hukumonline
Rabu, 13 Maret 2013
Pembahasan RUU Advokat
Proses membentuk undang-undang perubahan atas UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat akhirnya dimulai. DPR telah membentuk Panja yang ditugaskan khusus melakukan pembahasan. Sejumlah pihak sudah diundang untuk dimintai pendapatnya. Mulai dari advokat senior, organisasi advokat, maupun organisasi penegak hukum lainnya.
Dibaca: 12895 Tanggapan: 9
Share:
tanggapan
Jangan ada Pelemahan Advokat Baginta Manihuruk 08.04.14 15:00
advokat itu jangan barang murahan, hentikan pembahasan RUU Advokad baru karena pelemahan advokad
RUU Advokatzockye moreno 08.10.13 16:52
UU No.18 sudah bagus. Yang perlu ditambah adalah penetapan sebuah organisasi advokat yang berwewenang untuk melakukan pelatihan, pengujian dan pengangkatan advokat baru. Organisasi advokat dalam hal ini adalah organisasi yang memenuhi standart untuk melakukan pelatihan sampai dengan pengangkatan. Maka diatur pula syarat-syarat untuk bisa menjadi sebuah organisasi advokat penyelenggara pelatihan sampai pengangkatan.
revisi uu dan dibuat multi barsanti 01.10.13 14:15
buat multi bar biar masing masing organisasi bisa mengangkat advokat baru dan melkukan pelantikan dgn biaya yg murah .organisasi advokat bukan milik ikelompok jgn dimonopoli
Pembahasan RUU AdvokatDoni 06.08.13 13:20
RUU advokat harus segera dilakukan. Semakin lama revisi UU advokat tidak dilakukan maka fungsi advokat semakin dikebiri. sekarang banyak oknum dosen, jaksa, notaris, corporate legal yang berperan sebagai advokat. Tindak pidana terhadap orang yang melakukan tindakan seolah2 sebagai advokat perlu di atur.
revisi uu advokat utk mengakomodir intelektual kampusGABRIEL GAJA TUKAN, SH.,M.Hum. 12.09.13 13:03
Pendapat yang mendiskreditkan kelompok intelektual seperti dosen jaksa, notaris, corporate legal yang selama ini memang secara "bawah tangan" melakukan praktek advokat, menurut saya, adalah merupakan pendapat subyektif dan cenderung terlalu normatif. ada baiknya kita bersikap obyektif dan bijak serta megedepankan asas manfaat dalam pendekatan untuk pembentukan hukum. bahwa penegakan hukum sebagai tanggung jawab semua warga yang sama kedudukan di muka hukum, dan pembatasan hanya merupakan rekayasa politik hukum. oleh karena itu maka momentum revisi uu advokat hendaknya memasukan beberapa entitas warga negara terutama dari kalangan kampus khususnya dosen pegawai negeri yang selama ini dibelenggu oleh uu advokat hanya karena tidak ada yg mau kehilangan kesempatan dan/atau adanya persaingan, apalagi golongan dosen memiliki beberapa kelebihan. Di dunia kampus negeri, berkumpul kelompok orang yang memiliki kompetensi keilmuan, dengan kualifikasi pendidikan yang memadai, integritas dan obyektif, tetapi mereka harus dibelenggu dengan larangan bahkan ancaman pemidanaan terhadap oknum dosen yang melaksanakan vevenang advokat. sementara di pengadilan atau di warung-warung kopi para penegak hukum termasuk advokad yang integritas dan kompetensinya masih dipertanyakan, boleh "bernegosiasi" mengenai penegakan hukum, sedangkan para idealis hanya menkadi pengamat sehingga advokat boleh mengatakan "anjing menggonggong kafila berlalu". sementara kenyataan penegakan makin amburadul, kepastian hukum tinggal mimpi, mental aparat semakin jauh dari harapan para pencari keadilan.....so what?? jika kita menginginkan penegakan hukum bisa kembali ke jalurnya dan muaranya adalah keadilan melalui jaminan kepastian hukum maka solusinya adalah, mengakomodir kelompok intelektual dan obyektif termasuk yang berstatus pegawai negeri, yang selama ini terpinggirkan hanya karena alasan "lahan" ....
KAPANKAH DIPRIPURNAKAN UU ADVOKATagusman 30.06.13 11:25
Semakin lama UU advokat selesai, semakin tertinggalnya penegakkan hukum di Indonesia, seamkin hancurnya rakyat ini yang berjalan di kegelapan di era keterangan yang tak jelas ini, wahia anggota DPR yang ditugaskan negara, kemana kami bertanya tentang perjalanan proses uu advokat ini, kami didaerah hanya pasrah kalau anda DPR tertutup dan tidak infokan, mohonlah perjalanan proses ini sampai dimana????
yang penting adilMuhammad Julijanto 05.06.13 21:43
yang penting RUU Advokat adil dan tidak diskriminatif...mudah bagi advokat muda mendapatkan akses profesi
Pembahasan RUU AdvokatYusuf Istanto 04.05.13 15:54
menurut saya UU advokat saat ini sudah baik akan tetapi perlu ada beberapa perbaikan yakni pada ketentuan wadah tunggal menurut saya kita lebih pas menganut sistem multi bar dengan single kode etik semacam dewan pers kalo di UU Pers, mengenai ketentuan pelantikan dan sumpah advokat diserahkan sepenuhnya kepada organisasi advokat dimana MA hanya diberikan laporan mengenai jumlah advokat dari organisasi yang bersangkutan.
pembahasan RUU Advokadandi ansyori 25.04.13 16:10
UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat , sudah benar, ngak usah diubah. karena sistem rekrutmen advokad oleh organisasi advokad sekarang ini sudah benar., persyaratan utuk jadi advokad cukup ketat. Harus dilantik oleh Pengadilan Tinggi. Dampaknya advokad akan menjadi Prefosional dan bertanggung jawab. Advokad itu ada pelatihan , tidak semua orang bergelar sarjana hukum dapat menjadi advokad. kalau itu yang terjadi akan merugikan klien itu sendiri.
pembahasan RUU Advokatady prayitno 25.06.13 11:49
dengan adanya perketatan dalam rekruitment menjadikan advokat muda untuk lebih berhati2 dlam menentukan sikap,dan juga menjadikan lebih profesional.
balasan komentarindra 25.05.13 22:45
benar itu bung, padahal saya rasa undang-undang no.18 tahun 2003 itu sdh relevan saja, cuma kalo ada yang ngotot merubah sistem recruitment'nyaa...yaa bisa di bilang lah bung itu hanya segelintir oknum tertentu yang mempunyai kepentingan di balik itu...yaaa kita sesama advokat tau sendiri lah siapa oknum itu ya terutama organisasinya...
pembahasan ruu advokatEdi Bestaret 29.03.13 22:58
tidak ada satupun produk regulasi manusia yang sempurna, perbaikan dan perbaikan untuk menuju yang ideal adalah satu keniscayaan! Bravo Bang TODUNG !!!!!!!

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.