hukumonline
Sabtu, 28 September 2013
Niki Budiman Pertanyakan Modus Laporan Pilot Lion Air
Kuasa hukum Niki merasa dibingungkan dengan dasar laporan pencemaran nama baik, bukan penganiayaan.
HRS
Dibaca: 1253 Tanggapan: 0

Kasus pengeroyokan Niki Budiman versus kru Pilot Lion Air semakin memanas. Setelah adanya pemberitaan dilaporkan balik dengan perbuatan tidak menyenangkan, Niki Budiman menampik semua runtutan kejadian yang dituturkan pihak Lion Air.

Caesar Aidil Fitri, kuasa hukum Niki Budiman, merasa heran dengan laporan tersebut. Pasalnya, Pelapor dari Lion Air, Muhammad Aris Pratama ini baru melaporkan setelah 22 hari tragedi pemukulan tersebut.

“Pertanyaannya, kenapa baru lapor? Kalau orang dipukul atau dianiaya, tidak mungkin baru lapor setelah 22 hari kejadian,” ucap Caesar kepada hukumonline, Jumat (27/9).

Jika Pilot Lion Air memiliki cerita sendiri, Caesar juga demikian. Kejadian pengeroyokan tersebut tidaklah seperti yang dituturkan kuasa hukum Aris, Nusirwin. Menurut Caesar, asal mula masalah lantaran mobil kru Lion Air ini hendak memutar arah pada tempat yang tidak semestinya dan memotong lajur kendaraan bebas hambatan yang mengarah ke jalan tol JORR.

Niki Budiman pun memberikan sinyal lampu jauh kepada pengendara mobil tersebut. Pengendara tetap tidak berhenti dan tetap melajukan kendaraannya, sehingga secara spontanitas harus "membanting stir" kendaraannya ke arah lajur kiri. Niki pun membunyikan klakson untuk menghentikan mobil Lion Air dan berkeinginan untuk menegur kesalahan pengendara tersebut.

Ketika kedua mobil berhenti, Niki menghampiri mobil Lion Air. Belum sempat mengucapkan kata, Niki menerima bogem mentah dari pilot tersebut yang berujung pada dirawatnya Niki di Rumah Sakit Pondok Indah.

Jika penerbang tersebut menyatakan Niki-lah yang memukul, Caesar mempertanyakan bukti. Caesar meminta hasil visum et repertum nya si Pilot. “Kalau klien gue yang mukul, ada ga dari mereka korban luka,” tanyanya lagi.

Terkait dengan adanya isu Niki Budiman telah segar bugar sehari pasca insiden, Caesar lagi-lagi menanyakan bukti tersebut. Sementara itu, Caesar menyatakan kliennya memiliki visum yang menyatakan memar yang dialami Niki terjadi bukan karena benturan benda tumpul atau benda keras.

Pertanyaan lain yang muncul di benak Caesar adalah mengenai dasar laporan Aris. Jika memang Niki yang memukul pilot dan tidak ada perlawanan dari pilot, seharusnya dasar pelaporan adalah penganiayaan. Bukannya perbuatan tidak menyenangkan karena perbuatan Niki apa saja yang dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan itu. 

Jika kru Lion Air berpikir Niki telah menghalang-halangi jalan sebagai bentuk perbuatan tidak menyenangkan, Caesar lagi-lagi mempertanyakan bentuk menghalangi yang seperti apa yang dimaksud. Sebab, Niki telah melajukan mobilnya di jalur yang benar.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan Caesar, kuasa hukum Aris, Nusirwin mengatakan pilot Lion Air sangat sibuk sehingga baru bisa melapor pada Selasa malam lalu, (24/9). “Para pilot terlalu sibuk dan tidak ada waktu untuk melapor,” jawabnya ketika dihubungi hukumonline, Jumat (27/9).

Nusirwin menambahkan bahwa para pilot sebenarnya tidak ingin memperpanjang dan mencari masalah. Hanya karena kru merasa tidak pernah menganiaya dan mengeroyok, pilot pun memilih untuk melapor balik.

Meskipun pilot disinyalir mendapat pemukulan dari Niki, Nusirwin mengatakan pasal perbuatan tidak menyenangkan adalah pasal yang dirasa paling tepat dalam insiden ini dibandingkan penganiayaan. Lebih lagi, Nusirwin juga menyerahkan tanggung jawab dalam pemilihan pasal kepada penyidik kepolisian.

“Pertanyaan tersebut tidak perlu saya jawab, biarkanlah penyidik bekerja,” pungkas Nusirwin ketika ditanya alasan tidak menggunakan pasal penganiayaan.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.