Kamis, 09 Oktober 2014
BEI Godok Aturan Permudah IPO Perusahaan Tambang
Ada kelonggaran dalam aturan baru tersebut yang tidak diperoleh calon emiten selain tambang.
FAT
     0 
BEI Godok Aturan Permudah IPO Perusahaan Tambang
Bursa Efek Indonesia. Foto: RES
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggodok aturan untuk mempermudah bagi perusahaan tambang melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengatakan aturan yang tengah digodok tersebut berupa syarat mudah bagi perusahaan tambang mineral dan batubara (minerba) melakukan IPO.
 
"Tidak ada khusus yang ada insentif kemudahan. Persyaratannya lebih mudah daripada perusahaan umum," kata Ito, di Jakarta, Kamis (9/10).
 
Ke depan, lanjut Ito, akan menyusul aturan yang mempermudah perusahaan tambang minyak dan gas (migas). Sama halnya dengan perusahaan minerba, kemudahan yang diberikan berupa syarat-syarat melakukan IPO. "Nanti setelah terbit, kita akan membahas peraturan perusahaan tambang migas," ujarnya.
 
Ito mengatakan, dari awal tahun hingga sekarang, ada 18 perusahaan yang telah melakukan IPO. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan BEI, yakni sebanyak 30 perusahaan. Hingga akhir tahun nanti, ia memperkirakan ada 25 perusahaan yang akan melakukan IPO.
 
Menurutnya, salah satu kendala tak tercapainya target perusahaan untuk IPO lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang tak jauh lebih baik dari semester II tahun 2013. Bahkan, kondisi politik mulai pemilu hingga pilpres turut menyumbang keraguan emiten melaksanakan IPO pada tahun ini.
 
"Kondisi politik membuat calon-calon emiten memundurkan rencana IPO-nya tahun ini. Mungkin tahun mendatang," ujar Ito.
 
Atas dasar itu pula, BEI mengundang para pengusaha muda untuk mensosialisasikan mengenai cara melaksanakan IPO. Sebelum melakukan IPO, para pengusaha muda tersebut harus mempersiapkan kondisi internalnya. Ia mengatakan, para enterpreuner ini bukan tak memiliki uang, tapi belum tahu cara melakukan IPO.
 
Menurut Ito, kegiatan sosialisasi seperti ini memiliki efek jangka panjang. Atas dasar itu, BEI tak bisa memastikan apakah para pengusaha muda ini akan melakukan IPO tahun ini atau tahun depan, atau bahkan tidak. Minimal, para pengusaha muda tersebut tahu bagaimana cara memanfaatkan pasar modal Indonesia.
 
"Kita lihat kegiatan hari ini sebagai kegiatan jangka panjang untuk mendidik pengusaha-pengusaha ini bagaimana memanfaatkan pasar modal Indonesia. Baik sebagai sumber pendanaan perusahaan mereka untuk go public atau sumber investasi mereka dalam mengembangkan kelebihan uang mereka untuk menginvestasikan di pasar modal," tutur Ito.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen optimis bahwa tahun ini yang akan melakukan IPO bisa mencapai 25 perusahaan. Menurutnya, optmisime penting agar persepsi publik juga positif terhadap pelaksanaan IPO. Optimis yang sama juga diluncurkan terhadap target IPO tahun depan.
 
"Saya optimis, jangan enggak optimis. Kalau pesimis bagaimana persepsi publik," kata Hoesen.
 
Ia berharap, rasa optimis yang sama juga diperlihatkan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hal itu bisa tercermin dari banyaknya aksi ketimbang diskusi atau wacana mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang baik.
 
"Jangan terlalu banyak wacana diskusi, tapi tidak ada satu policy action. Bahwa republik ini butuh orang yang lakukan action, bukan kebanyakn diskusi atau pertimbangan akhirnya tidak lakukan apa-apa," pungkasnya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.