Jumat, 05 December 2014
Hotman Akan Robek Kartu Advokat dan Jadi Petani, Jika…..
Toga advokat pun siap disumbangkan.
Ali
Dibaca: 43585 Tanggapan: 7
Hotman Akan Robek Kartu Advokat dan Jadi Petani, Jika…..
Pengacara Hotman Paris Hutapea. Foto: RES
Ada banyak cara yang dilakukan oleh pengacara untuk meyakinkan publik bahwa kliennya tidak bersalah. Ada yang cukup menyajikan argumen hukum, tetapi ada juga yang mengajak taruhan. Nah, pengacara Hotman Paris Hutapea termasuk kategori advokat yang kerap mengajak “bertaruh” untuk meyakinkan bahwa kliennya tidak bersalah.
 
Dalam perkara dugaan pencabulan oleh dua guru Jakarta International School (JIS), misalnya. Hotman yang menjadi pengacara Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong (dua guru JIS yang duduk di kursi terdakwa) bahkan sesumbar akan berhenti dari profesi advokat apabila penuntut umum bisa menghadirkan saksi fakta yang benar-benar melihat kliennya melakukan pencabulan.
 
“Kami siap merobek kartu advokat kami, mundur, lalu menjadi petani jika jaksa penuntut umum bisa benar-benar menghadirkan saksi fakta yang benar-benar melihat terjadinya pencabulan,” sebut Hotman didampingi pengacara terdakwa lainnya Patra M Zen usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (3/12).
 
Hotman yang pernah mengutarakan perkara ini sebagai kasus teraneh sepanjang kariernya menjelaskan bahwa satu-satunya saksi fakta yang mengaku melihat kejadian pencabulan ini adalah korban yang masih anak-anak. Padahal, berdasarkan aturan hukum yang berlaku, anak dibawah 15 tahun tidak bisa dijadikan sebagai saksi. Sehingga, menurutnya, kasus ini tidak memiliki dua bukti permulaan yang cukup.
 
Sesumbar Hotman tak berhenti hanya dengan ingin merobek kartu advokat. Ia juga berjanji tim pengacara akan menyumbangkan toga advokat yang mereka kenakan bila jaksa penuntut umum (JPU) berhasil membuktikan bahwa dua kliennya mengidap penyakit herpes yang ditemui di tubuh korban.
 
“Apa lagi? Saya akan menyumbangkan ini nih, toga advokat, apabila penuntut umum bisa membuktikan itu,” ujarnya sambil menunjuk toga advokat yang masih dikenakan oleh rekannya, pengacara Patra M Zen.
 
Patra pun hanya tersenyum simpul mendengar aksi Hotman ini. Mantan Ketua Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini bahkan tidak mau kalah. Ia pun menunjuk cincin-cincin berlian yang ada di jari Hotman juga sebagai ‘barang taruhan’. “Ini juga mau disumbangkan kan, bang?” sebut Patra yang disambut tawa Hotman.   
 
Berdasarkan penelusuran hukumonline, Hotman memang dikenal sebagai pengacara yang gemar “bertaruh” untuk memperkuat argumennya. Hotman bahkan pernah menantang para pekerja infotaintment untuk membuktikan jika memang benar ada pernikahannya dengan artis  Meriam Bellina dengan imbalan puluhan miliar.  
 
Lalu, bagaimana tanggapan penuntut umum dalam perkara dugaan pencabulan oleh dua guru JIS terkait sesumbar Hotman ini?
 
Ade Rohimah, penuntut umum untuk terdakwa Ferdinant Tjiong, enggan menanggapi “koar-koar” Hotman tersebut. Ia mengatakan semua argumen dan bukti akan diajukan di dalam persidangan yang berlangsung secara tertutup. “Ya, terserah dia (Hotman,-red) saja lah,” pungkasnya.
petani
 - tiaracara
06.04.15 07:05
kalau abang jadi petani mohon dikasih tahu di mana dan menanam apa. saya tidak mau beli produk-nya.
Advokat Tanpa Nurani
 - Soegiono, S.H.
14.12.14 08:10
Advokat memang akan membela klien-nya. Namun cara santun, proporsional, dan bermoral dalam kode etik advokat sudah mulai dilupakan oleh para advokat selebritis yang hanya mengejar uang dan ketenaran. Never mind..Justice not blind..Let the Justice show it
Anak sebagai saksi
 - Jujur Halasan Bakara
08.12.14 14:27
Memang benar apa yang dikatakan Hotman P. Hutapea bahwasanya anak tidak dapat dijadikan saksi dipengadilan tapi keterangan anak dapat digunakan sebagai Petunjuk (salah satu Alat Bukti).
Argument anak SMP
 - Ronnie
08.12.14 00:49
Kalau anak dibawah umur 15 tahun tidak boleh bersaksi lalu dalam kejadian semua saksi fakta yang ada dilokasi berumur dibawah 15 tahun, lantas bebas dong pelaku pidana? Argumentasi yang memalukan. Tapi beginilah negara ini, pengacara jadi celebritis. yang penting berkoar dimedia, meski tong kosong.
HOTMAN AKAN ROBEK KARTU ADVOKAT
 - Harro Salim, Ir., MEngSc., MIEAust., SH., MH.
06.12.14 09:23
Kebetulan saya sebagai legal interpreter untuk para saksi-saksi ahli (expert witnesses) yang dihadirkan oleh pihak Pengacara cleaner JIS di PN JakSel. Karena satu bidang yang pernah saya tekuni adalah teknik penyehatan, yang pendidikannya melibatkan keluar masuk laboratorium, memang akan sulit kita dapat menerima tuduhan-tuduhan yang diajukan, karena ditinjau dari apa yang dinyatakan oleh para saksi ahli, yang bukan ahli-ahli-an, antara lain seorang Professor dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit, kemudian seorang ahli Forensik Internasional dengan pengalaman lebih dari 38 tahun. Maaf nama-nama ybs.tidak disebut untuk menhargai privacy mereka. Walau otak saya jadi berpikir setelah mendengarkan, apalagi menerjemahkan keterangan para saksi ahli itu, saya pribadi netral, dan keputusan terakhir ada pada Yang Mulia Majelis Hakim yang menangani perkara ini. Wallahualam bissawab. Let Justice prevail in the JIS case.
saksi dibawah umur 15 thn
 - enda
05.12.14 09:01
maaf klo begitu caranya gimana dengan kasus emon, menurut keterangan emon juga mencabuli anak di bawah 15 tahun, dan itu juga menurut kesaksian anak di bawah umur 15 tahun, karna semua korban di bawah umur 15 tahun, dan pertanyaan saya kenpa bisa emon di ponis bersalah sedangkan ini tetep di bela dengan alasan anak di bawah 15 tahun tidak bisa jadi saksi. trimakasih
Arogan
 - janis edhiwibowo,s.h.
05.12.14 04:09
Saya kok prihatin dengan kelakuan advokat Senior satu ini terlalui mudahnya untuk berkoar-koar terhadap perkara yang ia tangani, bahkan cenderung bersepekulasi, lantas apa bedanya dengan Para Politikus????
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.