Senin, 30 September 2013
Pengacara Sesalkan Hakim Upiek Dikirim ke Turki
Padahal pengacara sudah lebih dulu melaporkan hakim ke KY.
ASH
Dibaca: 1095 Tanggapan: 0

Seorang advokat, Rusdianto Matulatuwa menyesalkan pengiriman hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yuningtyas Upiek Kartikawati (YUK) ke Turki. YUK bersama-sama delapan hakim dan jaksa dikirim oleh Komisi Yudisial (KY) untuk mengikuti pelatihan antikorupsi dan pencucian uang di Turki.

Rusdiyanto meluapkan ekspresi kekesalannya tersebut dengan mendatangi KY untuk memprotes. “Saya diminta KY melengkapi berkas agar laporan saya segera diproses yaitu foto copy salinan putusan dan bukti-bukti pendukung lainnya,” kata pelapor, Rusdianto Matulatuwa di Gedung KY, Senin (30/9).

Rusdianto melaporkan hakim YUK ke KY pada April lalu lantaran diduga memiliki saham dan usaha kafe Sky Garden di Bali. Tindakan itu dinilai telah menunjukkan sikap ketidakprofesionalan dan disiplin dalam menjaga kewenangannya sebagai hakim.

Menurut pelapor, hakim YUK ini pernah menjadi saksi dalam persidangan di PN Denpasar terkait gugatan kliennya terhadap kafe Sky Garden Lounge itu. Dalam kesaksiannya itu, YUK mengaku dirinya sebagai pihak yang menjalankan dan mengeluarkan ide akan berdirinya Kafe Sky Garden Lounge di Bali.

Namun, pada 20 September lalu, justru KY mengirim 9 hakim dan 9 jaksa ke Turki untuk mengikuti seminar antikorupsi dan pencucian uang di Akademi Kehakiman Turki. Dari 9 hakim yang dikirim salah satunya Hakim YUK.

Rusdianto mengatakan melengkapi berkas ini tidaklah mudah. Sebab dirinya harus terbang ke Bali guna meminta langsung kepada Pengadilan Negeri Denpasar. “Laporan saya bulan April, dan Upiek ini dikirim September. Saya melihat sangat penting database dan riwayat hakim perlu dikaji KY, walaupun dia belum pernah diperiksa,” kata Rusdianto.

Rusdianto menjelaskan pihaknya mengetahui Hakim Upiek terlibat dalam pengelolaan tempat dugem Sky Garden saat menangani perkara kliennya Jones Evan, seorang warga negara Inggris yang menetap di Filipina. Saat itu kliennya, berperkara dengan kerabat Upiek bernama Sean.

Permasalahan Evan dan Sean berawal dari permintaan Sean kepada Evan untuk mendesain interior Sky Garden. Setelah sekian lama tak kunjung dibayar oleh Sean, Evan menggugat Sean ke PN Denpasar. 

Upiek yang saat itu bertugas di PN Tangerang, rela terbang ke Bali demi bersaksi untuk Sean di sidang perkara Sky Garden di PN Denpasar. Dalam persidangan, Upiek menjadi saksi meringankan untuk terdakwa Sean. Di sidang, dia bersaksi kalau dia pencetus ide Sky Garden, penggalangan dana, pengambil keputusan dan banyak terlibat di tempat hiburan itu.  

Menanggapi itu, Komisioner KY, Djaja Ahmad Jayus mengaku soal nama-nama hakim yang dikirim ke Turki adalah pilihan MA, bukan KY. “Mekanisme itu, MA yang menentukan pilihan,” kata Djaja.

Djaja mengakui nama-nama hakim yang direkomendasi ke Turki memang hakim-hakim yang memiliki prestasi dan kinerja bagus. Usai menyeleksi, KY menyerahkan nama-nama itu ke MA untuk dipilih siapa yang berhak ikut ke Turki. “Kita hanya menyodorkan nama-nama, Bu Upiek itu masuk rangking. Jadi dia ikut ke Turki,” kata Djaja.

Namun, Djaja menegaskan apabila benar Upiek terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim, KY tak segan-segan akan memprosesnya. “Kalau terbukti ada dugaan pelanggaran, akan kita diproses, dipanggil. Tetapi kan belum tentu ada pelanggaran, karena masih dalam telaah,” tegasnya. 

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.