Sabtu, 28 September 2013
Kasus UI, KPK Masih Fokus Pada Satu Tersangka
Tafsir membantah menggelembungkan harga.
NOV/ANT
Dibaca: 1069 Tanggapan: 0
KPK belum menahan mantan Wakil Rektor bidang SDM Universitas Indonesia, Tafsir Nuchamid. Dia masih diberi kesempatan pulang oleh penyidik KPK setelah diperiksa hari Jumat (27/9) kemarin.
 
Tafsir adalah tersangka korupsi pengadaan informasi dan teknologi perpustakaan UI tahun anggaran 2010-2011, Pengacara Tafsir, Chudry Sitompul, tersangka hanya ditanya mekanisme tender pengadaan IT dan perusahaan pemenang. Menurut pengacara ini, tersangka sudah mengikuti prosedur yang tertuang dalam Keppres Pengadaan Barang dan Jasa.
 
“Sebagai pejabat pembuat komitmen, itu memang kewenangan Pak Tafsir. Dia hanya mengikuti prosedur yang ada. Pengadaan berjalan apa adanya, dari panitia lelang kemudian ke Pak Tafsir," katanya usai mendampingi tersangka diperiksa.
 
Selain itu Chudry juga membantah Tafsir menggelembungkan harga. Ia menegaskan, semua harga sudah dihitung sendiri oleh panitia lelang. Dengan kewenangannya sebagai PPK, Tafsir tidak ikut campur dalam proses pelelangan.
 
Chudry enggan menjawab pertanyaan wartawan mengenai peran mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri dalam perkara ini. Ia menyerahkan kepada penyidik. "Tanya penyidik saja, sebab sudah masuk pokok perkara," ujarnya.
 
Sementara, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyatakan, penyidikan atas dugaan korupsi pengadaan IT perpustakaan UI terus berlanjut. Penyidik masih fokus pada tersangka Tafsir. Apabila penyidikan Tafsir sudah selesai, tidak tertutup kemungkinan penyidik melakukan pengembangan.
 
"Bukan model KPK lagi, penyidikan berjalan terus dikembangkan. Kami teruskan penyidikan sampai tutup buku, baru dikembangkan. Sekarang kami masih fokus pada Tafsir yang ditetapkan sebagai tersangka. (Mengenai peran mantan Rektor UI) Nanti kita lihat saja perkembangannya," tuturnya.
 
KPK memang baru menetapkan seorang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan informasi dan teknologi perpustakaan UI tahun anggaran 2010-2011. Tafsir diduga melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipokor jo UU No.20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP.
 
Tafsir diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara. Sedangkan, Pasal 3 mengenai perbuatan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan negara.
 
Pada periode 2007-2012, Tafsir diketahui menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum UI. Dalam periode jabatannya, Tafsir memimpin sejumlah proyek di UI. Sebelumnya, Tafsir menjabat Wakil Dekan Bidang Non Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.
Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.