Jumat, 04 Oktober 2013
Harga Minyak Mentah Selama September Naik
KAR
Dibaca: 564 Tanggapan: 0

Selama bulan September lalu, harga rata-rata minyak mentah Indonesiamencapai US$ 109,69 per barel. Harga ini mengalamai kenaikan sebesarUS$ 3,13 per barel jika dibandingkanbulan sebelumnya yang berada pada angkaUS$ 106,56 per barel.Sementara itu harga minas/SLC mencapai US$ 113,93 per barel, naik US$ 6,63 per barel dari US$ 107,30 per barel pada Agustus 2013.

Tim Hargaminyak Indonesia melaporkan, kenaikan harga minyak mentah Indonesia sejalan dengan perkembangan minyak mentah utama di pasar internasional. Kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi membaiknya perekonomian dunia.

Pertumbuhan ekonomi dunia inidiindikasikan oleh peningkatanproyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS 2013 menjadi 1,7 persen setelahmembaiknya pasar perumahan, kegiatan manufaktur dan turunnya angka pengangguran di AS. Selain itu, naiknyaPDB Prancis dan Jerman pada kuartal 2 2013 sebesar 0,7 persenjuga menjadi penanda perbaikan ekonomi global.

Berdasarkan publikasi Badan Energi Internasional (IEA), Organisasi Negara Pengekspor minyak (OPEC) dan Pusat Studi Energi Global (CGES) pada September 2013, pasokan minyak mentah OPEC selama Agustus 2013 turun 0,07-0,26 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya akibat turunnya pasokan minyak mentah dari Libya.

IEA dan CGES melaporkan perkiraan peningkatan permintaan minyak mentah dunia sebesar 1-1,1 juta barel per hari pada 2014 dibandingkan dengan 2013. Ini disebabkan membaiknya situasi makro ekonomi global seperti dalam publikasi IMF pada Juli 2013 yang menyatakan peningkatan perkiraan PDB global 2014 menjadi 3,8 persen.EIA melaporkan adanya penurunan stok minyak mentah komersial AS pada September 2013 dibandingkan dengan Agustus 2913 sebesar 2,0 juta barel menjadi 358,2 juta barel.

“Meningkatnya harga minyak juga disebabkan berubahnya kondisi suhu di belahan bumi utara yang lebih dingin. Hal inimemicu peningkatan permintaan minyak mentah global. Faktor lainnya adalah masih berlanjutnya ketidakstabilan politik di beberapa kawasan timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran atas kelangsungan pasokan minyak dunia,” jelas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Eddy Hermantoro.

Sementara itu, kenaikan harga minyak di kawasan Asia Pasifik juga dipengaruhi oleh adanya perawatan berkala PLTN Jepang. Hal ini mengakibatkanpermintaan minyak mentah jenis direct burning oleh negara itu meningkat.

Meskipun secara umum harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, tetapi tidak semua jenis minyak selama Septemberlalu mengalamai kenaikan. Minyak jenis WTI (Nymex) misalnya, mengalami penurunan sebesar US$ 0,30 per barel dari US$ 106,54 per barel menjadi US$ 106,24 per barel.

Untuk tiap jenis minyak mentah lainnya, mengalami kenaikan. Hanya saja, perkembangan rata-rata harga minyak mentah di pasar internasional selama bulan September2013 berbeda untuk tiap jenis minyak.

Minyak jenis Brent (ICE) naik sebesar US$ 0,80 per barel dari US$ 110,45 per barel menjadi US$ 111,25 per barel.Minyak jenis Tapis (Platts) naik sebesar US$ 0,39 per barel dari US$ 117,58 per barel menjadi US$ 117,97 per barel.Sedangkan minyak jenis Basket OPEC naik sebesar US$ 1,37 per barel dari US$ 107,52 per barel menjadi US$ 108,89 per barel.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.