Sabtu, 05 Oktober 2013
Celetukan Akil Sebelum Ditangkap KPK
Dilontarkan di grup BBM hingga di dalam ruang sidang.
ASH
Dibaca: 5271 Tanggapan: 1
Celetukan Akil Sebelum Ditangkap KPK
Akil Mochtar dikenal dekat dengan kalangan wartawan. Foto: SGP

Ketua MK, M. Akil Mochtar, sebelum ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (2/10) malam di rumah dinasnya sempat melontarkan beberapa celetukan yang di dalamnya menyebut-nyebut KPK. Entah sebuah firasat, sekedar berseloroh atau yang lain.

Diawali pada Senin (30/9) lalu di sebuah percakapan di dunia maya. Akil yang tergabung di sebuah grup BBM wartawan yang biasa meliput di MK, tiba-tiba mengirim pesan membuka percakapan. “Pada kemana nih, sepi amat?”

Tak berapa lama kemudian beberapa wartawan meresponnya dengan menjawab, “siap Pak Ketua.”

Setelah ada beberapa respon dari wartawan lain, Akil kembali menyahut, ”Ya sudah, bobo dulu ah. Nanti dicokok KPK lagi!”

Kemudian berlanjut pada Selasa (1/10) lalu. Dalam sidang lanjutan sengketa Pemilukada Jawa Timur, Akil sempat berujar kepada seorang ibu yang menjadi saksi dari pasangan Khofifah-Herman.

Saat memimpin sidang itu, Akil sempat berujar, ”Nanti tempo-tempo saya ke Malang, beli kopi di tempat Ibu juga. Hem, siapa tahu lewatkan. Nanti saya bilang ‘lho kayaknya Ibu ini pernah jadi saksi di  MK kan?’, saya berhenti. Kita enggak tahu nasib orang kan,” tutur Akil kepada saksi.

Dia melanjutkan, nasib orang tidak ada yang bisa tahu. “Bisa saja atau malah kebalikan Ibu duduk di sini, saya malah jualan pakai gerobak. Ini nasib kita tidak bisa ada yang tahu. Orang baik-baik hari ini terkenal, tiba-tiba sore ditangkap KPK, selesai. Di republik ini enggak bisa diduga-duga, ya kan?”

Usai persidangan Akil menyempatkan diri berbincang dengan wartawan yang sehari-hari meliput persidangan di MK. Akil memang dikenal dekat dengan para wartawan. Kebiasaan ini seringkali dilakukan hampir setiap sore bersama para pekerja media di pressroom, lantai 2 Gedung MK untuk sekedar bersenda gurau sekaligus dapat “dimanfaatkan” para wartawan untuk menanyakan isu hukum terkini.

Suatu ketika pernah saat Akil menyempatkan diri ke ruang media MK, tak banyak wartawan yang mau menemaninya untuk sekedar mengajaknya ngobrol. Dikarenakan sebagian besar wartawan tengah sibuk menulis hasil liputannya pada hari itu. Merasa bete, Akil keluar ruangan sambil berujar, “Tidak jelas semua kalian,” tutur Akil saat ditanya seorang wartawan mau kemana. Langsung disambut tawa para wartawan.  

Di hari berikutnya, Rabu (2/10), ketika sidang sengketa Pemilukada digelar cukup padat, sejak pagi hingga pukul 18.00 WIB. Usai memimpin sidang Pemilukada Jawa Timur, Akil tampak terlihat lelah setelah seharian memimpin sidang dan langsung menuju ke ruang media, tempat para wartawan berkumpul. Inilah malam terakhir bersandau gurau dengan para wartawan sebelum akhirnya dia ditangkap KPK.

Kurang lebih dua setengah jam, ia bergurau dan bercerita tentang banyak hal dengan para wartawan layaknya bapak-anak. Lalu kepada seorang wartawan media online, Akil berkata, “Kalau orang tua mau berkunjung ke Jakarta, kasih naik pesawat dong. Jangan suruh naik sepur (kereta) hehehe. Jangan sampai jadi anak durhaka. hehehe.”

Tidak ada tanda-tanda atau ekspresi wajah yang tegang, yang takut akan musibah yang menghampirinya. Lalu, kepada seorang wartawan lain, Akil kembali berceloteh, “Kapan kamu kawin? Cepatlah kawin. hehehe.”

Sekitar pukul 20.00 WIB, sedianya akan meninggalkan ruang media, namun Akil beberapa kali mengurungkan niatnya untuk pulang dan kembali bercanda dengan wartawan media cetak itu. Hingga akhirnya sang wartawan itu berkata, “Pasti Pak ketua malas pulang kan? hehehe. Pulanglah pak ketua.” Padahal, dalam beberapa kesempatan biasanya usai Akil ngobrol-ngobrol dengan wartawan, jika hendak keluar ruangan media tidak ada keraguan apapun.

Uniknya lagi, malam itu merupakan obrolan terlama sang ketua MK bersama para wartawan. Namun, tidak ada satupun dari para wartawan ini yang menyadari dan menyangka sikap sang Ketua MK itu akan berujung pada sebuah pengalaman hidup yang kelam.  

Akhirnya, tanpa basa-basi Akil berpamitan kepada para wartawan dan bergegas pulang ke rumah dinasnya sekitar pukul 20.30 WIB lebih. Selang beberapa jam kemudian, mulai tersiar kabar bahwa sang pejabat negara setingkat menteri berinisial AM ini telah ditangkap oleh KPK di rumah dinasnya, kawasan perumahan pejabat dan menteri di Kompleks Widya Candra sekitar pukul 22.00 WIB. 

firasat atau kebetulan
 - gobay
07.10.13 11:06
Ternyata dibalik kejutan penangkapan Ketua MK ada sebuah rentetan celetukan yang seakan sudah mengindikasikan kekhawatiran dari seorang Akil. Apakah ini sebuah firasat yang dia rasakan? atau hanya sebuah kebetulan semata. Apapun itu independensi dan keterbukaan penyelesaian kasus ini harus tetap dikedepankan. Fiat Justitia. Salam. http://www.gobayview.com
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.