hukumonline
Senin, 04 Juni 2012
Paksa Bupati Mengaku Selingkuh, Aldi Disidangkan
Pengacara minta bupati dihadirkan sebagai saksi.
Rfq
Dibaca: 1679 Tanggapan: 0
Paksa Bupati Mengaku Selingkuh, Aldi Disidangkan
PN Jakarta Selatan gelar sidang perkara pidana Bernaldi Djemat alias Aldi. Foto: ilustrasi (Sgp)

Setelah selama ini menghiasi layar infoteinmen, perseteruan antara Bernaldi Djemat alias Aldi dengan Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola, akhirnya bermuara ke pengadilan. Aldi mulai disidangkan dalam perkara pidana di PN Jakarta Selatan, Senin (04/6). Majelis hakim dipimpin Aminal Umam.

Jaksa Sri Haryanto mendakwa Ali dengan dakwaan kumulatif. Pertama, ia dituduh melakukan tindak pidana penganiayaan sesuai pasal 351 ayat (1) KUHP. Kedua, jaksa menilai Aldi memaksa seseorang dengan ancaman untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, perbuatan mana tidak menyenangkan bagi orang yang dipaksa.

Seperti diceritakan jaksa dalam surat dakwaan, aksi kekerasan yang dilakukan terdakwa dimulai pada September tahun lalu. Bersama dua rekan –saksi Yudhi dan Rizal-, Aldi mendatangi rumah Non Saputri di kawasan Pondok Indah. Aldi ingin menemui buah hatinya dengan Peny Fernita. Ia memaksa dibukakan pintu seraya berteriak dan melempar batu. Menurut jaksa, di depan rumah itu Aldi melakukan kekerasan terhadap penjaga rumah.

Sebulan kemudian, bersama dua orang rekannya Aldi mendatangi pesta perkawinan di Hotel Dharmawangsa karena ingin menemui Zumi Zola. Aldi berhasil mencegat Zumi ketika Bupati Tanjung Jabung Timur itu ke toilet hotel. Di sini, Aldi diduga memaksa Zumi mengakui perselingkuhan degan Peny Fernita. Jika tak mengaku, demikian jaksa, Aldi mengancam membubarkan pesta perkawinan dan menyebarkan kabar selingkuh sang bupati ke media massa. Aldi merekam menggunakan telepon seluler.

Zumi berusaha menghindar tetapi dihalangi teman Aldi. Kepala Zumi sempat membentur tembok. Sempat terjatuh, Zumi akhirnya berhasil lolos dan lari ke lobi hotel dan melaporkan aksi kekerasan itu ke polisi. Menurut jaksa, Zumi Zola merasa tidak senang, terintimidasi, terganggu dan terancam akibat ulah Aldi.

Di depan majelis hakim, Aldi mengaku sudah mengerti dakwaan jaksa. Tetapi mengenai pembelaan, Aldi menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum.

Koordinator penasihat hukum Aldi, Humphrey S Djemat mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi. ”Langsung pemeriksaan saksi minggu depan,” ujarnya. Tim penasihat hukum meminta agar Zumi Zola dan Peny Fernita dihadirkan sebagai saksi.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.