hukumonline
Jumat, 15 Juni 2012
Pemeriksaan Hary Tanoe Dijadwalkan Ulang
Hary Tanoe menegaskan akan datang.
fat
Dibaca: 1054 Tanggapan: 0
Pemeriksaan Hary Tanoe Dijadwalkan Ulang
Hary Tanoesoedibjo (kanan), CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group diruang tunggu KPK. Foto: Sgp

Pemeriksaan CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group, Hary Tanoesoedibjo oleh KPK dijadwalkan ulang. Hal itu diutarakan Hary seusai bertemu penyidik KPK. “Kami sepakat penjadwalan pada 28 Juni hari Kamis, jam 10 pagi. Saya akan datang lagi,” ujarnya, Jumat (15/6).

Dalam kesempatan yang sama, Hary membantah bahwa James Gunardjo adalah pegawai dari PT Bhakti Investama. Menurutnya, kedatangan dirinya ke KPK sekaligus mengklarifikasi mengenai status pekerjaan James tersebut. Ia pun siap mendukung KPK untuk menuntaskan kasus ini. “Sebagai warga negara harus taat hukum, saya tidak mau berpolemik,” katanya.

Pengusaha media ini berharap pemberitaan-pemberitaan atas nama dirinya dilakukan secara proporsional. Menurut Hary, pemberitaan yang tidak proporsional dapat menyebabkan hasil yang tidak baik. “Saya harus katakan beberapa media, ada media cetak maupun elektronik yang berlebih-lebihan, sudah mengatakan Bhakti bersalah. Saya mengimbau dari keluarga media marilah kita proporsional.”

Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan KPK sudah mengirim surat ke Hary Tanoe pada Senin (11/6). Menurutnya, pemanggilan pemeriksaan terhadap Hary akan dilakukan pada Rabu (13/6). Namun, karena Hary Tanoe mengaku belum menerima surat pemanggilan, maka pemeriksaan ulang akan dilakukan.

Terkait kedatangan Hary Tanoe kali ini, Johan mengatakan KPK sebenarnya tidak ada jadwal pemeriksaan. Maka itu, kedatangan Hary Tanoe hanya mengkonfirmasi mengenai kapan waktu pemeriksaan ulang terhadap pengusaha media tersebut.

“Tadi disampaikan penyidik, sebenarnya hari ini belum ada agenda ulang permintaan keterangan terhadap yang bersangkutan. Makanya akan kita jadwalkan ulang,” ujar Johan di kantornya.

Johan menegaskan bahwa pemeriksaan Hary Tanoe tidak bermuatan politis. Menurutnya, pemanggilan terhadap seseorang menjadi saksi atas perkara yang tengah ditangani KPK semata karena memang ada keterangan yang diperlukan dari saksi tersebut. "KPK independen, tak akan berpengaruh dari pihak luar,” ujarnya.

Harry Tanoe diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap yang melilit Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi di KPP Sidoarjo, Tommy Hindratno (TH) dan seorang wajib pajak bernama James Gunardjo (JGD). Diduga, kasus ini terkait dengan restitusi pajak PT Bhakti Investama yang merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki Harry Tanoe.

Konsultan Pajak
Pengacara James, Sehat Damanik membenarkan bahwa kliennya bukanlah pegawai dari PT Bhak Investama. Menurutnya, kliennya adalah seorang konsultan di bidang perpajakan. Pekerjaan sebagai konsultan baru dilakoni oleh James. “Konsultan saja, mulai Januari,” katanya seusai mendampingi kliennya di depan gedung KPK.

Damanik mengatakan, kliennya baru ditanya penyidik KPK perihal identitas diri dan pekerjaannya. Terkait uang Rp280 juta yang ditemukan saat penangkapan, ia mengklaim, merupakan cicilan pembayaran hutang kliennya kepada Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi KPP Sidoarjo, Tommy Hindratno.

“Dia sudah berteman sejak lama, sekitar dua tahun sejak di Surabaya. James punya hutang pribadi dengan Tommy. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan suap menyuap. Karena ini murni pinjam meminjam antara teman,” kata Damanik.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.