hukumonline
Rabu, 11 April 2012
Kasus Iklan Nissan March Masuk Pengadilan
Konsumen merasa dikelabui iklan. Pengacara produsen anggap iklan sebagai cara ‘menggoda’ orang untuk membeli produk.
Rofiq Hidayat
Dibaca: 16336 Tanggapan: 8
Kasus Iklan Nissan March Masuk Pengadilan
Iklan Nissan March berujung gugatan. Foto: www.nissan.co.id

Iklan sebuah produk adalah bahasa pemasaran agar barang yang diperdagangkan laku. Namun, bahasa iklan tidak selalu seindah kenyataan. Konsumen acapkali merasa tertipu iklan.

Ludmilla Arief termasuk konsumen yang merasa dikelabui saat membeli kendaraan roda empat merek Nissan March. Jargon ‘city car’ dan ‘irit’ telah menarik minat perempuan berjilbab ini untuk membeli. Maret tahun lalu, Milla-- begitu Ludmilla Arief biasa disapa—membeli Nissan March di showroom Nissan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Sebulan menggunakan moda transportasi itu, Milla merasakan keganjilan. Ia merasa jargon ‘irit’ dalam iklan tak sesuai kenyataan, malah sebaliknya boros bahan bakar. Penasaran, Milla mencoba menelusuri kebenaran janji ‘irit’ tersebut. Dengan menghitung jarak tempuh kendaraan dan konsumsi bensin, dia meyakini kendaraan yang digunakannya boros bensin.

“Sampai sekarang saya ingin membuktikan kata-kata city car dan irit dari mobil itu,” ujarnya ditemui wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/4).

Setelah satu bulan pemakaian, Milla menemukan kenyataan butuh satu liter bensin untuk pemakaian mobil pada jarak 7,9 hingga 8,2 kilometer (km). Rute yang sering dilalui Milla adalah Buncit–Kuningan-Buncit. Semuanya di Jakarta Selatan. Hasil deteksi mandiri itu ditunjukkan ke Nissan cabang Warung Buncit dan Nissan cabang Halim.

Berdasarkan iklan yang dipampang di media online detik dan KompasNissan March mengkonsumsi satu liter bensin untuk jarak bensin 21,8 km. Informasi serupa terdapat di brosur Nissan March. Karena itulah Milla berkeyakinan membeli satu unit untuk dipakai sehari-hari. “Di iklan itu ditulis berdasarkan hasil tes majalah Autobild edisi 197 tanpa mencantumkan rute kombinasi,” imbuhnya.

Pihak Nissan melakukan tiga kali pengujian setelah pemberitahuan Milla. Milla hanya ikut dua kali proses pengujian. Lantaran tak mendapatkan hasil, Milla meminta dilakukan tes langsung di jalan dengan mengikutsertakan saksi. “Saya berharap diadakan road test dengan ada saksi,” kata karyawati swasta itu.

Kasus ini akhirnya masuk ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta. Milla meminta tanggung jawab PT Nissan Motor Indonsia (NMI). Perjuangannya berhasil. Putusan BPSK 16 Februari lalu memenangkan Milla. BPSK menyatakan NMI melanggar Pasal 9 ayat (1) huruf k dan Pasal 10 huruf c Undang-Undang Perlindungan Konsumen. NMI diminta membatalkan transaksi, dan karenanya mengembalikan uang pembelian Rp150 juta.

Tak terima putusan BPSK, NMI mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang lanjutan pada 12 April ini sudah memasuki tahap kesimpulan. Dalam permohonan keberatannya, NMI meminta majelis hakim membatalkan putusan BPSK Jakarta.

Sebaliknya, kuasa hukum Milla, David ML Tobing, berharap majelis hakim menolak keberatan NMI. Ia meminta majelis menguatkan putusan BPSK. Dikatakan David, kliennya kecewa pada iklan produsen yang tak sesuai kenyataan.“Tidak ada kepastian angka di setiap iklan Nissan March dan tidak ada kondisi syarat tertentu. Lalu kenapa tiba-tiba iklan itu ke depannya berubah dengan menuliskan syarat rute kombinasi dan eco-driving. Ini berarti ada unsur manipulasi,” ujarnya usai persidangan.

Kuasa hukum NMI, Hinca Pandjaitan, menepis tudingan David. Menurut Hinca, tidak ada kesalahan dalam iklan produk Nissan March. Iklan dimaksud sudah sesuai prosedur, dan tidak membohongi konsumen. “Iklan Nissan jujur, ada datanya dan rujukannya. Kalau ada perubahan iklan, itu mungkin asumsi merek. Namanya iklan. Itu kan cara menggoda orang,” pungkasnya.

Share:
tanggapan
penipuan yang sah lewat iklanjebe 25.05.12 08:26
@Kurnia, setuju dengan anda, iklan yang menyesatkan.. sudah menjurus pada penipuan.. begitu dikomplain orang.. produsen tinggal edit aja brosurnya.. ada lembaga konsumen juga percuma.. konsumen tidak terlindungi.. sudah dimenangkan di BPSK tetap aja.. lanjut ke pengadilan negeri...
embuhjoni 25.04.12 15:27
wis embuh ora ngurus
Tuntutan anehRizki 24.04.12 17:13
Menurut saya ini tuntutannya aneh.. pertama, itu brosur tertulis angka 21kpl kan sudah kebukti dr hasil test drive Jkt-Jogja klo nggak salah diikutin jg sama 30 media massa didapetnya segitu, sah donk NMI tulis di brosur. kedua, Autobild & Autocar sama2 review mbl ini berbeda hasilnya krn rute, cara mengendarai, kondisi jalan berbeda.. jadi wajar kalo berbeda hasilnya.. tergantung gimana cara dia nyetirnya. yg ke tiga bodoh bahkan terlalu bodoh kalo beli cuma gara2 brosur, harusnya dia tanya ke end user march yg memang sudah makai atau lihat review dr bbrp majalah seperti diatas.. gimana konsumsi bbmnya, purna jualnya, servicenya dll.. jangan terpaku sama brosur. saya rasa kok sepertinya dia yg cari untung sendiri, "Test Drive" pake cara dia sendiri (Beli dipake dijalanan, dirasa nggak enak / bosan, trus nuntut alih2 nggak sesuai brosur). kalo menurut saya bisa dituntut balik masuk pasal pemerasan & pasal pencemaran nama baik.
iklan memang menggodakom 22.04.12 16:10
habis iklannya mirip setan selalu menggoda manusia...
TanggapanAnggi 16.04.12 15:44
Yap betul, menggoda yang membohongi dan merugikan konsumen. Kalau menururt marketer, iklan itu jurus jitu memasarkan produk/jasa dengan cara kreatif, inovatif, jujur dan interesting.
ketahuan tuhdevi 15.04.12 00:35
statement Hinca Pandjaitan, "Namanya iklan. Itu kan cara menggoda orang". klo dibawa ke ranah pidana bisa gak ya? kan ada unsur menguntungkan diri sendiri/orang lain, tipu muslihat (apakah menggoda bisa dikategorikan dgn tipu muslihat?) dan membujuk.
Tanggapan: Kasus Iklan Nissan March Masuk PengadilanBUKTI HASINTONGAN MANULLANG 12.04.12 15:31
@hinca pandjaitan(kuasa hukum NMI)menggoda itu boleh saja,tapi tidak boleh begitu dong,kearah penipuan,, tetapi jika memang semua sudah dijelaskan kepada konsumen tentang prosedur Mobil itu,konsumen membelinya,,saya mendukung jika pihak NMI tidak boleh dituding bersalah.. Tetapi jika tidak, saya setuju hal ini ditindak dengan tegas di Pengadilan dan uu no 8 tahun 1998 harus diberlakukan.
Tanggapan: Kasus Iklan Nissan March Masuk PengadilanKurnia 12.04.12 08:49
"...Namanya iklan. Itu kan cara menggoda orang..." @Hinca Pandjaitan (Kuasa hukum NMI): Menggoda? Bukannya kearah menipu?

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.