hukumonline
Jumat, 18 Mei 2012
Simpang Siur SPDP Eks Ketua KPU
Kabareskrim berdalih penyidik masih mengumpulkan bukti dan locus delicti yang berada di Maluku Utara.
Rfq
Dibaca: 1821 Tanggapan: 0
Simpang Siur SPDP Eks Ketua KPU
Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum, Abdul Hafiz Anshary. Foto: Sgp

Sudah tidak menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Hafiz Anshary tampaknya masih punya satu tugas penting, yakni menjernihkan namanya dari tuduhan kriminal. Polisi pernah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan dalam kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi.

Setelah Hafiz tak menjabat, nasib SPDP itu masih simpang siur. Pekan lalu tersiar kabat Jaksa Agung membenarkan SPDP Hafiz sudah dicabut penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Namun dalam penjelasannya Rabu (16/5) lalu, Kabareskrim Irjen (Pol) Sutarman membantah informasi tersebut. “Polri tidak pernah mencabut SPDP,” ujarnya, Rabu (16/5).

SPDP adalah surat yang dikirimkan penyidik ke penuntut umum, memberitahu bahwa penyidikan sudah dimulai. Dalam format surat ditulis siapa nama tersangka atau terlapornya. Nama Hafiz tertera dalam SPDP yang dikirim penyidik ke penuntut umum. Jika tidak ditemukan bukti yang memperkuat asumsi, kata Sutarman, penyidikan bisa dihentikan.

Menurut dia, tak ada ketentuan KUHAP yang mengharuskan penyidik mencabut SPDP. Yang ada adalah menghentikan penyidikan. “Aturannya seperti itu,” tandas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Terkait kasus Hafiz, Sutarman memastikan sejauh ini belum ada Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan penyidik. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan barang bukti, apalagi mengingat lokasi kejadian perkara ada di Maluku Utara. Bukti inilah yang menentukan langkah polisi selanjutnya. “Kalau memang tidak cukup bukti kita hentikan kalau cukup bukti kita lanjutkan,” katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan berkas Hafiz telah dicabut atau ditarik penyidik Bareskrim. “Belum ada berkasnya. Itu kan sudah dicabut dari sana. Tanya saja sama polisi,” ujarnya pada Jumat pekan lalu. Menurut Basrief, dengan dicabutnya SPDP, maka Jaksa Agung Tindak Pidana Umum tidak mengetahui kelanjutan perkembangan kasus tersebut.

Status tersangka Hafiz dkk ini terungkap dari SPDP yang dikirimkan Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung (Kejagung). SPDP dengan No B./81-DP/VII/2011/Dit.Tipidum tanggal 27 Juli 2011 itu dengan jelas menyatakan Abdul Hafiz Anshary dkk telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan surat.

Semula membantah, Mabes Polri akhirnya membenarkan status tersangka Hafiz dkk. Kabareskrim Sutarman menyatakan SPDP itu merupakan tindaklanjut laporan Abdul Syukur Mandar, caleg dari Partai Hanura periode 2009-2014 daerah pemilihan Halmahera Barat, Maluku Utara.

Penyebutan tersangka Hafiz dalam SPDP disebabkan KUHAP tidak mengenal istilah terlapor. Dengan SPDP itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung pun telah menunjuk tim jaksa peneliti atau jaksa P16. Namun, jaksa peneliti tidak mengetahui perkembangan kasus Hafiz karena SPDP telah dicabut.

Pada 4 Juli 2011, Abdul Syukur Mandar melaporkan Hafiz dkk ke Mabes Polri. Syukur yang merupakan caleg dari Partai Hanura dalam Pemilu Legislatif (DPR) periode 2009-2014 di Daerah Pemilihan Halmahera Barat dinyatakan kalah lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Syukur menganggap putusan MK mengacu pada hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Halmahera Barat dan KPU Provinsi Maluku Utara yang dinilai telah diubah oleh KPU Pusat.

Oleh karena putusan MK itu, posisi Syukur berpindah, dari posisi tiga ke posisi empat. Akibatnya, tiga kursi anggota DPR yang diperebutkan tersebut berhasil diperoleh caleg dari Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Atas ketidakberesan ini, Syukur melaporkan lima anggota KPU Pusat ke Bareskrim Polri dengan tuduhan memalsukan surat dan memberikan keterangan palsu dalam sengketa pemilu legislatif di MK.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.