hukumonline
Selasa, 28 Agustus 2012
Puluhan Advokat Siap Bela Deny Indrayana
Penyidik Polda Metro Jaya mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelapor.
red/ant
Dibaca: 3736 Tanggapan: 10
Puluhan Advokat Siap Bela Deny Indrayana
Wakil Menteri Hukum dan HAM Deny Indrayana (kanan). Foto: Sgp

 

Gara-gara kicauannya di Twitter, Deny Indrayana seolah-olah menjadi ‘musuh bersama’ kalangan advokat. Respon berupa hujatan, kritik, atau bahkan laporan polisi kini menghujam balik ke arah Wakil Menteri Hukum dan HAM itu. Tetapi, ternyata tidak semua advokat yang berseberangan dengan Deny. Puluhan advokat yang tergabung dalam organisasi Serikat Pengacara Rakyat (SPR) siap membela alumnus UGM itu.

“Kami berpendapat bahwa secara hukum maupun secara etika, Deny Indrayana sama sekali tidak dapat dipersalahkan,” kata Juru Bicara SPR, Habiburokhman, dalam siaran pers yang diterima hukumonline, Selasa (28/8).

Terkait kicauan Deny, SPR menyatakan kicauan itu tidak seharusnya dimaknai secara sepotong-potong. Kicauan itu seharusnya dikorelasikan dengan penjelasan lisan dan tertulis yang disampaikan Deny melalui media massa. Menurut SPR, ucapan seorang pejabat publik seperti Deny juga harus dimaknai dari latar belakang yang bersangkutan serta konteks kalimatnya.

“Kami jelas menangkap pesan bahwa Deny sama sekali tidak meng-generalisir advokat yang membela koruptor sebagai koruptor, sebaliknya Deny justru menjelaskan bahwa yang ia maksud sebagai koruptor adalah advokat yang menghalalkan segala cara dalam membela klien,” papar Habiburokhman.

SPR meyakini Deny melontarkan kicauan yang menimbulkan kontroversi itu dalam konteks perjuangan pemberantasan korupsi. SPR mencoba menafsirkan bahwa Deny yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis LSM anti korupsi merasa lelah karena di era Pemerintahan SBY, praktik korupsi ternyata masih marak.

“Sebagai advokat, kami sama sekali tidak tersinggung dengan tweet Deny Indrayana di akun twitter-nya,” SPR menegaskan dalam siaran pers.

SPR tidak merasa tersinggung karena SPR tidak memungkiri bahwa memang masih ada advokat yang menjalankan profesi secara tidak terhormat dan cenderung menghalalkan segala cara. SPR bahkan menyatakan kicauan Deny seharusnya dianggap sebagai kritikan membangun bagi advokat Indonesia.

Dalam siaran pers, selain membahas kicauan Deny, SPR juga mengkritik langkah OC Kaligis melaporkan Deny ke Kepolisian. SPR menganggap langkah Kaligis tidak tepat. Sebagai advokat ‘tua’, begitu SPR menyebut Kaligis dalam siaran pers, Kaligis seharusnya bisa bersikap lebih bijak dalam memandang persoalan kicauan Deny.

Tak hanya mengkritik Kaligis, SPR bahkan menyatakan siap jika diperlukan untuk melakukan pembelaan untuk Deny. SPR mengklaim puluhan advokat di Jakarta yang tergabung dalam SPR siap membela Deny menghadapi laporan Kaligis.

Deny vs Kaligis
Jika SPR menegaskan siap membela, Deny Indrayana juga tegas menyatakan siap menghadapi laporan Kaligis. “Untuk proses hukum saya siap, strategi menghadapi OC Kaligis, Bismillah aja," kata Deny di Makassar, Selasa (28/8).

Di sela pemantauan ujian rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan Ham di lapangan Andi Mattalatta Makassar, Deny menyatakan, dirinya sudah memberikan klarifikasi, bahkan sudah ada 24 twitter penjelasan tentang Advokat Koruptor

"Saya sudah berusaha memberikan klarifikasi dan definisi tentang apa saya maksudkan. Dari 24 yang saya twitter saya jelaskan, tapi masih ada saja yang mengeneralisir," katanya "Bahkan ada beberapa advokat tidak membaca klarifikasi ini dan katanya menghina advokat. Ini sudah terakhir kali saya meminta maaf kepada advokat bersih sebagai langkah konsisten supaya tidak dibelokkan," paparnya lagi.

Ia menyebutkan, apabila ada advokat yang melakukan kritik keras dengan menghalalkan segala cara, merekayasa alat bukti, berarti advokat tersebut adalah bagian dari pada pembela koruptor.

"Kalaupun ada yang mengkritik itu berarti bagian di dalamnya, saya mentwitter mewakili perasaan banyak orang. Untuk proses hukum saya siap," tegasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti laporan OC Kaligis, penyidik Polda Metro Jaya memeriksa tiga saksi termasuk Kaligis selaku pelapor. "Sekarang tiga orang saksi diperiksa termasuk saya dan dua orang lainnya tidak (bisa) disebut namanya," kata OC Kaligis di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (28/8).

Kaligis mengatakan dirinya menjawab 15 pertanyaan dari penyidik kepolisian berkaitan dengan tentang pernyataan Deny Indrayana melalui twitter dan dugaan pencemaran nama baik, fitnah, serta dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Kaligis menyebutkan dirinya akan terus melanjutkan laporan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE yang dilakukan Deny, meskipun pejabat negara itu telah meminta maaf kepada advokat "bersih".

Kaligis juga meminta Deny sebagai pejabat negara bisa menahan diri, agar tidak mengeluarkan pernyatakan yang bersifat emosi.

Share:
tanggapan
kuasa hukumferro auro 30.08.12 01:21
Untuk Advokat yang telah pernah menjadi kuasa hukum orang2 yang sudah jelas dan terbukti koruptor dan pengusaha2 nakal yang sudah jelas dan terbukti nakal harapan saya selidiki dengan jelas sebelum di follow up "semua manusia butuh uang banyak untuk capai cita2 dan keinginan" .Kenapa harus ada kuasa hukum bagi orang2 yang telah jelas dan terbukti melakukan tindak pidana padahalkan mereka tinggal menerima sanksi dari pelanggaran hukum hasil perbuatannya.Kalau demikian yang ada malah keringanan sanksi ataupun tanpa sanksi sama sekali karena udah diurus oleh kuasa hukum tsb.Karena dalam hukum negara ini ada denda2 hukuman yang harus dibayarkan apa susahnya bagi orang2 yang korupsi dan pengusaha nakal membayar beban biaya hukum tsb.Mudah aja, jika seorang koruptor atau pengusaha nakal makan uang 10triliyun kalau ketauan bilang aja yang dimakan 1,5triliun suruh aja urus kuasa hukum tsb selesai.Ujung2nya terpidana hidup bebas sukses merdeka.Orang2 yang sudah jelas,terbukti melakukan tindak pidana dan menjadi terpidana tinggal menjatuhkan sanksi masih ada aja kuasa hukumnya.Kalau dia masih tertuduh,tersangka,dituduh atau disangka saya rasa wajar punya kuasa hukum.Untuk Deny Indrayana saya salut.Anda adalah seorang yang benar kuatkan hati dan diri anda kepada Allah SWT.Jangan takut.Sebenarnya anda tak perlu meminta maaf tapi ya sudahlah sebagai kelapangan hati anda yang telah mendapat petunjuk yang benar.Seharusnya andalah yang menjadi pemimpin ummat dari rakyat2 bangsa ini.Kuatkan Iman,kuatkan hati,kuatkan diri,pertahankan yang benar itu benar yang salah itu salah dan masing2 pasti ada balasannya,hajar mafia2 hukum dengan hukum juga,harapan saya anda demikian
hati-hatijenny 29.08.12 20:02
Denny tidak berhati-hati dalam berkicau di media sosial. Sebagai pejabat publik harusnya dia bisa menjaga ucapannya dan tidak sembrono. Ini bukan masalah keberanian untuk menanggung resiko dalam menghadapi koruptor, tapi pastinya ada cara yang lebih cerdas. Apa yang dikicaukan Denny di twitter secara esensi ada juga benarnya, tapi sayangnya disampaikan dengan bahasa yang emosional. Alih-alih membawa perubahan, yang didapat justru perlawanan. Denny, kau musti lebih cerdas dalam mengungkapkan pendapat, gelarmu sudah Professor (semoga bukan karena jalur politik), jangan rendahkan dirimu dengan sikap dan cara yang sembrono dalam berujar di media publik. Pintar-pintarlah dalam mengungkapkan kebenaran di depan publik!
banyak advokat yg mendukung dennymurtado 29.08.12 15:21
ternyata banyak advokat yg tdk tersingung dgn pernyataan denny indrayana, malah menyerang Oc kaligis sebagai pengacara koruptor yg mendukung para koruptor, perang pengacara bersih dan kotor berlangsung
Advokat baik pun ada, yg buruk juga adaLuther Pamungkas Wicaksono, SH 29.08.12 14:52
Sama halnya di semua aspek instansi, pasti ada oknum yang menjadi penyakit bagi lingkungannya, sebaiknya Denny mengatakan oknum advokat sehingga hanya oknum yang buruk lah yg harus ditindak tegas, khususnya dalam upaya pembelaan klien advokat memang tidak boleh membeda-bedakan persoalannya namun hanya lebih baiknya advokat melakukan tugasnya sesuai kode etik advokat meskipun fakta yg ada terkadang menuntut advokat untuk berperilaku menyimpang kode etik, dan sebaiknya pejabat negara harus bijak menyikapi persoalan dengan arif, dan juga para senir jangan deh nyari ketenaran dengan jalan yg kurang bijak, sebaiknya beri mereka yg ngmg sembarangan dengan teguran yg patut. Semoga kita dapat memetik hikmah dari semua ini.
semuanya benargozhal 29.08.12 13:09
apa yang dikatakan Deny memang ada benarnya. tapi tidak juga seharusnya Deny mengambil kesimpulan secara umum seperti itu seakan tidak ada advokat yang bersih. landasan yuridisnya juga ada pada UU No. 18 tahun 2003 pasal 2; bhwa advokat tdk bisa diidentikkan dgn klienya. begitu juga dengan OCK, jangan terlalu sensitiflah dengan stagmen Deny yang seperti itu. ambil sisi positifnya aja. seharusnya pernyataan deni dijadikan sebagai titik acuan tuk mempertanyakan siapakah Advokad yang dimaksud deny tuk diadili.
semuanya benargozhal 29.08.12 12:27
apa yang dikatakan Deny memang ada benarnya. tapi tidak juga seharusnya Deny mengambil kesimpulan secara umum seperti itu seakan tidak ada advokat yang bersih. landasan yuridisnya juga ada pada UU No. 18 tahun 2003 pasal 2; bhwa advokat tdk bisa diidentikkan dgn klienya. begitu juga dengan OCK, jangan terlalu sensitiflah dengan stagmen Deny yang seperti itu. ambil sisi positifnya aja. seharusnya pernyataan deni dijadikan sebagai titik acuan tuk mempertanyakan siapakah Advokad yang dimaksud deny tuk diadili.
Oknum Advokat Murni 29.08.12 12:26
Jika deny tidak mengidentikan Advokat pembela kruptor adalah koruptor, seharusnya di tw dia menulis ADA OKNUM ADVOKAT DARI TERSANGKA KORUPTOR yang membela membabibuta sehingga bisa dicuragai sebagai koruptor. Selama ini Siapapun yang tidak pernah mendampingi tersanggka di Pengadilan Tipikor akan selalu memvonis bahwa para tersangka tersebut benar-banar pencuri uang negara, tapi jangan lupa bahwa kebanyakan dari tersangka ad mereka yang secara administrasi di wajibkan oleh sistem u/ bertanggung jawab, akantetapi tidak menikmati apa yang didakwakan dan penyidik tahu bhw uang tersebut Masuk KEMENTRIAN utk biaya operasional DI KEMENTRIAN (HUT RI, THR,Bangun PRSASTI di Kementrian, Darma wanita), dan susudah diputus oleh hakim tipikor, kemudian penyidik menyarankan ADV u/ bermohon kekementrian terkait untuk mengembalikan dana tersebut dg alasan kasian si tersangka jika harus menanggung yang tidak dinikmati secara pribadi maupun golongan!!! jik ADV tersebut dg semangat membela klienya apakah deny masih menggolongkan ADV ad koruptor?!
advokat membela koruptor adalah koruptoredi abdullah sh mh 29.08.12 07:08
saya rasa sebagai advokat denny harus minta maaf karna bagaimanapun profesi advokat adalah sebuah profesi officium nobile. yaitu profesi yang mulia
melawan pengacara koruptornasrullah 28.08.12 23:06
kami hanya bisa mendukung Denny dgn doa,seharusnya para pengacara pengacara mulai sadar dgn prakteknya selama ini.Dan salut untuk saudara saudara pengacara yang mau membela Denny scr sukarela
SepakatRenita Wijaya 28.08.12 21:47
saya sepakat dg Pak Habiburokhman, memang tdk layak Advokat tersinggung dg tweet Pak Denny, apalagi sampai membuat laporan polisi segala. Denny sdh menjelaskan dg gamblang bahwa ia tdk menggeneralisir slrh Advokat, saya fikir itu sdh cukup. OCK jangan kebakaran jenggot dong

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.