hukumonline
Rabu, 13 Maret 2013
Pembahasan RUU Advokat
Proses membentuk undang-undang perubahan atas UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat akhirnya dimulai. DPR telah membentuk Panja yang ditugaskan khusus melakukan pembahasan. Sejumlah pihak sudah diundang untuk dimintai pendapatnya. Mulai dari advokat senior, organisasi advokat, maupun organisasi penegak hukum lainnya.
Dibaca: 16391 Tanggapan: 14
Share:
tanggapan
cepat direvisi sebelum kami wafatagus 25.06.14 08:02
secepatnya direvisi dan permudah kami menjadi advokat segera revisi san dipermurah pkpa yg berhak jadi advokat bukan yg kaya saja kami orang miskin juga ingin jd advokat buat multi bar.hidup multi bar.hidup advokat jujur, bersih tdk membela koruptor
segera direvisi uu advokat rakyat menunggunuurastika 14.06.14 12:20
masyrakat kecil sarjana hukum yg tidak mampu menunggu revisi agar orang miskin yg tidak mampu bisa menjadi advokat turunkan biaya ujian dan biaya biaya lainnya.turunkan biaya kartu advokat bikin murah dan buat multi bar
revisi UU Advokataidil 26.05.14 13:48
kita sibuk menanggapi revisi UU advokat smentara wakil kita di parlemen sptnya tdk respon,kpn UU Advokat disahkan,apakah mmg kami para advokat ini hrs berontak dl atau ribut lg baru pemerintah ambil sikap,jd tlg lah kpd pemerintah dan DPR hrs ambil sikap klu mmg harus disyahkan UU tsb secepatnya spy kemelut dan konflik selama ini dapat diselsaikan dan msh bnyk lg yg hrs kita pikirkan di indonesia ini,rakyat miskin,pemerintah,rakyat yg butuh bantuan hukum secara cuma-cuma,blm lg para advokat yg diusir oleh Pengadilan krn tidak punya Berita Acara Sumpah dari Pengadilan Tinggi.
segera revisi uu advokatsamsul 17.05.14 10:42
cepat revisi uu advokat hapus pasal penyumpahan advokat independen masing organisasi advokat berhak mengagkat dan membuat ujian advokat bukan pns tidak dapt gji dari pemerintah
segera direvisi cepat dprandi 14.05.14 13:00
tanggapi aspirasi segera direvisi hapus pasal penyumpahan di pt independ advokat multi bar
Jangan ada Pelemahan Advokat Baginta Manihuruk 08.04.14 15:00
advokat itu jangan barang murahan, hentikan pembahasan RUU Advokad baru karena pelemahan advokad
RUU Advokatzockye moreno 08.10.13 16:52
UU No.18 sudah bagus. Yang perlu ditambah adalah penetapan sebuah organisasi advokat yang berwewenang untuk melakukan pelatihan, pengujian dan pengangkatan advokat baru. Organisasi advokat dalam hal ini adalah organisasi yang memenuhi standart untuk melakukan pelatihan sampai dengan pengangkatan. Maka diatur pula syarat-syarat untuk bisa menjadi sebuah organisasi advokat penyelenggara pelatihan sampai pengangkatan.
revisi uu dan dibuat multi barsanti 01.10.13 14:15
buat multi bar biar masing masing organisasi bisa mengangkat advokat baru dan melkukan pelantikan dgn biaya yg murah .organisasi advokat bukan milik ikelompok jgn dimonopoli
Pembahasan RUU AdvokatDoni 06.08.13 13:20
RUU advokat harus segera dilakukan. Semakin lama revisi UU advokat tidak dilakukan maka fungsi advokat semakin dikebiri. sekarang banyak oknum dosen, jaksa, notaris, corporate legal yang berperan sebagai advokat. Tindak pidana terhadap orang yang melakukan tindakan seolah2 sebagai advokat perlu di atur.
revisi uu advokat utk mengakomodir intelektual kampusGABRIEL GAJA TUKAN, SH.,M.Hum. 12.09.13 13:03
Pendapat yang mendiskreditkan kelompok intelektual seperti dosen jaksa, notaris, corporate legal yang selama ini memang secara "bawah tangan" melakukan praktek advokat, menurut saya, adalah merupakan pendapat subyektif dan cenderung terlalu normatif. ada baiknya kita bersikap obyektif dan bijak serta megedepankan asas manfaat dalam pendekatan untuk pembentukan hukum. bahwa penegakan hukum sebagai tanggung jawab semua warga yang sama kedudukan di muka hukum, dan pembatasan hanya merupakan rekayasa politik hukum. oleh karena itu maka momentum revisi uu advokat hendaknya memasukan beberapa entitas warga negara terutama dari kalangan kampus khususnya dosen pegawai negeri yang selama ini dibelenggu oleh uu advokat hanya karena tidak ada yg mau kehilangan kesempatan dan/atau adanya persaingan, apalagi golongan dosen memiliki beberapa kelebihan. Di dunia kampus negeri, berkumpul kelompok orang yang memiliki kompetensi keilmuan, dengan kualifikasi pendidikan yang memadai, integritas dan obyektif, tetapi mereka harus dibelenggu dengan larangan bahkan ancaman pemidanaan terhadap oknum dosen yang melaksanakan vevenang advokat. sementara di pengadilan atau di warung-warung kopi para penegak hukum termasuk advokad yang integritas dan kompetensinya masih dipertanyakan, boleh "bernegosiasi" mengenai penegakan hukum, sedangkan para idealis hanya menkadi pengamat sehingga advokat boleh mengatakan "anjing menggonggong kafila berlalu". sementara kenyataan penegakan makin amburadul, kepastian hukum tinggal mimpi, mental aparat semakin jauh dari harapan para pencari keadilan.....so what?? jika kita menginginkan penegakan hukum bisa kembali ke jalurnya dan muaranya adalah keadilan melalui jaminan kepastian hukum maka solusinya adalah, mengakomodir kelompok intelektual dan obyektif termasuk yang berstatus pegawai negeri, yang selama ini terpinggirkan hanya karena alasan "lahan" ....
KAPANKAH DIPRIPURNAKAN UU ADVOKATagusman 30.06.13 11:25
Semakin lama UU advokat selesai, semakin tertinggalnya penegakkan hukum di Indonesia, seamkin hancurnya rakyat ini yang berjalan di kegelapan di era keterangan yang tak jelas ini, wahia anggota DPR yang ditugaskan negara, kemana kami bertanya tentang perjalanan proses uu advokat ini, kami didaerah hanya pasrah kalau anda DPR tertutup dan tidak infokan, mohonlah perjalanan proses ini sampai dimana????
First Previous 1 2 Next Last

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.