Sabtu, 28 September 2013
Imam Anshori Siap Ungkap Oknum DPR
Jika perlindungan yang diberikan LPSK efektif.
ASH
Dibaca: 902 Tanggapan: 0

Komisioner KY, Imam Anshori Saleh menyatakan siap untuk membongkar oknum anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berusaha menyuap dirinya terkait seleksi calon hakim agung (CHA) jika format perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dirasakan cocok untuk melindungi dirinya.

"Ya nanti kita lihat dululah kaya apa tawaran LPSK," ujar Imam ketika dihubungi Jum'at (26/8) malam.

Imam menyatakan, saat ini tidak terlalu penting untuk mengungkapkan oknum DPR yang berusaha untuk menyuapnya terkait seleksi CHA. Sebab, sebenarnya apa yang dibeberkannya terkait isu suap tersebut hanya sebagai bentuk penyampaian pesan moral kepada DPR. "Itu sudah tercapai," tandasnya.

Jika pihak LPSK ingin melindunginya sebagai whistle blower terkait percobaan suap ini, Imam mengatakan harus dilihat dulu sejauh mana efektivitasnya jika dirinya dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, pihaknya mengakui belum ada konfirmasi dari pihak LPSK terkait hal tersebut.

"Saya belum dihubungi atau ketemu dengan LPSK," lanjutnya.

Sebelumnya, pihak komisi III DPR mendesak LPSK untuk mengungkapkan oknum yang berusaha menyuap KY. Untuk itu, DPR meminta LPSK untuk memberikan perlindungan terhadap Imam jika dirinya berani membeberkan siapa oknum DPR yang diberitakan mencoba menyuap KY sebesar 1,4 miliar. LPSK pun menyatakan bersedia untuk memberikan perlindungannya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai mengungkapkan pihaknya telah meminta satuan tugas (satgas) untu mengkomunikasikan terkait tawaran perlindungan terhadap Imam.

"Ya saya sudah tugasnya stgas yang bertugas, tapi saya kan lagi bertugas diluar kota jadi belum dapat perkembangannya," papar Haris di Jakarta kemarin.

Perlu diketahui, Komisioner KY Imam Anshori Saleh telah dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR terkait pernyataannya yang menyebutkan ada oknum anggota komisi III DPR yang berusaha menyuap KY dalam seleksi CHA. Namun, dalam keterangannya Imam tidak berani membuka siapa oknum DPR yang dimaksud.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.