hukumonline
Rabu, 08 Agustus 2012
John Kei Segera Disidang di PN Jakarta Pusat
Pengacara John Kei siapkan saksi dan ahli meringankan yang identitasnya masih dirahasiakan.
nov
Dibaca: 631 Tanggapan: 0

Setelah berkas penyidikan John Refra alias John Kei telah dinyatakan lengkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, penuntut umum menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polda Metro Jaya. Penuntut umum mengaku telah merampungkan dakwaan John Kei dan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kejati DKI Jakarta berharap perkara ini dapat diproses lebih lanjut. “Saat ini dakwaan sudah selesai. Berkasnya sudah kami serahkan siang tadi ke pengadilan. Kami berharap proses hukum terkait perkara pembunuhan ini dapat diproses lebih lanjut,” kata Kasie Penkum Kejati DKI Albert Napitupulu, Rabu (8/8).

Albert menuturkan, penuntut umum belum mengetahui kapan persidangan akan John Kei digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Itu pihak pengadilan yang mengatur. Biarkan pengadilan yang menjadwalkan persidangan. Yang jelas kami sudah menyiapkan surat dakwaan. Penuntut umum akan mendakwa John Kei di persidangan.”

Sementara, pengacara John Kei, Taufik Chandra menyerahkan kewenangan penuntutan ke Kejaksaan. Menurutnya, setelah dilimpahkan ke pengadilan, Ketua Pengadilan paling lambat dua minggu akan menunjuk majelis hakim yang menyidangkan John Kei. Diperkirakan sidang John Kei baru dilaksanakan setelah lebaran.

Taufik belum mau membeberkan secara detail 'amunisi' apa saja yang dipersiapkan untuk menghadapi dakwaan penuntut umum. Dia hanya menyatakan tim pengacara telah mempersiapkan sejumlah saksi dan ahli meringankan (a de charge) yang identitasnya masih dirahasiakan.

Namun demikian, Taufik yakin kliennya tidak bersalah. Dia juga meyakini kliennya tidak melakukan tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 dan Pasal 340 KUHP. “Dari awal kami menyangkal dugaan itu karena yang kami lihat buktinya tidak ada sama sekali,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Taufik melanjutkan, pasal yang digunakan penuntut umum untuk mendakwa John Kei masih sama dengan pasal yang digunakan penyidik. Tidak ada saksi yang mendengar, mengalami sendiri, atau melihat John Kei melakukan pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Tan Hari Tantono alias Ayung. 

Adapun rekaman CCTV di Swiss Bell Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dianggap Taufik tidak membuktikan John Kei melakukan pembunuhan tehadap Ayung. Rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan bahwa John Kei berada di hotel itu, tapi belum tentu membuktikan John Kei melakukan tindak pidana.

John Kei ditangkap pada 17 Februari 2012 karena diduga terlibat kasus pembunuhan yang menewaskan Tan Hari Tantono. Direktur PT SSI itu ditemukan tewas di Swiss Bell Hotel, Jakarta Pusat pada 26 Januari 2012. Polisi sempat mengeluarkan timah panas untuk melumpuhkan John Kei yang melakukan perlawanan.

Penangkapan John Kei dilakukan di Hotel C’One, Jakarta Timur. Ketika itu, John Kei tertangkap bersama seorang artis bernama Alba Fuad yang positif menggunakan narkotika. Penyidik mengenakan John Kei dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 subsider 338 jo 55 ayat (1) jo 56 KUHP.

Selain John Kei, penyidik Polda Metro Jaya juga menetapkan beberapa anak buah John Kei sebagai tersangka. Anak buah John Kei, Chandra Kei dan Tucai Kei telah disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sementara, Yosef Hungan dan Mukhlis baru dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta setelah John Kei dilimpahkan ke penuntut umum.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.