Selasa, 08 Oktober 2013
Transmigran Diharapkan Pelopori Kemandirian Produksi Pangan
ADY
Dibaca: 564 Tanggapan: 0

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengatakan transmigrasi sebagai pilar kemandirian dan ketahanan pangan. Oleh karenanya ia berharap masyarakat transmigran mampu mempelopori bangkitnya kemandirian pangan di daerah transmigrasi dan sekitarnya untuk mendukung kemandirian pangan nasional. Baginya, masalah ketahanan pangan menjadi salah satu persoalan serius bagi Indonesia. Misalnya, sebagian besar kebutuhan pangan untuk 240 juta penduduk diperoleh dengan cara impor.

Untuk mengatasi persoalan itu dapat dilakukan dengan membuat daerah transmigrasi sebagai pemukiman berpola usaha tanaman pangan. Muhaimin mencontohkan di pemukiman transmigrasi Tabalajaya, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Daerah yang mulai digunakan sebagai pemukiman transmigrasi sejak tahun 2011 itu sekarang telah memiliki sumber penghidupan permanen yaitu lahan produktif. Tentu saja dengan didukung peralatan dan pendampingan kepada transmigran.

Untuk mendorong pemukiman transmigrasi Tabalajaya sebagai cikal bakal sentra produksi pangan, Muhaimin mengatakan dukungan untuk pemenuhan layanan dasar telah diberikan. Serta pemberdayaan yang mendukung pengembangan usaha ekonomi, kegiatan sosial budaya kemasyarakatan, serta sarana prasarana permukiman.

Lebih lanjut Muhaimin menjelaskan Kemnakertrans telah berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan transmigrasi dan kualitas layanan publik. Misalnya, pemukiman transmigrasi bina yang belum berkembang, maka dilengkapi dengan infrastruktur ekonomi dan sosial yang memadai lewat pemberian stimulan dan pendampingan.

Sedangkan untuk daerah transmigrasi baru, Muhaimin melanjutkan, maka wilayah itu dirancang terintegrasi dengan pemukiman penduduk setempat. Dengan memperhatikan ketersediaan dan kelayakan sumber daya lahan sebagai wahana usaha produktif yang tidak berpotensi masalah.

"Terhadap kawasan transmigrasi yang sudah ada namun belum berkembang, diharapkan dapat dipercepat pengembangannya melalui model Kota Terpadu Mandiri (KTM). Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sentra-sentra agribisnis dan agroindustri yang mampu menarik investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meluaskan kesempatan kerja serta peluang berusaha," kata Muhaimin dalam keterangan pers yang diterima hukumonline, Senin (7/10).

Belum ada tanggapan
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.