirkan undang-undang terhadap UUD 1945. Berdasarkan hukum Islam, lanjutnya, tafsir MK ini tak ada masalah. “Walau sebenarnya ada perbedaan di antara madzhab yang ada,” ujarnya.

 

Abdul Hakim menilai tujuan dari putusan ini sebenarnya baik, yakni ingin memperjelas status anak luar kawin. “Ini ingin menetapkan status anak. Tapi hukum perzinahan tetap dilarang menurut hukum Islam,” ujarnya.

 

Meski begitu, Sekretaris Fraksi PKS ini tak menampik bila putusan ini akan menimbulkan masalah waris, ketika ada anak luar kawin yang merasa berhak terhadap warisan ayah biologisnya. “Kalau ada kasus seperti itu, ya sengketanya diselesaikan ke pengadilan,” pungkasnya. 

apa bedanya ?
 - samtidar
13.12.12 19:16
lalu dimana beda hak waris antara anak sah sesuai hukum perkawinan agama dan negara dibandingkan dengan hak waris anak diluar nikah dari nikah sirri yang tak tercatat sesuai putusan MK ini ? hak waris mutlak anak anak sah akan sangat dirugikan. tentunya.
hak waris
 - siswanti
12.04.12 12:52
saya kira perlu dikaji ulang , keputusan MK walau niat baik, seandainya ada keluarga yang sudah mengatur harta yang dimilikinya untuk anak2 nya ( kebetulan istri tidak mengetahui bahwa suami punya anak lain )dan harta itu sebenarnya harta gono gini selama pernikahan hanya saja harta diatas namakan suami, klo suami meninggal apa harus dibagi dengan anak selingkuhannya,kok enak bener
MK melupakan keadilan buat anak anak sah
 - samtidar
13.12.12 18:43
Ini juga sedang kami alami... bagian waris anak anak sah menjadi berkurang dengan munculnya putusan MK, bila di hubungankan dengan hak waris untuk anak diluar nikah. Apakah sama bagian waris anak sah dengan anak luar nikah ?
say no
 - farhah
06.04.12 22:11
saya tdk setuju dg hal ini, karena hl trsebut sangat merugikan perempuan.Asas pernikahan kita adalah monogami.dg hal ini tdk ada bedanya nikah resmi di catatan sipil & nikah siri.hal ini dpt membuat perzinahan & nikah siri meraja lela. mskipun dikatakan bkn itu tujuannya
hak waris
 - suhardi
24.02.12 15:05
sayakira perlu dibedakan antara anak hasil perzinahan dengan anak hasil pernikahan "sirik" (menikah tanpa dicatat di KUA tapi secara hukum agama tidak disalahkan/sudah memenuhi syarat). Saya kira yang berhak atas warisan adalah hanya anak yang lahir atas dasarpernikahan yang sah menurut agama/hukum syara' bukan hanya yang sah menurut mauna negara/KUA. tq
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.