Senin, 08 Juni 2015
Terpeleset, Pengacara Beken ini Layangkan Gugatan
Sebuah gelanggang olahraga disalahkan karena tidak menyediakan tisu toilet.
RED
Dibaca: 10050 Tanggapan: 0
Terpeleset, Pengacara Beken ini Layangkan Gugatan
TD Garden. Foto: www.tdgarden.com

Terjatuh atau terpeleset mungkin akan menjadi kejadian naas biasa bagi kebanyakan orang. Namun, ceritanya akan berbeda jika yang mengalaminya adalah seorang pengacara. Di Boston, Amerika Serikat, seorang pengacara bernama Alan Dershowitz melayangkan gugatan terhadap TD Garden, sebuah gelanggang olahraga.

Sekira tiga tahun silam, Alan terpeleset di toilet TD Garden, di sela-sela pertandingan bola basket tim Boston Celtics. Pria berusia 76 tahun itu menyalahkan TD Garden yang lalai menyediakan tisu yang cukup di toilet sehingga menyebabkan dirinya terpeleset. Alan mengalami cidera pada kaki.

Seharusnya, lanjut dia, TD Garden menyediakan tisu agar pengunjung yang habis menggunakan toilet dan kemudian cuci tangan dapat mengeringkan tangan mereka sehingga tidak ada air tergenang di lantai toilet.  

“Kondisi ini (tidak ada tisu) berbahaya karena air dari tangan pengunjung di toilet jatuh ke lantai, sehingga mengakibatkan bahaya bagi semua pengguna toilet,” kata Alan, sebagaimana dikutip dari sebuah artikel di www.abajournal.com.

Alan tercatat sebagai pengacara terkenal di Negeri Paman Sam. Dia adalah narasumber yang sering dikutip media-media di Amerika Serikat, khususnya dalam kasus-kasus hak asasi manusia. Alan sering menulis opini di media seputar konflik Israel dan Palestina.

Sebagai pengacara, beberapa kasus yang terkenal yang pernah ditangani Alan adalah kasus pembunuhan dengan terdakwa pemain Football terkenal OJ Simpson dan kasus perkosaan dengan terdakwa petinju Mike Tyson. Untuk kasus OJ Simpson, Alan bahkan menulis buku kasus tersebut.

Mengaku sebagai penggemar setia Boston Celtics sejak 1965, Alan sebenarnya tidak ingin menggugat TD Garden. Namun, lantaran tidak adanya kesepakatan damai dan ada ketentuan batas kadaluarsa gugatan, Alan tidak memiliki pilihan lain selain menggugat.

Alan yang juga tercatat sebagai Profesor di Harvard University menunjuk mantan muridnya untuk menjadi kuasa hukum.

Dalam berkas gugatan, Alan menyebut jumlah biaya yang harus dia keluarkan gara-gara kejadian terpeleset itu. Walaupun sebagian ditanggung oleh asuransi, Alan tetap harus membayar total AS$5,984.22, termasuk biaya ambulan ke rumah sakit. Melalui gugatan, Alan juga meminta ganti kerugian immaterill dengan jumlah yang tak diperinci.  

“Biasanya, saya tidak ke toilet ketika babak IV berjalan, tetapi usia semakin renta sehingga harus sering buang air kecil,” ujar Alan.

Menurut Alan, terpeleset mungkin kejadian kecil bagi orang lain, tetapi tidak bagi dirinya. Alan sempat berbulan-bulan harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Walaupun sekarang tidak menggunakan tongkat lagi, tetapi Alan tetap harus menjalani terapi, dan bahkan kemungkinan dioperasi.

“Bagi banyak orang, (cidera) ini mungkin kecil, tetapi tidak bagi saya. Di saat kamu mengalani cidera lutut, kamu akan merasakan sakit setiap hari,” imbuhnya.

Gugatan Alan ini dinilai berlebihan oleh sebagian kalangan. Pasalnya, Alan diketahui tidak langsung ke rumah sakit begitu terpeleset. Dengan alasan tidak ingin ketinggalan pertandingan, Alan justru kembali ke kursi tribun penonton sampai pertandingan usai.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.