hukumonline
Rabu, 29 Mei 2013
Hasil Pilgub Bali Digugat ke MK
Pemohon meminta pemungutan suara ulang di 19 TPS.
ASH
Dibaca: 2225 Tanggapan: 2

Sengketa hasil pemilihan gubernur (Pilgub) Bali akhirnya berujung ke MK. Pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan secara resmi telah mendaftarkan gugatannya ke MK terkait keberatannya terhadap hasil rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilgub 2013.

Mereka menganggap hasil rekapitulasi perhitungan suara yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali tidak sesuai dengan perhitungan yang tertera dalam formulir rekapitulasi atau  C1.

“Kita sangat berkeberatan dengan hasil perhitungan, itu sangat keliru. Untuk itu, kita masukkan permohonan keberatan ke MK hari ini,” kata kuasa hukum Puspayoga-Sukrawan, Arteria Dahlan usai mendaftarkan gugatannya di Gedung MK, Rabu (29/5).

Arteria membeberkan kecurangan penyelenggaraan Pilgub Bali yang dihelat 15 Mei lalu. Seperti banyaknya pemilih ‘siluman’ yang ikut andil memberikan suaranya. Pihaknya telah menemukan saksi-saksi di lapangan, bahwa banyak pemilih yang memilih lebih dari satu kali.

“Ini sudah kita sampaikan ke Panwaslu, akan tetapi hingga saat ini tidak pernah ditanggapi,” kata Arteria.

Belum lagi adanya 32 ribu surat suara yang dianggap rusak, yang secara langsung mempengaruhi perolehan suara kliennya. Arteria mengklaim, jika KPU Bali mau menghitung ulang surat suara yang tidak sah itu, setidaknya 10 persen dari 32 ribu, kliennya akan menang.

“Kita temukan kesalahan perhitungan di 6 kabupaten. Dari 2 kabupaten kota saja ternyata betul ada ketidaksesuaian hasil hitung yang kita katakan ini kesalahan atau kekeliruan dengan sengaja,” bebernya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengklaim telah menemukan sekitar 1700 pelanggaran yang sistematis dan masif dalam pilgub Bali. Arteria mengatakan Pilgub Bali ini tidak perlu berakhir ke MK apabila KPU bersedia mengakomodir ulang surat suara yang tidak sah itu.

Baginya, masalah yang diajukan ke MK sangat sederhana kalau saja KPU mau menindaklanjuti laporannya. “Kita tidak ingin sebenarnya mengajukan keberatan ini  karena ini sangat sederhana, karena yang kita ajukan ini adalah temuan yang seharusnya bisa dilakukan perbaikan seketika oleh teman-teman KPU,” akunya.

Dalam permohonannya, mereka meminta MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 19 TPS yang dianggap bermasalah. “Saat ini ada 19 TPS yang telah kita laporkan ke Panwaslu. Kami harap lebih dari 19 TPS,” katanya. Dia mengaku telah menyiapkan kurang lebih 100 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.

Sebelumnya, KPU Bali menetapkan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta sebagai pemenang Pilgub Bali 2013. Pasangan yang diusung oleh Partai Golkar dan 7 partai ini mengungguli pasangan Puspayoga-Sukrawan dengan selisih suara 996 suara.

Puspayoga-Sukrawan yang diusung PDIP memperoleh sebanyak 1.062.738 suara (49,98 persen). Sementara Pastika-Sudikerta meraup 1.063.734 suara (50,02 persen) dari jumlah suara sah 2.126.472, sementara jumlah suara tidak sah 32.762.

Share:
tanggapan
Politik jahat pilkada dan hukum karmai ida bagus buana 31.05.13 12:28
Pada umumnya orang yang haus kekuasaan akan selalu menghalalkan berbagai cara untuk menang . Tapi harus diingat, dalam melaksanakan Darma negara secara diam-diam telah dilandasi oleh Darma agama. Semua kandidat pemilihan Kepala Daerah telah memenuhi kriteria beragama . Apabila terjadi politik jahat atau memutar- balikan fakta hasil pemilihan kepala daerah Bali yang semestinya kalah menjadi menang dengan cara-cara jahat, selamanya kandidat tersebut di hukum oleh karmapala . .Kami sebagai masyarakat selalu mendoakan agar Karmanya selalu jelek. astungkara .
Tegakkan keadilanhatinurani 30.05.13 20:03
Keadilan harus ditegakkan... Tidak benar tindakan KPU Bali karena tidak berlaku sebagai penyelenggara yg adil.. seharusnya KPU bisa membuktikan kepada ke 2 belah fihak agar sampai berita acara pleno bias diakui ke 2 belah fihak yg menang di hargai yang kalah bermartabat...dengan cross check bukti langsung..dan terbuka Hati-Hati KPU Bali...jika anda tidak jujur semoga Pidana menanti....

Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.