Sabtu, 04 April 2015
Gerakan Lawan Ketidakadilan ala Stand Up Comedian
Diharapkan menjadi gerakan nasional yang ditiru komika-komika lain di seluruh Indonesia.
RIA
1
Gerakan Lawan Ketidakadilan ala Stand Up Comedian
Foto: @notaslimboy

Pelawak apapun kemasannya, identik dengan ketidakseriusan atau candaan. Namun, tidak serius bukan berarti tidak peduli kondisi bangsa terkini. Hal itu dibuktikan oleh stand up comedian, Sammy.

Tenar di dunia media sosial dengan akun Twitter @notaslimboy, Sammy menggagas pergelaran stand up comedy bertajuk "Legal Melawak". Dalam acara ini, Sammy menggandeng sejumlah koleganya sesama penampil stand up seperti Arry Wibowo, Babe Chabita, dan Muhadkly Acho.

Dituturkan Pemilik nama lengkap Sam Darma Putra Ginting, awalnya dia menggagas gerakan "Legal Melawan". Gerakan itu sebagai bentuk keprihatinan Sammy atas segala bentuk ketidakadilan yang terjadi di Republik ini. Sammy mengaku melihat banyak ketidakadilan. Dia berpendapat, terkadang apa yang diatur oleh hukum, belum tentu tepat menurut rasa keadilan masyarakat.

Sammy memberikan contoh kasus kecelakaan tragis Abdul Qadir Jaelani (AQJ). Anak musisi Ahmad Dhani itu tidak dihukum oleh pengadilan, meskipun kecelakaan tersebut menghilangkan nyawa orang. AQJ dianggap belum dewasa untuk menanggung perbuatannya.

“Memang hukumnya seperti itu. tapi keadilan masyarakat kan merasa, ‘oh AQJ ini nggak bisa gini dong’,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sammy juga menyoroti kondisi dimana banyak orang miskin tidak dapat menggunakan haknya dalam proses peradilan karena tidak adanya biaya. Banding, kasasi, dan peninjauan kembali jarang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kecukupan ekonomi di bawah rata-rata.

“Coba orang kaya, mereka bahkan bisa minta penangguhan penahanan. Tinggal siapkan duit. Jadi kesannya hukum itu hanya buat orang yang punya duit,” ujarnya.

Gerakan "Legal Melawan" lalu bertransformasi menjadi "Legal Melawan". “Legal Melawan ini mungkin keberatan nama ya jadi kesannya tuh sangar amat. Makanya akhirnya saya menampilkan dari segi lain. Jadi kayak bikin sister movement-lah, namanya Legal Melawak,” paparnya.

Menurut Sammy, Legal Melawak bertujuan untuk menunjukkan bahwa ada sebuah gerakan perlawanan dimana masyarakat sudah mulai 'gerah' dengan apa yang terjadi di dalam sistem peradilan saat ini. Hasil penjualan tiket Legal Melawak, kata Sammy, nantinya akan diberikan kepada orang yang membutuhkan biaya untuk mendapatkan hak-haknya di muka hukum.

“Saya nggak peduli orang itu benar atau salah, karena itu bukan urusan saya. Itu urusan pengadilan. Tapi semua orang, mau benar mau salah, itu sama-sama punya hak hukum,” ujarnya.

Sammy berharap Legal Melawak bisa menjadi gerakan nasional yang ditiru oleh komika yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebab, ucap Sammy, pasti ada di semua provinsi, di semua kabupaten, dan kota, orang-orang yang tidak bisa mengajukan upaya banding karena tidak punya duit dan akhirnya sekarang ditahan.

“Ini nggak akan jadi tur. Kalau saya tur keliling kota untuk Legal Melawak, ya mendingan duit turnya aja langsung untuk disumbangin, sudah bisa untuk PK-nya Nenek Asyani itu,” tuturnya.

Hmm, jadi, kira-kira bagaimana ya jadinya kalau hukum dijadikan materi lawakan para stand up comedian?

Lawakan hukum
 - Matamilae
06.04.15 17:38
Saya sangat setuju dengan gerakan Pak Sammy ini, dan sudah semestinya masyarakat lebih mengkritisi praktek penegakkan hukum. karena memang praktek hukum di Indonesia kurang lebih sama dengan Dagelan hukum dan cerminan praktek negara kekuasaan dan Penguasa / bukan negara hukum . Penerapan hukum berlaku keras dan tegas utk orang tak mampu dan/atau yg jauh dari kekuasan dan sebaliknya . Walau produk hukum formal dan acara masih seperti hutan belantara dan tumpang tindih tak jelas namun yang utama sangat memperihatinkan adalah perikelakuan dan pola pikir para oknum2 Penegak Hukumnya sendiri yang sewenang-wenang dan menafsirkan hukum sesuai seleranya masing-masing serta agak "gridi'. Filosofi 'The rule of law' sdh menjadi the rule by law dan aspek morality oh law dibuang jauh-jauh dengan alasan 'kpastian hukum. .
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.