hukumonline
Kamis, 21 Juni 2012
Pelatihan Hukumonline 2012
Arbitrase Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan
Pelatihan Teknik Dasar Arbitrase dan Seluk Beluk Penyelenggaraan Arbitrase di Indonesia
AW/PROJECT
Dibaca: 19500 Tanggapan: 1
Arbitrase Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan
Pelatihan Arbitrase 2012

 

Pada saat berlakunya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa(UU No. 30/1999), ketentuan-ketentuan mengenai arbitrase sebagaimana yang diatur dalam Pasal 615 sampai dengan Pasal 651 Rv, Pasal 377 HIR, dan Pasal 705 Rbg, dinyatakan tidak berlaku lagi. UU No. 30/1999 berusaha mengatur semua aspek baik hukum acara maupun substansinya, serta ruang lingkupnya yang meliputi aspek arbitrase nasional dan internasional.

Di Indonesia minat untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase mulai meningkat sejak diundangkannya UU No. 30/1999. Perkembangan ini sejalan dengan arah globalisasi, di mana penyelesaian sengketa di luar pengadilan telah menjadi pilihan pelaku bisnis untuk menyelesaikan sengketa bisnis mereka. Selain karakteristik dari arbitrase yang cepat, efisien dan tuntas, arbitrase menganut prinsip win-win solution, dan tidak bertele-tele karena tidak ada lembaga banding dan kasasi. Biaya arbitrase juga lebih terukur, karena prosesnya lebih cepat. Keunggulan lain arbitrase adalah putusannya yang serta merta (final) dan mengikat (binding), selain sifatnya yang rahasia (confidential) di mana proses persidangan dan putusan arbitrase tidak dipublikasikan. Berdasarkan asas timbal balik putusan-putusan arbitrase asing yang melibatkan perusahaan asing dapat dilaksanakan di Indonesia, demikian pula putusan arbitrase Indonesia yang melibatkan perusahaan asing akan dapat dilaksanakan di luar negeri.

Akan tetapi seiring perkembangannya, penyelenggaraan arbitrase di Indonesia tidak terlepas dari permasalahan, baik dalam skala nasional ataupun internasional. Dalam skala internasional, masalah utama yang sering dipersoalkan adalah mengenai eksekusi putusan arbitrase asing (internasional) di Indonesia. Pengadilan Indonesia seringkali “dicap” enggan untuk melaksanakan atau menolak pelaksanaan putusan arbitrase asing (internasional) dengan alasan bahwa putusan yang bersangkutan bertentangan dengan ketertiban umum (public policy).

Sedangkan dalam ruang lingkup nasional, permasalahan yang kerap muncul adalah komplain atas kemampuan arbiter dalam menjalankan praktek arbitrase oleh para pihak yang bersengketa. Kurangnya keterampilan dan pengetahuan dari seorang arbiter dapat berakibat pada  penundaan atau bahkan tidak dilaksanakannya putusan arbitrase. Terkait kondisi tersebut, maka arbitrase yang merupakansalah satualternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan tidaklah memberikan kemudahan dan keuntungan bagi para pihak.

Mengingat pentingnya fungsi dari seorang arbiter,maka diperlukanlah pemahaman dan keterampilan yang baik akan arbitrase. Oleh karenanya,www.hukumonline.com mengadakan pelatihan mengenai teknik arbitrase berdasarkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 dan seluk beluk pelaksanaan putusan arbitrase di Indonesia dengan judul Pelatihan Teknik Dasar Arbitrase dan Seluk Beluk Penyelenggaraan Arbitrase di Indonesia” pada hari Senin dan Selasjar aa, 16 dan 17 Juli yang lalu.

Dalam melaksanakan pelatihan arbitrase ini, hukumonline mendatangkan tim pengajar dari KarimSyah LawFirm yang sudah terkenal dalam bidang arbitrase. Para pengajar yang terlibat dan materi yang disampaikan sebagai berikut:

 

  • Pengenalan Arbitrase (termasuk eksekusi Putusan Arbitrase) - Iswahjudi A. Karim, S.H., LL.M., ACIArb
  • Undang-undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa  - Sampurno Budisetianto, S.H.
  • Badan Arbitrase di Indonesia (BANI, BAPMI, BASYARNAS, dll.) - Sampurno Budisetianto, S.H.
  • Arbitrase Internasional - Ilman F. Rakhmat, S.H., LL.M., ACIArb
  • Acara Arbitrase (Peraturan BANI) - Firmansyah, S.H., LL.M., ACIArb
  • Simulasi Cara Pembuatan Putusan Arbitrase - Iswahjudi A. Karim, S.H., LL.M., ACIArb

Acara pelatihan tersebut berjalan dengan lancar dan para peserta secara aktif terlibat dalam diskusi dan juga simulasi pembuatan putusan arbitrase. Pelatihan ini diselenggarakan di Pusdiklat Perum Bulog, Jakarta Selatan.

--------------------------------

Jika anda tertarik dengan notulensi diskusi ini, silahkan hubungi kami via email ke talks(at)hukumonline(dot)com. Notulensi diskusi ini tersedia gratis bagi pelanggan hukumonline.com*.

*syarat dan ketentuan berlaku

 

Share:
tanggapan
Perdamaian = Keadilan tertinggiDjulia Herjanara 11.09.12 14:14
Kesepakatan di luar persidangan yang kerapo dilakukan dengan bantuan pihak arbiter ataupun ADS laiinya, sangat membantu untuk mencari titik tengah antar pihak yang bersengketa, namun sungguh tidak mudah untuk mencari win-win solution, terutama dalam sengketa2 yang menyangkut nama baik atau perasaan karena harta benda apapun sangat kecil artinya.

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.