hukumonline
Selasa, 23 April 2013
PKPU atau Pailit Sama Dilematisnya Bagi Nasabah
Muncul dugaan rekayasa dalam permohonan pailit. Sesama nasabah malah saling curiga.
HRS
Dibaca: 2354 Tanggapan: 0

Majelis hakim Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Makira Nature. Ini berarti majelis menerima tangkisan Makira. Namun putusan majelis hakim Selasa (23/4) itu masih menimbulkan tanda tanya bagi sebagian nasabah.

Majelis dipimpin Sutoto Adiputro beralasan permohonan PKPU Makira sudah sejalan dengan Pasal 229 ayat (3) dan (4) UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU. Pasal ini memberi wewenang kepada majelis hakim untuk menangguhkan permohonan pailit pemohon apabila ada pengajuan permohonan PKPU oleh termohon pailit. Permohonan PKPU tersebut harus sudah diputus dalam jangka waktu tigahari.

Mendengar putusan tersebut, ratusan pengunjung yang juga nasabah dari Makira Nature langsung heboh. Mereka tidak sepakat majelis hakim mengabulkan permohonan PKPU tangkisan yang diajukan Makira Nature. Nasabah menuding ada indikasi rekayasa dalam kasus ini.

Sebelumnya, salah satu perwakilan nasabah memohon izin majelis untuk menyampaikan pendapatnya, Senin (22/4). Di muka persidangan, perwakilan tersebut dengan tegas mengatakan tidak pernah berkeinginan untuk mempailitkan Makira Nature. Untuk itu, para nasabah meminta majelis untuk tidak mengabulkan permohonan pailit Ramses maupun PKPU Makira Nature.

“Apabila ada seseorang yang mengatakan para nasabah memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengajukan permohonan kepailitan atas Makira Nature, itu adalah rekayasa tersistem,” ucap perwakilan yang enggan menyebutkan namanya itu dalam persidangan, Senin (22/4).

Indikasi Rekayasa

Jika kemarin ratusan para nasabah tersebut menyudutkan kuasa hukum Ramses Putra, Joao Meco dan Rudi Bangun hingga ke pelataran parkir gedung Pengadilan, kali ini, usai putusan, giliran pengacara Makira Nature yang dikerubungi para nasabah. Mereka mempertanyakan wujud nyata dari seorang Ramses Putra ini. Menurut para nasabah, Ramses Putra adalah wayang dari Makira Nature.

Kondisi ini dinyatakan secara tegas oleh perwakilan 1500 nasabah,Rony Eli Hutahaean. MenurutRony, ada permufakatan jahat dari Makira dan Ramses atas permohonan pailit ini. Rony sangat berkeyakinan permohonan ini merupakan rekayasa dari para pihak.

Rekayasa itu terlihat dari beberapa kejanggalan yang ditemukan Rony. Pertama, jangka waktu RUPS yang dilakukan Makira dalam menanggapi permohonan pailit Ramses. Menurut Rony, waktu tersebut tidak wajar mengingat permohonan pailit baru didaftarkan pada 10 April 2013 dan RUPS diambil pada 11 April 2013.

Kedua, ketidakjelasan rencana perdamaian yang ditawarkan Makira. Menurutnya, Makira tidak menjabarkan rencana perdamaian yang jelas dihadapan nasabah. Bahkan, Makira juga telah mendoktrin para nasabah bahwa perusahaan tengah menghadapi kesulitan finansial.

“Makira telah membuat kondisi seolah-olah berdiri bersama nasabah. Di sisi lain, Makira juga mendoktrin para nasabah kalau perusahaan tidak sanggup bayar. Ini kan seperti makan buah simalakama,” tutur Rony kepada hukumonline, Selasa (23/4)

Dalam peribahasa itu terkandung makna nasabah berada di posisi terjepit. Apabila menerima PKPU, nasabah tidak akan mendapatkan pembayaran maksimal sedangkan apabila menolak PKPU, perusahaan akan pailit dimana kondisi ini juga tidak diinginkan sebagian nasabah.

Keengganan para nasabah untuk mempailitkan atau mem-PKPU-kan Makira lantaran nasabah tidak ingin menerima pembayaran seadanya dari aset Makira. Rony menduga Makira telah mengalihkan asetnya sebagian sehingga aset yang bisa dibagi kepada para kreditor adalah aset yang tersisa. Lebih lagi, skema rencana perdamaian adalah pengurangan jumlah utang sebesar 50% untuk seluruh kreditor. “Kamiini sudah dibohongi. Kerugian yang diderita para nasabah adalah sekitar Rp700 miliar,” pungkasnya.

Bantahan

Menanggapi protes para nasabah atas tidak adanya kuasa, Joao Meco menegaskan benar-benar mendapatkan kuasa dari Ramses Putra. Ramses adalah nasabah Makira Naturesebagaimana terbukti dari sertifikat bernomor MN 8440.“Ada surat kuasa dan buktinya. Nasabah kan tidak saling kenal,” tutur Joao Meco kepada hukumonline usai persidangan, Senin (22/4).

Joao juga menambahkan permohonan pailit ini telah sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Bahkan, sebelum kepailitan diajukan, Joao telah memikirkan segala konsekuensi dari permohonan.“Membangkrutkan orang itu bukan perkara gampang. Konsekuensinya banyak,” pungkasnya.

Tim pengacara Makira Nature usai persidangan mengatakan kepada seluruh nasabah bahwa proses pailit dan putusan PKPU ini telah sesuai dengan prosedur hukum. Normanya,apabila ada permohonan pailit dan ditangkis dengan PKPU, maka hakim wajib menerima permohonan PKPU tangkisan tersebut, Selasa (23/4).

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.