Minggu, 16 July 2017
Punya Dirut Baru, Askrindo akan Perkuat Jaminan Kredit UMKM
Plafon Kredit Usaha Rakyat hingga 110 triliun rupiah.
M. Dani Pratama Huzaini
Dibaca: 1025 Tanggapan: 0
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (RUPS) Perseroan (Persero) PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) melalui surat No. SK-130/MBU/7/2017 tanggal 14 Juli 2017 tentang Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), memutuskan mengangkat secara resmi Asmawi Syam sebagai Direktur Utama Askrindo.
 
Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra melalui rilisnya kepada Hukumonline mengatakan, pemilihan Asmawi Syam sebagai Direktur Utama Askrindo didasarkan pada rekam jejak kinerja, kapabilitas, pengalaman panjang, dan kepemimpinan yang dinilai dapat memperkuat Askrindo sebagai perusahaan penanggung risiko yang unggul dengan layanan global guna mendukung perekonomian nasional.
 
“Melalui penetapan Dirut baru ini diharapkan Askrindo dapat semakin meningkatkan kinerja dari sisi pendapatan penjaminan kredit –baik berupa penugasan pemerintah (Kredit Usaha Rakyat/KUR) maupun usaha yang berbasis komersial-, premi asuransi, pendapatan subrogasi serta pendapatan dari hasil investasi,” ujar Hambra.
 
(Baca juga: Askrindo dan Jamkrindo Usul Penambahan PMN 2014).
 
Asmawi yang memiliki pengalaman mumpuni di industri keuangan, termasuk menjadi bos Bank pencetak laba terbesar di Tanah Air, dinilai tepat untuk mengisi posisi Dirut Askrindo.
 
Menanggapi penunjukannya sebagai Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin BUMN tersebut. Ia mengungkapkan, di bawah kepemimpinannya Askrindo akan semakin diperkuat dalam perannya sebagai penjamin kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
“Sejalan dengan misinya dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menjamin KUR, ke depannya Askrindo akan fokus dalam upaya-upaya untuk penguatan UMKM di Indonesia. Salah satu prioritas utama adalah melalui peningkatan sinergi antara Askrindo dengan bank-bank penyalur KUR. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin memberikan dukungan dan kemudahan bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya,” ujar Asmawi.
 
Asmawi sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank BRI pada periode 2015-2017 serta Direktur Bisnis Kelembagaan Bank BRI tahun 2007-2014. Memulai karir perbankan di BRI sejak tahun 1980, Asmawi telah menduduki berbagai jabatan manajerial, antara lain Kepala Divisi Bisnis Umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung, Pemimpin Wilayah Denpasar, sehingga memiliki pengalaman yang luas di bidang industri perbankan dan jasa keuangan.
 
Pengangkatan Asmawi Syam sebagai Dirut Baru Askrindo mengisi jabatan yang sebelumnya telah lowong sekitar tiga bulan sejak Direktur Utama sebelumnya Budi Tjahjono diberhentikan pada tanggal 4 Mei 2017 melalui Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-91/MBU/05/2017.
 
(Baca juga: Bekraf Janji Bantu Pembuatan Badan Hukum Gratis Bagi 100 UMKM).

Adapun kinerja Askrindo pada tahun lalu mencatatkan laba bersih Rp907 miliar. Menurun dibandingkan perolehan tahun 2015 yang mampu menyentuh angka Rp1 triliun. Penurunan menurut manajemen perseroan terjadi akibat meningkatnya pencadangan dan klaim.
 
Sementara untuk tahun 2017, Askrindo tetap akan mengandalkan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang plafonnya ditetapkan Pemerintah sebesar Rp110 triliun. Dari jumah itu, separuhnya akan diserap Askrindo dan separuh lagi oleh Jamkrindo.
 
Namun penggunaan duit negara itu tetap harus dijaga. Investasi Askrindo misalnya pernah menimbulkan masalah hukum hingga ke Mahkamah Agung.
 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.