Jumat, 01 April 2016
Harvard University, Sekolah Hukum Terbaik Dunia 2016
Peringkat 20 besar didominasi universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, Cina, Kanada dan Paris.
RIA
     0 
Harvard University, Sekolah Hukum Terbaik Dunia 2016
Kampus Harvard University. Foto: http://alumni.harvard.edu/
Harvard University (Amerika Serikat) dinobatkan sebagai penyelenggara pendidikan tinggi hukum terbaik di dunia. Peringkat ini dirilis oleh Quacquarelli Symonds (QS) – penyedia jasa informasi pendidikan, Selasa, 22 Maret 2016 lalu. Melalui situs www.topuniversities.com, QS menyajikan peringkat universitas terbaik dunia 2016 berdasarkan ragam disiplin ilmu yang ada.
 
Posisi ini berhasil dipertahankan oleh Harvard University selama enam tahun berturut-turut. Sejak peringkat universitas terbaik dunia berdasarkan disiplin ilmu diluncurkan oleh QS di tahun 2011, belum ada satu perguruan tinggi pun yang berhasil menggeser posisi institusi pendidikan yang berlokasi di Cambridge, Amerika Serikat, ini.
 
Menyusul di belakang Harvard University, ada University of Oxford (Inggris), University of Cambridge (Inggris), Yale University (AS), dan New York University (AS). Dilihat dari universitas yang menempati posisi lima besar ini, dapat dikatakan bahwa Amerika dan Inggris memiliki pendidikan hukum terbaik di dunia versi QS.
 
Begitu pun dalam tataran peringkat 20 besar. Amerika Serikat masih mendominasi dengan jumlah tujuh universitas termasuk di dalamnya, diikuti oleh Inggris sebanyak lima universitas, dan Australia sebanyak empat universitas. Sementara sisanya masing-masing satu universitas, yakni dari Singapura, Republik Rakyat Cina (RRC), Kanada, dan Paris.
 
Selengkapnya, berikut 20 peringkat dunia untuk studi ilmu hukum:
 
Peringkat Nama Universitas Lokasi
1 Harvard University Amerika Serikat
2 University of Oxford Inggris
3 University of Cambridge Inggris
4 Yale University Amerika Serikat
5 New York University Amerika Serikat
5 Stanford University * Amerika Serikat
7 London School of Economic and Political Science (LSE) Inggris
8 The University of Melbourne Australia
9 University of California, Berkeley (UCB) Amerika Serikat
10 Columbia University Amerika Serikat
11 The University of Sydney Australia
12 University of Chicago Amerika Serikat
13 The University of New South Wales (UNSW) Australia
14 University College London (UCL) Inggris
15 The Australian National University Australia
16 National University of Singapore Singapura
17 King’s College London Inggris
18 The University of Hong Kong RRC
19 University of Toronto Kanada
20 Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne  
*Stanford University berada di peringkat yang sama dengan New York University

Untuk diketahui, dalam daftar peringkat universitas terbaik dunia edisi keenam ini, mereka menciptakan rekor baru dengan menampilkan peringkat sebanyak 42 disiplin ilmu. “Peringkat yang kami rilis mencakup 42 disiplin ilmu. Angka ini membuat daftar peringkat yang kami buat sebagai daftar terbesar yang pernah ada di dunia,” sebut QS dalam rilisnya.
 
Berdasarkan data QS, beberapa jurusan di perguruan tinggi yang ada di Indonesia masuk ke dalam daftar peringkat teratas. Sayangnya, tidak begitu dengan jurusan hukum. Dalam 200 peringkat yang disajikan, tak ada satu pun fakultas hukum di Indonesia yang terselip di dalamnya.
 
Namun, penyelenggara pendidikan hukum di Indonesia bisa sedikit berbangga karena setidaknya sebagai bagian dari lingkup ilmu pengetahuan sosial dan manajemen, Indonesia masuk peringkat 215. Posisi tersebut ditempati oleh Universitas Indonesia (UI),  lalu Institut Teknologi Bandung (UI) di peringkat 327.

Sebagai informasi, beberapa anak bangsa juga ada yang pernah mengenyam pendidikan hukum dari Harvard University. Beberapa nama di antaranya adalah Nono Anwar Makarim, Melli DarsaAchmad Zen Umar Purba, Manarihon SM Ondi Panggabean, dan Togi Pangaribuan.

 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.