Senin, 07 Oktober 2013
PLN Dapatkan Aliran Gas Tangguh
Renegosiasi gas Tangguh akan dilanjutkan pada 2014.
KAR
Dibaca: 988 Tanggapan: 0
PLN Dapatkan Aliran Gas Tangguh
Foto: SGP

PT PLN (persero) mendapatkan penambahan pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari kilang LNG Tangguh. Penambahan alokasi yang merupakan instruksi dari menteri ESDMini akan menjadi bahan bakar pembangkitnya.

“Selama ini sudah 22 kargo LNG dimaanfaatkan untuk sektor kelistrikan. Pasokan ini berasal dari Blok Mahakam dan diterima oleh fasilitas regasifikasi yang dioperasikan oleh PT Nusantara Regas,” jelas Plt. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J. Widjonarko di Jakarta, Senin (7/10).

Widjonarko menambahkan, Menteri ESDM meminta industri hulu migas menyediakan 5 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh untuk pasokan domestik. Dari 5 kargo yang disediakan, domestik hanya mampu menyerap 2 kargo.Alokasi dua kargo LNG tersebut selanjutnya akan digunakan untuk pembangkit listrik milik PLN di Muara Tawar dan Muara Karang setelah sebelumnya diregasifikasi di fasilitas PT Nusantara Regas.

“Pada tahun 2013 ini, SKK Migas telah menginstruksikan untuk memasok 2 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh di Papua,” tambah Widjonarko.

Satu kargo LNG yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik muara tawar dijalankan melalui proses pertukaran gas (swap gas) antara gas dari PGN dan Nusantara Regas. Melalui mekanisme swap gas tersebut, pemenuhan kebutuhan gas untuk pembangkit Muara Tawar berasal dari gas PGN yang melalui jalur pipa South Sumatera West Java (SSWJ).

Sedangkan konsumen PGN yang selama ini menerima pasokan gas dari pipa transmisi SSWJ akan menerima pasokan gas pengganti dari pasokan gas alam cair yang diregasifikasi pada fasilitas milik PT Nusantara Regas.

Satu kargo LNG lainnya direncanakan dimanfaatkan oleh PT PLN (persero) untuk pemenuhan kebutuhan gas di pembangkit listrik Muara Karang. Keberadaan fasilitas regasifikasi terapung (FSRU) Jawa Barat yang dikelola oleh PT Nusantara Regas diharapkan dapat menjamin ketersediaan gas untuk kebutuhan kelistrikan dan industry di Jawa Barat ke depannya.

Widjonarko menambahkan, pasokan LNG untuk pembangkit listrik ini akan membantu pemerintah mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang digunakan untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero). Ia menyampaikan harapannya, melalui pemanfaatan LNG oleh PLN akan terjadi penghematan subsidi BBM oleh PLN bisa mencapai Rp. 3,6 Miliar per hari.

“Pemerintah, SKK Migas, dan industri hulu migas mendukung sepenuhnya pemanfaatan LNG untuk pembangkit listrik dalam negeri,”ungkap Widjonarko.

Pembicaraan mengenai kontrak Perjanjian Penjualan dan Pembelian LNG Tangguh akan kembali dilanjutkan oleh Tim yang diketuai Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral dengan Pengarah Menteri Koordinator Perekonomian. Pertemuan terkait renegosiasi telah dilakukan beberapa kali dan pertemuan selanjutnya akan lakukan pada awal 2014.

Sebelumnya, pada tanggal 10 Mei 2013 yang lalu, usai menerima delegasi China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang dipimpin Chairman Board of Directors of China CNOOC, Wang Yilin, Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan, pihak CNOOC selaku pembeli gas produksi dari LNG Tangguh bersedia untuk melakukan renegosiasi harga.

Gas LNG produksi dari Blok Tangguh Papua diekspor ke Fujian dengan harga sebesar US$ 3,5 per MMBTU, harga tersebut dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini, dimana harga ekspor gas rata-rata US$ 16 per MMBTU dan harga jual ke domestik US$ 10 per MMBTU. Karenanya, pemerintah berkeinginan untuk melakukan renegosiasi.

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.