hukumonline
Jumat, 29 Juni 2012
Buron Korupsi Dipulangkan ke Riau
Masih tersisa enam buron lagi yang sedang dicari tim satgas dan Kejati Riau.
Nov
Dibaca: 1317 Tanggapan: 0
Buron Korupsi Dipulangkan ke Riau
Kapuspenkum Kejagung M Adi Toegarisman katakan Zulbuchari terpidana kasus pengolahan tandan buah segar kelapa sawit Perum Bulog Riau. Foto: Sgp

Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menangkap buron kasus korupsi, Zulbuchari,di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Zulbuchari adalah terpidana korupsi pengolahan tandan buah segar kelapa sawit Perum Bulog Riau yang merugikan negara Rp9,3 miliar.

Setelah ditangkap di Camp B PT Daya Bumindo Karunia, Dusun Tabulus, Kecamatan Seriburiam, Zulbuchari dibawa ke Kejagung untuk diserahterimakan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Perjalanan yang cukup panjang dari Dusun Tabulus membuat tim baru sampai di Kejagung pada Kamis (28/6).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung mengatakan tim bersama Zulbuchari sampai di Kejagung pukul 18.00 WIB. Selanjutnya, terpidana akan diserahkan kepada tim jaksa eksekutor dari Kejati Riau. Jum’at (29/6), Zulbuchari diterbangkan ke Pekanbaru, Riau, untuk segera dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan.

Dengan tertangkapnya Zulbuchari, Adi menyatakan buron Kejati Riau tersisa enam orang, termasuk buron kasus korupsi di Bulog Riau. Sebelumnya, tim satgas juga menangkap buron dalam kasus yang sama, Muhammad Syafei Matondang. “Terpidana dalam perkara ini berjumlah empat orang. Hendri Mairizal, Syarief Abdullah yang kini masih buron, Syafei Matondang, dan Zulbuchari,” katanya.

Hendrisudah lebih dahulu dieksekusi,lalu menyusul Matondang dan Zulbucahri. Dalam kasus ini tinggal Syarief Abdullah yang masih berstatus buron. Adi menuturkan, tim satgas saat ini tengah melakukan pencarian terhadap sisa enam buron Kejati Riau. Mudah-mudahan tim satgas dan Kejati Riau dapat segera menuntaskan enam buron yang tersisa.

Penangkapan Zulbuchari dilakukan karena dia tidak mengindahkan panggilan eksekusi yang sudah dilayangkan secara patut. Tim jaksa eksekutor telah melayangkan surat panggilan sejak diterimanya salinan putusan tahun 2010. Oleh karena Zulbuchari tidak berada di tempat, Kejati Riau memasukannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Zulbuchari adalah terpidana dalam kasus pengolahan tandan buah segar kelapa sawit Perum Bulog Riau. Dalam putusan Mahkamah Agung (MA), Zulbuchari dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp9.364.2990.014,80.

Mantan Manajer Administrasi dan Keuangan PT Rezki Cipta Illahi (RCI) ini terbukti melakukan korupsi bersama-sama mantan Kabid Komersil Perum Bulog Riau Syafei Matondang, Kepala Divisi Regional Riau Perum Bulog Syarief Abdullah, Kepala Seksi Perdagangan Perum Bulog Riau Hendri Mairizal, serta Kuasa Direktur RCI Sunario B Herianto.

Terpidana lainnya, Syafei dihukum lima tahun penjara oleh MA. Di tingkat Pengadilan Negeri Pekanbaru, Syafei dkk terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, tapi ketika di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Riau melepaskannya dari segala tuntutan hukum.

Syafei yang ditangkap 17 Juni lalu mengaku tidak tahu-menahu mengenai perkembangan kasusnya. Bahkan ketika penuntut umum mengajukan kasasi ke MA, Syafei juga tidak mengetahuinya. Untuk itu, Syafei mengatakan, setelah diputus lepas dari tuntutan hukum oleh Pengadilan Tinggi dirinya langsung pulang ke Lampung.

Syafei mengaku dirinya tidak melakukan pelanggaran apapun yang menyebabkan kerugian negara. Buktinya, putusan perdata memenangkannya dan menyatakan tidak ada kerugian negara yang diakibatkan oleh perbuatannya dan rekan-rekannya. Dia masih mau mengkonsultasikan upaya hukum apa yang akan ditempuh selanjutnya.

“Mau peninjauan kembali (PK) atau tidak, saya lihat dulu. Saya konsultasi dulu apakah dengan adanya putusan perdata yang menyatakan tidak ada kerugian ne gara bisa dijadikan dasar PK. Unsur-unsur lain saya belum lihat, saya pelajari dulu,” tutur Syafei beberapa waktu lalu.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.