Jumat, 27 September 2013
SBY Ajukan Sutarman Jadi Kapolri
RFQ
Dibaca: 1369 Tanggapan: 0

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan satu nama untuk menggantikan pejabat Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang akan memasuki masa pensiun. Satu nama itu adalah Komisaris Jenderal Sutarman yang kini menjabat Kabareskrim. Demikian disampaikan Wakil Ketu DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jumat (27/9).

“Kami terima surat dari presiden tentang pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. SBY hanya mengajukan satu nama Komjen Sutarman untuk diangkat menjadi Kapolri baru menggantikan posisi Timur Pradopo,” ujarnya.

Timur Pradopo menjabat Kapolri selama 2 tahun 11 bulan. Sedangkan pensiun pada Januari 2014 mendatang. Menurut Priyo, surat yang ditandatangani presiden sesuai dengan UU No.2 Tahun 2002 tentang Polri. Aturan pengajuan calon Kapolri diatur dalam Pasal 11  ayat (1 sampai 8). Presiden mengajukan nama calon Kapolri untuk dapat dimintakan persetujuan DPR.

Ayat (1) menyebutkan, “Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR”. Ayat (2) menyebutkan, “Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh presiden kepada DPR disertai dengan alasannya”. Sedangkan ayat (3) menyebutkan, “Persetujuan atau penolakan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap usul Presiden sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus diberikan dalam jangka waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal surat Presiden diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat,”.

Dikatakan Priyo, surat presiden itu nantinya akan dirapatkan dalam rapat pimpinan setelah diumumkan dalam sidang paripurna. Kemudian, dilakukan pembahasan dalam Badan Musyawarah (Bamus). Hasilnya dilimpahkan ke Komisi III untuk dilakukan uji kelayakann dan kepatutan terhadap Sutarman.

“Kalau melihat track record Sutarman, saya meyakini akan berjalan lancar karena Sutarman termasuk perwira senior yang meroket dan termasuk jadi bintang baru,” ujarnya.

Priyo  sudah menduga nama Sutarman yang akan diajukan SBY kepada DPR untuk menggantikan Timur Pradopo. Menurutnya, peluang Sutarman cukup besar dibanding sejumlah kandidat calon lainnya.

“Kita nyaman dengan Sutarman, tidak pernah “main mata” termasuk memasuki dunia perpolitikan di tanah air karena beliau dulu mantan ajudan Abdurrahman Wahid,” pungkasnya.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.