hukumonline
Jumat, 08 November 2013
Tranka Kabel Butuh Waktu Siapkan Rencana Perdamaian
Seluruh kreditor separatis menolak perpanjangan PKPU Tranka Kabel.
HRS
Dibaca: 2285 Tanggapan: 0

Nasib PT Tranka Kabel di ujung tanduk. Pasalnya, perusahaan kabel terbesar di Indonesia ini harus bisa meyakinkan para kreditor untuk menerima usulan perpanjangan PKPU Sementaraselama enambulan. Jika tidak, Tranka Kabel terancam pailit.

Usulan tersebut disampaikan Tranka Kabel saat rapat kreditor di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/11). Tranka meminta agar para kreditor mau memberikan perpanjangan. Alasannya, perusahaan masih mencari investor yang mau melirik perusahaan kabel Indonesia ini.

Proses ini menurut Tranka tidaklah mudah. Soalnya, jumlah utang Tranka mencapai Rp1,7 triliun kepada para kreditor. Sehingga, memerlukan waktu yang panjang bagi investor untuk mempelajari perusahaan terlebih dahulu.

“Debitor meminta waktu perpanjangan selama enambulan untuk menyiapkan rencana perdamaian. Perdamaian seperti apa, itu belum tahu karena masih cari-cari investor. Rencana perdamaian masih sebatas konseptual,” tutur Pengurus Tranka Kabel, Ivan Garda usai persidangan di Pengadilan Niaga pada PN Jakpus, Kamis (7/11).

Saat ini, investor yang telah melirik Tranka Kabel ada sekitar 4-5 investor. Namun, baru satu investor yang serius untuk berinvestasi ke Tranka Kabel. Investor tersebut menurut Ivan berasal dari Hong Kong.

Rupanya, tidak semua kreditor mengamini permintaan Tranka Kabel. Kreditor separatis menolak perpanjangan tersebut. Sebaliknya, mayoritas kreditor konkuren menyetujui perpanjangan. Hanya saja, perpanjangan tersebut tidak selama enam bulan. Ada banyak variasi waktu perpanjangan yang diusulkan para kreditor. Mulai dari 30 hari, 2 bulan, hingga 3 bulan.

“Usulan ini nanti akan diputuskan oleh majelis hakim pemutus. Kita (pengurus, red) melaporkan usulan-usulan tersebut kepada hakim pengawas,” lanjutnya,

Sementara itu, Marketing Director Tranka Kabel MA Budi Wahyudi enggan berkomentar mengenai rencana perdamaian. “Saya tidak tahu mengenai rencana perdamaian. Saya hanya mewakili perusahaan untuk hari ini saja,” tutur Budi usai persidangan.

Pengurus Tolak Tagihan
Saat verifikasi utang, tim pengurus memutuskan menolak tagihan para kreditor senilai ratusan miliar. Salah satu alasannya adalah kreditor-kreditor tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen tagihannya.

Ada empat kreditor yang tagihannya ditolak secara keseluruhan oleh tim pengurus. Empat kreditor tersebut adalah PT Mega Eltra dengan tagihan sejumlah Rp1 miliar; PT Inpar Indonesia dengan jumlah tagihan mencapai Rp34 miliar; PT Jakarta Securities dengan piutang senilai Rp30 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia sejumlah Rp46 miliar.

“Kreditor ada yang tidak bisa menyerahkan dokumen-dokumennya,” urai Ivan.

Sebaliknya, jumlah tagihan yang diakui sementara oleh tim pengurus telah mencapai angka triliun. Untuk tagihan kreditor preferen yang diakui sementara oleh tim pengurus adalah Rp73,558 miliar.  Sejumlah Rp648 miliar untuk kreditor separatis dan sebanyak Rp280 miliar ditambah AS$50,9 juta untuk kreditor konkuren.

Untuk diketahui, PT Tranka Kabel dinyatakan berada dalam status PKPU oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada PN Jakpus pada 26 September lalu. Permohonan ini adalah PKPU Tangkisan yang diajukan Tranka Kabel sendiri demi menghindari permohonan pailit yang diajukan CV Setia Mandiri dan CV Barlian Jaya Utama. Dalam permohonannya, Tranka menyadari belum dapat membayar utang-utangnya kepada dua persekutuan komanditer tersebut.

Utang piutang perusahaan lahir dari Purchasing Order (PO) Pemesanan Primary Aluminium ingot 99,5% (Off Grade) tertanggal 30 November 2012 kepada CV Setia Mandiri. Nilainya AS$104.450. Begitu juga kepada CV Barlian Jaya Utama. Tranka Kabel juga memesan Primary Aluminium ingot 99,5% (Off Grade) pada 19 Januari 2013 kepada Barlian senilai AS$94.905. Sehingga, total utang Tranka Kabel terhadap dua CV ini menjadi AS$200.355.

Share:
tanggapan
Belum ada tanggapan untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Tanggapan
Nama
Email
Judul
Tanggapan
Jika anda member Hukumonline, silahkan login, atau Daftar ID anda.