Selasa, 01 Oktober 2013
Disebut Terima Suap, Gayus Lumbuun Ngadu ke KY
Gayus menuding media tak memberitakan kasus ini secara utuh.
ASH
Dibaca: 1740 Tanggapan: 1

Hakim Agung Gayus Lumbuun nampaknya geram dengan pemberitaan sebuah media cetak nasional. Pasalnya, dia disebut menerima suap bersama 2 hakim agung yakni Andi Ayub dan Zaharuddin Utama terkait dugaan suap pengurusan kasasi kasus penipuan Dirut PT Sumbar Calcium Utama (SCU) Hutomo Wijaya Onggowarsito (HWO). Merasa kehormatan dan martabatnya sebagai hakim agung terganggu, dia mengadukan persoalan ini ke KY sebagai lembaga penjaga kehormatan hakim/hakim agung.  

Dalam pemberitaan itu, Mario C Bernardo (advokat) memberikan sejumlah uang kepada Djody Supratman (pegawai Pusdiklat MA) untuk mengurus perkara kasasi HWO. Kemudian oleh Djody uang itu diberikan kepada Suprapto (staf Kepaniteraan MA) yang merupakan staf Hakim Agung Andi Ayyub. Lalu, Djody menyampaikan ke Mario informasi dari Suprapto bahwa 3 hakim agung itu sepakat dengan jumlah uang itu.

Gayus juga sangat menyesalkan pemberitaan Tempo yang terbit hari ini, Selasa (1/10) yang berjudul “Suap Pegawai MA, Tiga Hakim Agung Disebut Minta Duit”. Pemberitaan itu dinilai sangat menyudutkan dirinya sebagai hakim agung saat menangani perkara No. 521 K/Pid/2012. Perkara itu diputus pada 29 Agustus 2013 yang menolak kasasi penuntut umum, sehingga HWO tetap diputus lepas seperti putusan pengadilan tingkat pertama karena sengketa ini masuk wilayah perdata.

“Saya rasakan pemberitaan itu tidak benar atau tidak lengkap karena menyebutkan tiga hakim agung itu diberitakan meminta duit. Pemberitaan ini perlu disikapi oleh KY karena pemberitaan itu telah mengurangi kredibilitas saya sebagai hakim agung,” kata Gayus usai diterima Komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri dan Djaja Ahmad Jayus di Gedung KY, Selasa (1/10).   

Gayus mengatakan kekurangan berita ini tidak mengulas bahwa dirinya telah memberikan pertimbangan hukum yang tak sesuai dengan permintaan Mario melalui Djodi. Gayus memutus sebaliknya yaitu melepaskan HWO, sama halnya dengan dua hakim agung lainnya.

“Saya telah memberikan pertimbangan hukum pada 11 Juli 2013 lebih dahulu daripada 2 hakim agung lainnya, kemudian transaksi Djodi dan Mario itu tanggal 25 Juli 2013 atau 2 minggu sebelum mereka ditangkap KPK,” kata Gayus. “Tetapi, saya juga meyakini kedua hakim agung yang lain juga tidak menerima (uang).” 

Dia merasa sangat tidak logis kalau dirinya meminta duit lalu pendapat hukumnya berbeda dengan permintaan mereka itu. Menurutnya, tidak dimuatnya hal ini di koran Tempo itu menjadikan publik beranggapan ketiga hakim agung meminta duit. “Alangkah janggalnya saya disebut meminta duit, padahal saya tidak melakukan apa yang diminta sesuai isi transaksi (Djodi) itu,” tegas dia.

Gayus mengharapkan, agar media nasional itu melakukan cover both side. “Jangan hanya satu sumber. Ini saya anggap sebagai penistaan kepada saya, mungkin juga dua hakim lainnya,” sesalnya.

Karena itu, dia meminta KY sebagai lembaga penjaga kehormatan dan martabat hakim/hakim agung bisa mengambil tindakan dalam persoalan ini. Selanjutnya, hasil pemeriksaannya, KY bisa menjelaskan kepada publik bahwa hakim/hakim agung memang patut dijaga kehormatannya.  

“Saya harapkan KY bisa menyelesaikan ini, apakah melalui jalur pidana atau langkah lain. Saya tidak akan melakukan langkah apapun, saya percayakan semua ke KY dengan menyerahkan bukti/dokumen yang kami punya,” katanya.

Juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar yang mendampingi Gayus, berjanji akan menindaklanjuti pengaduan jika persoalan ini dianggap merendahkan martabat dan keluhuran seorang hakim. “Tetapi, yang pertama kami akan melakukan telaahan lebih dahulu sebelum mengambil tindakan,” kata Asep.  

Menurut Asep jika pengaduan ini terbukti memenuhi unsur merendahkan martabat hakim, KY akan menggunakan wewenangnya untuk mengambil langkah hukum atau langkah lain. “Langkah lainnya, kita bisa memberikan surat teguran kepada lembaga terkait itu atau melakukan mediasi antara hakimnya dan lembaga terkait,” katanya.

Di sisi lain, Asep mengapresiasi pengaduan Gayus ini karena karena posisi sebagai hakim agung mau mengadukan persoalan ini kepada KY. “Pengaduan hakim agung ini baru Gayus yang datang mengadu dan memberikan informasi atau data karena merasa harkat martabatnya terancam oleh pemberitaan. Kami akan mem-follow up-nya.”

Untuk diketahui, terkait perkara itu, KPK sudah menetapkan staf pegawai Pusdiklat MA, Djodi Supratman dan Mario C Bernardo, staf pengacara di Kantor Pengacara Hotma Sitompoel sebagai tersangka karena terlibat dugaan suap itu.

baru Gayus Lumbuun
 - selamatkan Indonesia
02.10.13 06:22
hingga kini baru Gayus yang percaya bahwa KY mampu menjaga martabat dan keluhuran dirinya sebagai hakim karena menyampaikan pengaduan dalam posisinya sebagai korban. Selama ini KY selalu memeriksa hakim sebagai pelaku pelanggaran. Pertanyaannya, organisasi hakim seperti IKAHI apakah dapat diminta pertolongannya membela anggota. Gayus ini anggota IKAHI tokh ?!
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.