hukumonline
Jumat, 29 Juni 2012
RPP Tembakau Disahkan, Petani Jadi Golput
RPP tembakau ancam ekonomi petani tembakau.
ant
Dibaca: 1408 Tanggapan: 0

 

Petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Boyolali mengancam akan memilih golongan putih (golput) dalam Pemilu 2014, jika Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembakau tetap disahkan oleh pemerintah.


"Sebanyak 1.122 petani tembakau tergabung APTI Boyolali, akan berangkat ke Istana Negara, Senin (2/7), menolak RPP jika pemerintah tetap mengesahkan, kami mengancam tidak ikut Pemilu tahun mendatang," kata Ketua APTI Boyolali Teguh Sambodo, usai audiensi dengan Wakil Bupati Agus Purmanto, di Boyolali, Jumat (29/6).


Menurut dia, pemerintah jika tetap mengesahkan RPP tentang Tembakau, dampaknya sangat luar biasa bagi petani tembakau di Boyolali yang mengandalkan ekonominya melalui tanaman musiman itu.


Ia menjelaskan, RPP tentang tembakau memuat ketentuan batasan kadar tar nikotin hanya sekitar 1,5 persen. Sedangkan tembakau asal Boyolali mencapai enam hingga delapan persen.


"Hal ini, tentunya sangat berdampak terhadap tembakau asal Boyolali menjadi tidak laku dijual, jika RPP itu disahkan," katanya.


Menurut dia, dalam RPP tersebut juga ada pasal yang menyebutkan bahwa tembakau hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan kosmetik dan pestisida, bukan bahan rokok.


"Rancangan pasal ini tentunya akan memberatkan para petani, karena tembakau produksi Boyolali mau dijual kemana," katanya.


Oleh karena itu, pihaknya menilai RPP tentang tembakau tidak memiliki manfaat ekonomi bagi para petani. Padahal, lanjut dia, petani tembakau hanya mampu bertahan jika memasuki musim kemarau panjang.


Setiap musim panen tembakau datang di Boyolali, kata dia, perputaran uang dapat mencapai triliunan rupiah hanya khusus komoditas itu, sehingga para petani tembakau di Boyolali ekonominya dari tahun ke tahun semakin baik.


Menurut dia, sentra tanaman tembakau di wilayah Boyolali, ada empat kecamatan yakni Selo, cepogo, Ampel, dan Musuk. Para petani di empat kecamatan itu, kini sudah resah akibat rencana penetapan RPP tentang Tembakau itu.


"Kondisi tanaman tembakau saat ini, sedang subur-subur dan kualitasnya bagus. Tembakau sebagai tumpuan hidup para petani di lereng Merapi dan Merbabu ini, jika jadi disahkan RPP, kami akan golput pada Pemilu medatang," katanya.


Mulyono (47) pengusaha tembakau rajangan asal Desa Ringinlarik, Musuk, menilai seluruh pengusaha tembakau akan gulung tikar, jika RPP tembakau disahkan.


Menurut dia, masyarakat selama ini diuntungkan dengan komoditas tembakau, karena usaha melalui jenis rajangan ini rata-rata setiap musim panen mampu meraih keuntungan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.


"Sehingga, jika RPP itu disahkan, banyak petani dan pengusaha tembakau kreditnya macet," katanya.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.