hukumonline
Jumat, 11 Mei 2012
Angie Pasrah Jadi Tersangka Pencucian Uang
Asal ada dua alat bukti yang cukup.
fat
Dibaca: 1632 Tanggapan: 0
Angie Pasrah Jadi Tersangka Pencucian Uang
Teuku Nasrullah, penasihat hukum Angelina Sondakh. Foto: Sgp

 

Tersangka dugaan suap dalam pembahasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Angelina Sondakh,tak keberatan menjadi tersangka pencucian uang. Kepasrahan itu diutarakan penasihat hukum Angelina, Teuku Nasrullah di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/5).


Nasrullah mengingatkan, penggunaan pasal pencucian uang harus didasarkan pada alat bukti yang diperoleh lembaga antikorupsi tersebut. Menurutnya, setidaknya ada dua alat bukti yang menerangkan bahwa Angie, sapaan akrab tersangka, bisa dijerat pasal pencucian uang.


Membuat surat dakwaan, kata Nasrullah,harus berdasarkan bukti yang selaras dengan unsur-unsur pasal. “Setiap unsur-unsur pasal harus ada dua alat bukti. Jika KPK punya alat bukti monggo, tapi kalau tidak, ya risikonya dia mendakwaan sesuatu yang tidak mau dia dakwakan,” tutur Nasrullah.


Sebelumnya, desakan agar KPK menggunakan pasal pencucian dalam kasus yang menjerat Angie, didengungkan oleh Pengajar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Yenti Ganarsih. Menurutnya, penggunaan pasal pencucian uang justru membantu penyidik KPK untuk menjerat pelaku-pelaku lain, selain Angie.


Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, penggunaan pasal pencucian uang dalam kasus yang tengah ditangani pihaknya bukanlah hal yang tabu. Ia mengatakan, penggunaan pasal pencucian uang  sudah diterapkan pihaknya dalam kasus-kasus yang ditangani KPK.


Misalnya, kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet yang melilit M Nazaruddin, KPK juga telah menetapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sebagai tersangka pencucian uang.


Bukan hanya kasus wisma atlet, dalam kasus dugaan suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dengan tersangka Wa Ode Nurhayati, KPK juga menggunakan pasal pencucian uang. Karena selain sebagai tersangka suap, Wa Ode juga telah ditetapkan politisi PAN tersebut sebagai tersangka pencucian uang.


Namun penetapan seseorang menjadi tersangka tak bisa dilakukan begitu saja oleh KPK tanpa didukung dua alat bukti yang cukup. “Penetapan tersangka harus didasarkan pada dua alat bukti yang cukup,” kata Johan di kantornya.


Rekomendasi Dokter

Dalam kesempatan yang sama, Nasrullah mengatakan kliennya telah memperoleh rekomendasi dari dokter KPK untuk bisa memeriksanya ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan tulang bahu Angie pernah patah lantaran jatuh dari sepeda saat berkendara dengan anaknya, Keanu.


Menurut Nasrullah, usai jatuh dari sepeda, kliennya tidak melakukan operasi untuk menyambung tulang bahu yang  patah tersebut. Karena tak tersambung dan patahan tulangnya mulai tumbuh, kini mengenai sel-sel dan daging di bahu Angie.


“Dokter KPK rekomendasikan untuk segera dtangani oleh dokter bedah tulang,” katanya.


Nasrullah mengatakan, pihak keluarga tengah mencari dokter bedah tulang yang bagus. Menurutnya, pihak keluarga sepakat untuk menanggung sendiri seluruh biaya bedah tulang Angie. Alasannya, agar tak muncul pemberitaan miring bahwa Angie memperoleh fasilitas yang lebih oleh KPK. “Angie dan keluarga mengatakan tidak ingin jadi berita tentang fasilitas dari keuangan negara itu,” katanya.


Sebagaimana diketahui, selain disangka menerima suap dalam pembangunan wisma atlet, Angie juga disangka menerima suap dalam pembahasan anggaran di Kemendiknas. Atas perbuatannya tersebut, Angie dijerat Pasal 12 huruf a dan huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.