Minggu, 21 Agustus 2016
Kisah Muda Hatta Ali, Sabuk Hitam Karate dan Balap Liar
Gemar olahraga balap sepeda motor, karate, sepak bola, dan jogging.
Tim Hukumonline| ADY
Dibaca: 55836 Tanggapan: 0
Kisah Muda Hatta Ali, Sabuk Hitam Karate dan Balap Liar
Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di ruang kerjanya. (RES)
Suatu hari di Kota Makassar, seorang anak lelaki tingkat SMP mengendarai sepeda motor di jalan raya. Kala itu ibu kota Sulawesi Selatan masih dilingkupi suasana hari raya Idul Fitri, sehingga jalanan di Kota Makasaar tampak lengang daripada biasanya.
 
Jalan Raya yang sepi ternyata membuat anak laki kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu bosan. Sambil menunggang sepeda motor dia mencoba mencari keseruan. Saat melintas di sebuah jalan, dia melihat seorang pria berseragam tentara mengendarai mobil jip kap terbuka. 
 
Tak berpikir lama, anak lelaki itu lantas memacu kuda besinya menyalip jip tersebut. Setelah berhasil menyalip, anak itu melambatkan laju sepeda motornya hampir mendekati bumper depan jip. Kemudian dia bermanuver zig-zag.
 
Tentara itu tampak kesal dengan tingkah anak laki si pengendara sepeda motor. Mobil jip dipacu, kecepatannya dibuat semakin laju. “Nah, ini yang ditunggu,” kata anak laki itu melihat mobil tentara yang disalipnya mencoba mengejar.
 
Aksi kejar-kejaran antara mobil jip dengan anak laki pengendara sepeda motor itu terjadi. Ternyata tentara yang menyupir mobil jip itu Komandan Kodim Kota Makassar dan anak yang menaiki sepeda motor itu bernama Hatta Ali. (Baca juga: Demi Pengawasan, Hatta Ali Tak Gentar Gertakan Preman)
 
Seperti umumnya anak berusia tanggung, Hatta Ali ingin didolakan teman-teman sebayanya. Makanya dia mencoba mencuri perhatian rekan-rekannya dengan menggeluti hobi yang dianggap keren kalangan remaja, diantaranya balap sepeda motor.
 
Saat itu Hatta melihat Komandan Kodim yang mengendarai jip itu sebagai lawan yang cocok untuk diajak kebut-kebutan. Dengan caranya sendiri, Hatta berhasil memancing lawannya itu untuk adu balap di jalan raya.
 
Hatta bukan sekedar iseng melakukan hal itu, tapi dia hobi. Hampir setiap tengah malam Hatta tidak pernah absen balap liar sepeda motor di jalan raya Kota Makassar. Jatuh tersungkur di aspal menurutnya sudah biasa. Bahkan, tenaga medis di RS dekat lokasi balapan tak asing dengan wajah Hatta karena dia langganan diobati ketika jatuh dari sepeda motor.
 
Kebetulan, beberapa dokter dan mantri di RS itu bertali darah dengan Hatta. Bosan melihat saudaranya yang pembalap itu sering bolak-balik RS, tenaga medis tersebut memberi obat dengan cara menekan keras-keras kapas yang dilumuri obat ke sobekan daging Hatta yang luka. “Maksud mereka biar saya kapok, obat itu diperas keras-keras ke dalam luka saya,” kata Hatta kepada hukumonline.com, awal Agustus lalu. (Baca juga: Hatta Ali: Pengawasan Harus! Jangan Kasih Kendur)
 
Ternyata cara itu tidak membuat Hatta jera, dia menganggapnya biasa. Malah Hatta dan teman-temannya mencari sensasi balap sepeda motor yang berbeda dari kebiasaan. Mereka adu balap dengan cara menunggangi sepeda motor sambil bertelanjang dada. Maksudnya, ketika jatuh tersungkur, seluruh badan bakal penuh luka berparut aspal.
 
Jangan salah, hobi Hatta itu bukan hanya tersalurkan lewat balap liar, tapi juga balap resmi. Dia sempat menjadi pembalap sepeda motor kelas 125 CC yang didukung oleh pabrikan motor asal Jepang. Sayangnya, jadwal balapan resmi sepeda motor jumlahnya sedikit, hanya dua kali dalam setahun. Itulah yang membuat Hatta sering ikut balap liar di jalanan.
 
Menduduki bangku SMA, hobi Hatta lambat laun beralih ke olahraga bela diri. Semasa remaja dia sering berkelahi. Olahraga itu masih ditekuninya sampai kuliah di Universitas Airlangga Surabaya. Pemegang sabuk hitam Dan 6 itu pernah aktif melatih karate di kampus dan mengikuti sejumlah kejuaran nasional antar Universitas.
 
Selain balap sepeda motor dan karate, Hatta menyukai olahraga sepakbola. Posisinya sebagai bek. Saat bertanding, Hatta berprinsip tidak boleh dilewati oleh lawan. “Kalau saya gagal menghadang bola yang dibawa lawan, saya langsung tekel kakinya, yang penting lawan tidak boleh lewat kalau berhadapan dengan saya,” ujar penggemar Lionel Messi itu sambil tertawa.
 
Dengan usia saat ini Hatta sudah meninggalkan hobi balap sepeda motor dan karate. Tapi bukan berarti dia meninggalkan olahraga karena itu penting untuk menjaga kesehatan dan stamina. “Sekarang saya lebih sering joging,” katanya.
 
 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.