Rabu, 02 Oktober 2013
Kapolres Laporkan Guru Besar Ilmu Hukum
ANT
Dibaca: 804 Tanggapan: 0

Kapolres Boyolali Ajun Komisaris Besar Budi Haryanto melaporkan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Prof Edi Suryono ke Polda Jawa Tengah, Rabu, atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan yang dilakukan kuasa hukum AKBP Budi Haryanto, Theodorus Yosep Parera tersebut didasarkan atas pernyataan Prof Edi di surat kabar yang menyatakan Kapolres telah menerima uang Rp400 juta dari tersangka kasus pelanggaran eksplorasi tanah galian golongan C Harwinto alias Totok.

"Kapolres tidak pernah menerima, oleh karena itu melaporkan Prof Edi atas pernyataannya itu," katanya.

Menurut dia, terdapat tiga pasal yang dikenakan dalam aduan Prof Edi yang juga kuasa hukum Harwinto.

Pertama, kata dia, pasal 317 KUHP tentang fitnah, kemudian pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Adapun penangguhan penahanan yang diberikan kepada Harwinto dalam kasus tersebut, ia menilai hal itu didasarkan atas sejumlah pertimbangan dari kepolisian.

Sebelumnya, Prof Edi Suryono dalam pemberitaan di surat kabar meyakini adanya dugaan pemerasan yang dilakukan Kapolres dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Boyolali dalam kasus yang dihadapi Harwinto.

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta itu bahkan juga telah melaporkan kasus tersebut kepada Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Oegroseno.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.